PPK BPTP Sumbar Dituduh Miliki Sertifikat Ahli PBJ Bodong.

 

Limapuluh Kota, Ovumnews.com- Lembaga Penegak Hukum negeri, seyogyanya agar cepat bergerak, lakukan penyelidikan kebasahan legalitas Sertifikat Ahli PBJ ( Pengadaan Barang dan Jasa- red) Pemerintahan, oknum PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen- red), Ir. Zawar Caniago, yang dipercayakan mengelola Alokasi Anggaran Kementerian Pertanian pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumbar, dituduh pergunakan Sertifikasi Ahli PBJ Bodong/ Palsu.

Pasalnya, keabsahan Sertifikasi Ahli PJB yang dsodorkan oknum PPK di BPTP Sumbar itu, menurut sumber terpercaya di lingkungan Balai yang berkantor di Jalan Raya Padang- Solok ( Sukarami- red), dituduh Aspal ( Asli tapi Palsu). Meskipun oknum PPK, Ir. Azwar Caniago tersebut pernah mengikuti seleksi kepemilikan Sertifikat yang wajib dimiliki oleh seorang Pejabat Pembuat Komitmen, namun oknum tersebut diketahui sumber tidak lulus pada ujian komfetensi kelayakan seorang PPK, demikian tegasnya.

Menurut sumber, tuduhan oknum PPK, Ir. Azwar Caniago, miliki Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa diduga Bodong, seperti tertuang pada Pasal 12 Ayat (2) Huruf g Perpres No.54 Tahun 2010, yaitu ” Untuk ditetapkan sebagai PPK harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa.” Dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ( LKPP- red).

Tegas sumber, Jadi sudah jelas bahwa karena yang membuat perjanjian
adalah PPK dan untuk menjadi PPK wajib memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa, yang dikeluarkan oleh LKPP. Pasalnya, Kontrak yang telah dikeluarkan terhadap puluhan paket pekerjaan oleh , oknum Azwar Chaniago, selaku PPK, menurut Perpres No.54 Tahun 2010 , batal demi hukum, demikian tandas sumber

Soalnya, apa akibatnya kalau PPK yang tidak bersertifikat tetap dipaksakan menandatangani kontrak?. Hal tersebut bila merujuk Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie) menyebutkan: Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat, yakni Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya.

Kecakapan untuk membuat suatu perikatan.Suatu pokokpersoalan tertentu dan Suatu sebab yang tidak terlarang.
Setidaknya, keabsahan dugaan Bodong, Sertifikasi Keahlian PJB, PPK, yang disandang Ir. Azwar Chaniago, berdasarkan resume LSM AMPERA Indonesia, diperkirakan puluhan miliar dana Kementerian Pertanian TA.2015 yang dialokasikan pada proyek diduga “ misterius” oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPT) Sumbar di jorong Balubuih, Nagari Sungai Talang, Kec. Guguk Kab. Limapuluh Kota, juga ditenggarai pekerjaan rekanan perlu diragukan specknya, karena selain tidak ditemui Konsultan Pengawas dan jadwalnya dikhawatirkan molor lewat TA.2015 ini.

Dugaan “Misterius”, menurut tim investigasi LSM AMPERA Indonesia, dikarenakan masyarakat pengguna jalan raya, persisnya di jorong Balubuih, Kenagarian Sungai Talang, Kec. Guguk Kab. Limapuluh Kota, sejak beberapa bulan belakangan menyaksikan adanya kegiatan/ pekerjaan di areal seluas 2.1 hektar milik warga, namun tidak terlihat petunjuk proyek apa gerangan ?, demikian catatan LSM AMPERA Indonesia, yang dipaparkan oleh Koordinatornya, E.Hafri Bendang kepada wartawan.

Dilain pihak,Walinagari Sungai Talang Kec. Guguk, Mulyadi, terkait pemakaian areal tanah tersebut, katakan berdasarkan Kesepakatan dengan BPPT Sumbar, dengan system “Bagi Hasil”. Dan bila dikemudian hari aktifitas di areal diberi nama ATP (Agro Tecnologi Park), yaitu Taman teknologi Pertanian tersebut terhenti, tenggat 7 bulan, tanah serta bangunan yang ada diatas tanah tersebut, otomatis kembali kepada sepilik tanah, demikian papar Mulyadi.

Berdasarkan catatan LSM AMPERA Indonesia, sedikitnya senilai Rp.6,5 Miliar dana Kementerian Pertanian TA.2015 yang dialokasikan pada 11 item pekerjaan diduga” misterius” oleh BPPT Sumbar, pasca tereksposenya BPPT Sumbar Dan Proyek Misterius di Lima Puluh Kota, buru- buru dipasang plank proyek dan disaksikan oknum Pengawas lapangannya.
Dilain pihak, PPK paket Pekerjaan ATP ( Agro Teknologi Park- red) atau Taman Teknologi Pertanian, yang Ir. Azwar Chan, juga salah seorang petinggi di BPPT Sumbar, yang berkantor di Jalan Raya Padang- Solok, ketika berhasil dimintakan tanggapannya ,”terimakasih atas informasinya akan kami tindaklanjuti, sebelumnya kami sudah sampaikan kepada konsultan pengawas bagi rekanan yang tidak mematuhi aturan dari konsultan perencana, supaya dibuat teguran tertulis untuk disampaikan kepada pemberi pekerjaan”, ujar Azwar diplomatis.

Sedangkan adanya tuduhan dirinya dipercayai selaku Pejabat Pembuat Komitmen oleh BPTP Sumbar, miliki dokumen Sertifikasi PJB Bodong, dan dugaan terjadinya Kesepatan Jahat dengan Kepala BPTP Sumbar, Ir. Hardiyanto, hal tersebut dibantahnya. “ Tolong saudara sebutkan siapa oknum penyebar fitnah yang katakan saya miliki Sertifikasi Bodong,”, demikian tantang Azwar. Eb.

One Response to PPK BPTP Sumbar Dituduh Miliki Sertifikat Ahli PBJ Bodong.

  1. jamilah berkata:

    wih parah juga ya

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *