Proses Lelang Pekerjaan Jalan Kota Padang Sumbar POKJA Dituding Lakukan Lelang Curang,Suparman: Bidang dan Sub-Bidang Dikaburkan

 

Lelang Pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan jalan paket 5 menuai sanggahan, pasalnya salah seorang rekanan menilai penetapan pemenang lelang oleh POKJA VI ULP Kota Padang terindikasi melanggar aturan.

Padang, OvumNews.Com —Dugaan terjadinya kongkalingkong di POKJA Kota Padang bakal menuai badai, betapa tidak, dugaan permainan dalam memenangkan rekanan sudah terjadi semenjak beberapa tahun silam, kini mendapat batunya.
Ir. H. Suparman, SH,, M.Si Direktur PT. Putera Cipta Kreasi Pratama 18 September 2014 lalu, mengatakan dalam sanggahan terhadap hasil lelang pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan jalan paket 5 (lelang ulang) yang ditetapkan pemenangnya penawaran PT. Lubuk Minturun Konstruksi Persada dengan nomor urut 2.
Surat sanggahan yang ditujukan kepada POKJA VI yang beralamat di Komp. Perkantoran Balai Kota Padang Jalan By Pass Km 15, Suparman mempertanyakan POKJA terlalu cepat menetapkan pemenang lelang.
Suparman, pembukaan penawaran tanggal 15 September 2014, tak tahunya tanggal 17 September 2014 langsung dilakukan penetapan pemenang lelang, “ Ada apa semua ini” herannya, sembari mempertanyakan apakah POKJA mengerti aturan, atau sengaja bermain dengan calon rekanan yang akan dimenangkan.
Selama ini Pokja Kota Padang, terindikasi telah melakukan pengaburan data dalam hal menetapkan bidang dan sub bidang yang diminta SBU SI.003 Jasa Pelaksana untuk Konstruksi Jalan Raya (kecuali jalan layang), jalan rel kereta api dan landas pacu bandara. dalam lampiran I Perment No. 08/PRT/M/2011 tanggal 13 Juli 2011 tidak terdapat sepenggal kalimat menyebutkan pekerjaan aspal.
Pekerjaan aspal terdapat pada SBU SP.014 Perment No. 08/PRT/M/2011 ( ruang lingkup pekerjaannya adalah pengaspalan dengan rangkaian peralatan khusus), artinya POKJA telah merencanakan lelang curang ini semenjak awal perencanaan dengan cara mengaburkan bidang dan sub bidang” tegas Suparman sembari menambahkan dengan tujuan agar perusahaannya terkendala pada dukungan AMP.
Yang parahnya lagi, POKJA pun menginstruksikan pemilik AMP untuk tidak memberikan dukungan kepada perusahaannya, serta mencabut dukungan alat dari PT. Felixindo Hizri Utama lewat Bpk Daniel (PT. Lubuk Minturun Konstruksi Persada) perusahaan yang dimenangkan. Begitu juga dengan menggabungkan 17 paket pekerjaan menjadi 1 paket pekerjaan, sementara pekerjaan tersebut berjauhan lokasi.
POKJA menggugurkan perusahaannya dengan alasan jaminan penawaran tidak sesuai dengan yang ditetapkan dokumen pengadaan No. 002/ULP/POKJA-VI/P.28a/DPU/2014 dan Permen PU No. 14 tahun 2013 pasal 4B point 8 jaminan penawaran diterbitkan oleh Bank Umum. Dan pembatalan surat dukungan sewa peralatan oleh PT. Felixindo Hizri Utama terhadap PT. Putera Cipta Kreasi Pratama No. 01/ FHU-PCKP/SDSP/IX/2014 tanggal 15 September 2014, sehingga peralatan tak dapat terpenuhi.
“Surat jaminan paket pekerjaan konstruksi sampai dengan 50 milyar rupiah dan surat jaminan untuk paket jasa konsultasi sampai dengan 2,5 milyar rupiah dapat diterbitkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjamin/Perusaan Asuransi, sedangkan untuk surat jaminan paket pekerjaan konstruksi di atas 50 milyar rupiah dan surat jaminan untuk paket jasa konsultasi di atas 2,5 milyar rupiah wajib menggunakan surat jaminan yang diterbitkan oleh Bank Umum” tegasnya.
Ancam POKJA
Tak puas dengan penetapan pemenang lelang yang dilakukan oleh POKJA VI ULP Kota Padang yang memenangkan PT. Lubuk Minturun Konstruksi Persada untuk pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan jalan paket 5 (lelang ulang), Ir.H. Suparman, SH,, M.Si Direktur PT. Putera Cipta Kreasi Pratama mengancam.
Dalam surat sanggahannya tertanggal 18 September 2014 lalu disampaikan, akan mengambil langkah hukum yang lebih kongkrit baik pidana maupun perdata, karena Suparman menilai ada dugaan rekayasa antara POKJA dengan rekanan yang dimenangkan.
Tidak hanya sampai disitu, Suparman yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jasa Konstruksi (LBH-JK), akan membongkar permainan seluruh pelelangan yang terindikasi curang 10 tahun terakhir di Kota Padang.
“Kami memiliki bukti-bukti perusahaan-perusahaan yang dimenangkan oleh POKJA Kota Padang yang terindikasi kongkalingkong dengan rekanan, yang telah merugikan keuangan negara” tegas Suparman mengakiri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *