Penyaluran Dana BAZ Ala Pemkab Pasaman “Haram”

 

Pasaman, Ovumnews.com– Pemerintahan Kabupaten Pasaman, kini dibawah kendali duet Bupati Yusuf- Atos, agaknya banyak menimbulkan gonjang ganjing ditengah publik luas.

Pasal, berdasarkan Perda No.13 Tahun 2007, tentang Pengelolaan Zakat yang berhak menerima zakat 8 (delapan) Asnaf, yakni Fakir Miskin, Amil, Mualaf, Riqaf, Gharin, Sabilillah dan Ibnusabil. Namun, implementasinya berbeda dan dituduh Blunder.

Setidaknya, berdasarkan data- data yang diperoleh wartawan, dari agenda kegiatan Safari Ramadhan 1437 H, tahun ini oleh Pemkab Pasaman yang dipimpin lansung oleh duet Bupati Yusuf- Atos yang telah dan akan mengunjungi 37 Masjid yang tersebar di 37 Nagari Pasaman, masyarakat luas ributkan kebijakan Pemerintahan Yusuf- Atos yang Blunder berikan bantuan sejumlah Rp.185 Juta untuk 37 Masjid yang tersebar di 37 Nagari di Pasaman yang berasal dari pungutan Zakat dari Aparatur PNS yang dikoordinir oleh Badan Amal Zakat ( BAZ ) Kab.Pasaman yang diketuai, Hermanto , juga Asisten II Setda Pasaman.

Akibat kebijakan “Blunder” duet Bupati Yusuf- Atos, memunculkan kritikan Edi Ridwan, S.Ag, Tokoh Agama Pasaman, juga Staf Kantor Kemenag Pasaman. Dikatakannya, kebijakan tersebut selain sangat bertentangan dengan Perda No.13 Tahun 2007, juga kebijakan memberikan bantuan dana BAZ kepada 37 Masjid itu, Syariat Islam karena Haram, papar Edi Ridwan.

Dikatakannya, pemerintah seharusnya juga dekat dengan ulama bisa besinergi demi terciptanya motto pemerintah Yusuf-Atos, mensejaterahkan masyarakat, Berbudaya dan Agamais.

Sedangkan pemerintahan religius tentunya pemerintah yang berjalan dengan keikhlasan dalam bekerja, jujur dalam pengelolaan anggaran memiliki aparatur yang amanah serta berjalan dengan niat yang lurus, yakni kesejahteraan rakyat secara merata.

Karena itu, papar Edi Ridwan, pemerintah seyogyianya harus rutin berdiskusi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya adalah para pemuka agama yang memiliki banyak pengetahuan dengan berbagai hukum pemerintah sesuai ajaran Islam, tandasnya.

Senada keritikan pedas Ahmad Yani, S.Pd, Penyuluh Agama Islam Fungsional ( PAIF) Kab. Pasaman, katakan kebijakan pemerintahan Yusuf- Atos yang menyalurkan dana BAZ Pasaman dan memberikan bantuan kepada 37 Masjid yang tersebar di Nagari Pasaman, senilai Rp.5 juta/ Masjid, adalah kebijakan Blunder dan Haram.

Menurut Ahmad Yani, Karena bantuan untuk masjid itu tidak termasuk dalam Asnaf yang 8 (delapan) sesuai dengan surat At Attaubah : 60. Intinya dana BAZ ini per untukannya bukan untuk pembangunan Masjid, tegasnya. “Kita berharaf, pemerintah bisa mengembalikan dana BAZ ini disalurkan sesuai Syariat Islam serta Perda No.13 Tahun 2007, demikian pintanya.
Dilain pihak, Syawal Dt. Putiah, Ketua Komisi C DPRD Kab. Pasaman, agaknya tidak bisa banyak komentar. Pasalnya kebijakan Blunder Yusuf- Atos mengenai penyaluran dana BAZ pada kegiatan Safari Ramadhan 1437 H ini, “kami tidak pernah tahu darimana asal dananya.

Pemerintah tidak pernah koordinasi dengan DPRD Pasaman, apalagi dengan Komisi C. Kemudian jika memang pengunaan dana BAZ tersebut tidak sesuai dengan aturan dan peruntukannya serta payung hukumnya, hal tersebut tentu bakal menimbulkan masalah, demikian ucap Syawal Dt. Putiah.

Sementara, Ketua Badan Amal Zakat ( BAZ ) Kab. Pasaman, Hermanto, menanggapi gonjang ganjing dugaan penyimpangan penyaluran dana BAZ, melalui pemberian bantuan oleh tim Safari Ramadhan 1437 H di bawah kendali duet Bupati Yusuf- Atos, pada 37 Masjid, hal tersebut diakuinya.

Dikatakan Hermanto, “dana yang dialokasi senilai Rp.5 juta adalah bantuan untuk pengurus Masjid. Tapi tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi, tapi harus untuk kepentingan Masjid, demikian kilahnya.

Menurut Ketua BAZ Kab. Pasaman, Bupati selaku Pembina BAZ Kab. Pasaman, wajar saja menyalurkan, memberikan dana himpunan Zakat para PNS Kab. Pasaman untuk Masjid. Silahkan saja orang berpendapat lain tentang kebijakan Pemda, demikian tantang Hermanto. (Fr,Mst,Sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *