Polda Maluku Utara Diminta Segera Proses Hukum Dana Lobi DAK 7 M Melibatkan Mantan Bupati Sula

 

Maluku Utara. Ovumnews.com– pelapor kasus dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp. 7 M Dana lobi DAK (Dana Alokasi Khusus) yang dicairkan di BRI Cabang Ternate tanpa SP2D, yang dilakukan oleh Iwan Mansur dkk, dan diserahkan ke AHM – Ahmad Hidayat Mus yang juga Mantan Bupati Kabupaten Sula Propinsi Maluku Utara, dua Periode itu, mendatangi Reskrimsus Polda Maluku Utara 31/3/2017,
Pelapor mendesak agar pihak Polda Maluku Utara segera melakukan proses hukum, karena kasus ini sudah sangat terang benderang, dan pihak Polda sangat respon.

Pelapor juga secara tegas menyatakan, apabila pihak Polda lambat dalam penanganan kasus ini maka Kami akan menyurati institusi KPK untuk segera mengambil-alih penanganan kasus ini, paling tidak Polda harus bekerja sama dengan KPK agar bisa secepatnya menindak-lanjuti proses hukum para pelaku serta melakukan penahanan sehingga terlapor dapat dicekal atau menghilangkan barang bukti .

Mantan Bupati Ahmad Hidayat Mus dalam hal ini, bukanlah calon tersangka baru untuk dan dari kasus ini, akan tetapi sederetan kasus lain contoh kasus tindak pidana korupsi Pembanguan Masjid Raya Sanana yang sementara dalam proses persidangan, berstatus sebagai “ TERDAKWA “, belum lagi dugaan kasus GOR (Gelanggang Olah Raga), Marka Jalan, serta Pengadaan Lahan Taman Makam Pahlawan yang proses penegakan hukumnya mandek di Kajari Kabupaten Kepulauan Sula, entah apa penyebabnya hingga menjadi pertanyaan besar masyarakat .

Begitu juga yang di tangani Mabes Polri seperti kasus jalan Falabesahaya – waisakai, Gela –Tikong-Lede, dan Samuya-Loseng, dari sederetan kausus-kasus ini proses penegakan hukumnya masih dalam tanda petik, padahal penanganan kasusnya sudah menahun.
Kronologis singkatnya. Badan Pemeriksa Keuangan-BPK, menemukan indikasi korupsi senilai Rp 7 M pada Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula Tahun 2015. Indikasi ini berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Maluku Utara Nomor : 16.A/LHP/XIX.TER/05/2016 pada 26 Mei 2016.

Wakil penanggung jawab pemeriksaan BPK Ahmad Fauzi Amin menyatakan, pencairan dana Rp 7 M dilakukan mantan bendahara umum daerah (BUD) Kabupaten Sula Irwan Mansur di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ternate pada 9 Maret 2015 tanpa SP2D. Padahal transaksi keuangan bisanya dilakukan dengan SP2D atau surat resmi dari DPPKAD yang dapat dilakukan di BRI KCP Sanana. Sementara Cek yang diberikan pihak Bank dengan nomor seri CFB 915526-915550.

Dalam laporannya, Irwan mengaku menarik dana dari rekening giro BRI kas daerah sebesar itu menggunakan CEK DAB yang dibukukan teller BRI Atas Perintah Mantan Bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM) secara lisan pada awal 2015 saat rapat bersama di istana daerah dengan alasan BIAYA PENGURUSAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) ATAS USULAN DAERAH.

Dalam rapat itu dihadiri salah satu kepala dinas berinisial I dan satu kepala bidang berinisial RI. Selanjutnya penyerahan uang dilakukan kepada I dan RI di BRI Cabang Ternate, yang sisanya Rp700 juta diperoleh FW untuk selanjutnya mereka kemudian ke Jakarta menyerahkan kepada AHM.

Uang tersebut katanya sudah disetor ke kas daerah akhir tahun 2015 Rp. 700 juta di BRI Ternate dan Rp. 5,1 miliar disetor melalui BRI KCP Cabang Sanana. Kemudian sisanya RP. 1,2 miliar menjadi temuan BPK yang hingga kini belum dikembalikan. Sebagai jaminan, Irwan menandatangani surat keterangan tanggung-jawab mutlak (SKTJM) pada 23 Mei 2016 dengan lampiran jaminan sertifikat tanah bernomor:27.02.08.1.00,200 dengan luas 1.33 meter persegi terletak di Desa Wai Ipa, kecamatan Sanana.

Kasus ini sudah dilaporkan oleh LEMBAGA WAISALE INSTITUT ke DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL POLDA MALUKU UTARA pada 14 Desember 2016 dengan bukti laporan Polisi nomor : 24/WI/122016. Kamis 6 April 2017, WI yang dipimpin oleh Hi Drs YAMIN WAISALE dan didampingi BADAR DJAFAR kembali mendesak Polda melalui Dirreskrimsus dan tim penyidiknya agar segera memproses kasus Rp.7 M tersebut. (AK)Ovn03 kpk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *