PPK Perkim Bungkam?

 

Menguak Bobrok Proyek Tata Kota Batam Drainase Tahun 2015 Terbengkalai Ala PT.Putera Jadi Mandiri

Batam.Ovumnews.Com–
Buruk rupa proyek dilaksanakan oleh PT.Putera Jadi Mandiri dari uang rakyat yang berada dikota Batam ,Proyek dengan nilai ratusan juta dalam pekerjaanya terbengkalai diduga dalam pelaksanaan awal dikerjakan ada kongkalingkong pemilik dan pelaksana.

Proyek pembangunan drainase lingkungan pemungkiman Permata Regency Kelurahan Baloi Indah I yang dikerjakan oleh PT.Putera Jadi Mandiri dengan nomor kontrak 02/Kontrak /Drainase/Perkim-DTK/IX/2015.Tanggal Kontrak 29 September 2015 Nilai Kontrak RP.350.540.000,00 memakai konsultan Pengawas,CV.Gemilang Arthakindo.

Proyek Drainase yang seharusnya siap dikerjakan Desember 2015 sampai saat sekarang terbengkalai material dilapangan berserakan dilokasi dilingkungan perumahan masyarakat ditaman milik perumahan komplek permata regency tersebut.

Menurut pekerja bulan Desember kemaren telambatnya proyek ini siap karena material dan alat datang terlambat dan pengalian sampai saat sekarang belum dilakukan ,hanya yang kelihatan ini yang baru dikerjakan.kita pekerja dari pemborong bukan lansung dari PT,ungkapnya kepada Ovumnews.com.

Irwansyah selaku masyarakat setempat 30/03 dilokasi mengatakan,proyek ini tidak siap proyek dikerjakan ,proyek ini untuk drainase sepanjang jalan yang berada didepan ini entah apa sebabnya ,tidak disiapkan semenjak dikerjakan kemaren 2015.seharusnya Januarai 2016 kemaren sudah siap dikerjakan sampai saat sekarang tidak siap dan ditinggal begitu saja.

Material ditumpuk di halaman rumah masyarakat dan ditaman jalan seperti rangka besi yang telah karatan, papan mall yang telah dibuat telah hancur karena hujan panas ,kontraktor tidak akan rugi pemilik seperti dinas tatakota tidak juga rugi yang rugi rakyatkan.

Dikofimasikan kepada PPK Agung selaku pejabat Perkim,diproyek terkait yang dikirim lewat pesan singkat tidak ada jawaban.

Aktipis LSM Ampera Indonesia Arezon Andere SH.menangapi dengan tegas , tidak siapnya proyek milik tata kota Batam ini yang dikerjakan oleh PT.Putera Jadi Mandiri Proyek drainase dikerjakan oleh pelaksana tentu telah menyalahi aturan dalam kontrak yang ditanda tanggani

Melihat dari mulainya pekerjaan tersebut tanggal 29 September 2015, di kerjakan petengahan Desember tentu kita pertanyakan dinas terkait dan pelaksananya kok bias begitu.

Diminta kepada penegak hukum yang berada di Batam ini pro aktif dalam menyelidiki proyek yang diduga dilalaikan dalam pkelaksanaanya dan sampai tidak siap seperti ini dan dalam pelaksanaanya melewati tanggal SPK dimulai tentu royek ini tak siap,
Pemilik proyek seperti dinas tata kota harus diusut oleh penegak hukum yang berada di Kota Batam proyek yang dianggarkan dari uang rakyat tidak siap dikerjakan dan nterbengkalai.

Tidak disiapkan oleh pelaksana tentu tidak lepas dari pengawasan dilapangan oleh pemilik proyek PPK PPTK juga termasuk kadis dipertanyakan dalam masalah proyek yang tidak siap ini selaku pemilik proyek.

Proyek ini milik dinas tata kota Batam tahun 2015 yang dikerjakan oleh PT.Putera jadi mandiri ini kuat dugaan telah terjadi kongkalingkong dalam pelaksanaanya diduga kuat ada kurupsi dalam pencairan pelaksanaan proyek ini.

Proyek ini yang dikerjakan tentu telah menyalahi aturan perjanjian yang telah disepakati dalam kontrak , masyarakat sekitar komplek tersebut sangat butuh drainase untuk lingkugan perumahan yang berada di komplek Perum Permata Regency Kelurahan Baloi Indah I.Kota Batam beranikah penegak hukum mengusutnya. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *