PN Tepikor TanjungPinang Baru Terima Dua Berkas Perkara Korupsi di Kepri Selama 2017

 

Kepri.tanjung Pinang.Ovumnews.com–PN Tipikor baru menerima dua berkas perkara tindak pidana korupsi yang disidik pihak Kejaksaan. sepanjang tahun 2017
Kedua berkas perkara korupsi yang dilimpah dan disidangkan di PN Tipior sepanjang tahun 2017 itu adalah dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Kabupaten Lingga tahun 2015 dengan tersangka ‎Syamsuri dan satu berkas tersangka sidang inabsentia yang baru dilimpahkan Kejaksaan Negeri Batam, atas nama tersangka Agus Mulyana, dalam korupsi pengadaan genset Bandara Hang Nadim Batam.

Santonius Tambunan SH ,Humas PN Tanjungpinang, mengatakan, untuk terdakwa korupsi alkes Lingga, saat ini agenda sidangnya tinggal menunggu tuntutan hukum dari Kejaksaan, setelah proses pemeriksaan sidangnya telah dilakukan.

Dugaan korupsi pengadaan genset Bandara Hang Nadim Batam, berkas perkara dengan sidang inabsentianya baru dilimpahkan Kejaksaan Negeri Batam hari ini, Rabu (3/5/201). Dan saat ini sedang penunjukan Majelis Hakim,” ujarnya.

Untuk tahun 2016, tambah Santonius, Pengadilan Tipikor memeriksa dan memutuskan sebanyak 31 berkas perkara korupsi. Dari 31 kasus perkara korupsi yang disidangkan tersebut, hingga saat ini telah divonis dan diputus.

Kasus Korupsi 2016 ada sebanyak 31 kasus atau berkas perkara dan seluruh berkas perkaranya, sudah diperiksa dan diputus Pengadilan Tipikor,” terangnya.

Seluruh perkara tahun 2016 itu, merupakan Korupsi di Lembaga Pemerintah Daerah dan instansi lainnya, yang disidik Kepolisian dan Kejaksaan serta dilimpahkan ke PN Tipikor Tanjungpinang.
Perkara Korupsi di Kejati Kepri Segera Dilimpahkan ke PN Tipikor Tanjungpinang

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepri, Feritas mengatakan, masih minim dan belum dilimpahkannya sejumlah berkas perkara yang ditangani dari Kepolisian dan Kejaksaan itu ke PN Tipikor Tanjungpinang, karena masih dilakukan proses penyelidikan.

Awal Mei 2017 ini mudah-mudahan kasus korupsi penerimaan mobil dan hadiah atas penemapatan dana APBD di Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan tersangka mantan Bupati Anambas, Tengku Muchtaruddin dan Ivan serta Khoirul Rijal,” ujar Feritas.

Untuk Korupsi KONI Natuna dengan dua Orang tersangka, hingga saat ini masih dalam penyidikan, dengan agenda pemeriksaan saksi dan tersangka. Sedangkan korupsi dana hibah Universitas Terbuka (UT) Natuna, juga dalam proses penyidikan dengan agenda pemeriksaan saksi dan tersangka.

Untuk berkas perkara OTT pungutan liar (pungli) penyewaa lapak dan kios Pasar Bintan Center atas nama tersangka Slamet dan Asep Nana Suryana, yang penyidikanya dilakukan oleh Polda Kepri, untuk tersangka Slamet, dalam proses tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti.

Tersangka Asep Nana Suryana, BAP perkaranya masih P-19 atau dikembalikan ke penyidik Polda, dengan petunjuk untuk dilengkapai,” jelas Feritas.

Pihak Kejaksaan Tinggi, tambah dia, juga mendorong Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan yang melakukan proses penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi di daerahnya, untuk segera menuntaskanan hingga tidak menjadi tunggakan kasus Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *