Pengoplos Gas 3 Kg Bersubsidi,Foan Divonis 4 Bulan 15 Hari

 

Tanjungpinang.Ovumnews.com. Kasus pengoplosan gas bersubsidi ukuran 3 Kg ke tabung gas 12 Kg di Tanjungpinang Foan Tjoan alias Pendek, terdakwa beberapa waktu lalu, dijatuhi vonis selama 4 bulan 15 hari oleh majelis hakim Pengdilan Negeri (PN) Tanjungpinang dalam sidang, Rabu (3/2).

Mejelis hakim dipimpin Jupriadi SH menyatakan terdakwa Foan Tjoan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan pengolahan tanpa izin usaha pengolahan sebagaimana melanggar pasal 53 huruf (a) dan huruf (d) Undang-Undang Nomor 22 tahun 2002 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaldi Akri SH sebelumnya selama 7 bulan penjara dengan perintah terdakwa tetap ditahan.Terhadap vonis majelis hakim tersebut, terdakwa didampingioleh dua Penasehat Hukum (PH), Bastari Majid SH dan Sri Ernawati SH langsung menyatakan menerima.

Saya terima vonis tersebut Yang Mulia,” ucap terdakwa sambil menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan majelis hakim.

Terdakwa Foan Tjoan ditangkap Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, sesuai informasi dari masyarakat, sedang melakukan aktifitas pengolosan gas bersubsidi di Jalan Sultan Sulaiman Batu 5 Bawah, Kota Tanjungpinang, Kamis(1/10) tahun 2015 lalu.

Dalam sidang, terdakwa Foan Tjoan mengaku mampu meraup untung sebesar Rp800 ribu perhari-nya dari bisnis gas ilegal yang ia geluti selama kurun waktu setengah tahun saat itu.

Pendek juga menerangkan jika sebenarnya ia melakoni bisnis penjualan gas 12 kg sejak tahun 2013. Namun saat itu ia berhubungan langsung dengan agen resmi di Tanjung Uban. Saat itu untung yang ia dapatkan tidak terlalu banyak.

Sebelumnya langsung beli dari agen resmi di Uban per tabung 12 Kg seharga 144 ribu, lalu saya jual 160 ribu,” ucap Pendek.

Pendek melanjutkan, akhirnya pemesanan kepada agen resmi ia hentikan setelah dirinya mendapatkan alat penyedot dan pemindah gas dari rekannya dari Singapore sekitar setengah tahun lalu dirinya pun akhirnya memesan gas dari kenalalnnya, Slamet Widodo untuk menyediagan gas bersubsidi 3 Kg.

Tiap tabung gas ukuran 3 kilo saya beli Rp17 ribu dari Slamet. Perhari saya pesan 50 tabung. Kemudian 4 tabung ukuran 3 Kg saya pindah ke tabung 12 Kg. Perhari tabung 12 kilo yang sudah dioplos bisa laku 8 hingga 10 tabung. Keuntungan pertabung mencapai Rp83 ribu. Jadi keuntungan sehari berkisar Rp800 ribu,” terang Pendek.

Melakoni pekerjaan itu, Pendek menerangkan bahwa ia dibantu oleh dua orang pekerja. Satu orang bertugas untuk oplos gas dan satu orang lagi bertugas sebagai pengantar gas kepada pelanggan dengan upah masing-masing sebesar Rp2 juta setiap bulan.

Hakim menilai bahwa terdakwa Pendek telah melakukan dua hal kesalahan yang sangat fatal. Kesalahan pertama adalah bahwa usaha yang digeluti pendek sejak tahun 2013 itu tidak memiliki Surat Ijin Tempat Usaha (SITU).

Kedua, gas yang diolosnya adalah gas subsidi yang seharusnya diperuntukkan kepada masyarakat kecil sehingga harganya lebih murah.

Gas 3 Kg itu adalah hak rakyat kecil karena gas subsidi dan kamu oplos ke gas 12 Kg untuk masyarakat menengah,” ucap majelis hakim.

Pendek pun tidak dapat berkilah atas perbuatan yang ia lakukan. Ia hanya menyamapikan, melakukan bisnis ilegal itu hanya untuk cari makan.R

One Response to Pengoplos Gas 3 Kg Bersubsidi,Foan Divonis 4 Bulan 15 Hari

  1. Ned berkata:

    This post is really interesting. I have bookmarked it.
    Do you allow guest posting on your website ?
    I can provide high quality articles for you. Let me know.

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *