Proyek BWSS 23 Milyar Terancam Amburuk

kondisi proyek dilapangan 111
 

Harga Satuan Pasangan Batu Rehab Irigasi Anai Dinilai Tak Wajar Yang Dikerjakan PT.WKS.

Ovumnews.Com–.Padang Pariaman- Demi kejar keuntungan berlipat, PT. Wijaya Karya Semesta – PT Indobangun Grup (JO) tekan harga ke subkon dengan nilai yang tak wajar. Hal tersebut berdampak amburadulnya pencapaian mutu pekerjaan. Ironisnya, PPK, Danwismai terkesan bungkam ketika di konfirmasi. Nah, ada apa?

Hal tersebut terkait pembangunan Irigasi Batang Anai yang merupakan program strategis pemerintah dalam usaha mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sementara Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V tiap tahun diadakan perbaikan atau rehab jaringan tersier tersebut yang bertujuan agar ketersedian air terus terjaga ke lahan pertanian masyarakat.

Namun, niat baik yang dilakukan pihak BWSS V tersebut untuk menjaga ketersediaan air tak dibarengi oleh niat oknum-oknum bermental korup. Sehingga, proyek rehab jaringan tersier itu terkesan menjadi ajang cari untung bagi oknum pejabat di BWSS V dan pihak kontraktor pelaksana.

Berdasarkan hasil pengumuman pemenang lelang, pihak BWSS V mempercayakan rehabilitasi irigasi Anai I (6.764 Ha) Lanjutan tersebut kepada. PT. Wijaya Karya Semesta dengan nilai kontrak Rp. 23.120.888.000. Perusahaan asal Sungguminasa Provinsi Sulawesi Selatan ini penawarannya turun hingga 20 persen dari pagu dana sebesar Rp. 28.896.890.000, tentunya hal tersebut sangat berdampak kepada mutu dan kualitas pekerjaan.

Buktinya, perusahaan yang beralamat di Jalan Andi Mallombasang No. 28 Sunguminasa Provinsi Sulawesi Selatan ini diduga tak mampu melaksanakan pekerjaan sendiri, sehingga pekerjaan dilaksanakan dengan sistim joint operation (Jo) dengan PT. Indobangun Group, meski saat pembukaan penawaran tidak terlihat adanya Jo.

Alhasil, semua pekerjaan dilapangan diserahkan sepenuhnya kepada PT. Indobangun Group sebagai pelaksana. Ironisnya, perusahaan yang mengambil Jo dengan Pemenang lelang tersebut men-subkan pasangan batu kepada warga sekitar (kepala tukang) proyek dengan harga yang dinilai tidak wajar yakni Rp. 465.000/M3 termasuk plasteran dan acian.

Berdasarkan investigasi media ini dilokasi proyek Jum’at (13/1), terlihat pada pekerjaan di beberapa titik sudah banyak yang retak dan rengkah. Tentunya, hal tersebut membuktikan spesifikasi atau campuran adukan yang dipakai untuk pasangan batu tidak sesuai spesifikasi teknis.

Setali tiga uang, bukan hanya kontraktor pelaksana (JO) yang terkesan memainkan mutu pekerjaan untuk meraup untung yang besar, konsultan pengawas dari PT. Suwanda Karya Abadi yang beralamat di Komplek Bumi Asri Mekar Rahayu Blok II/B.7 Kopo Bandung Jawa Barat yang dipercaya pihak BWSS V untuk mengawasi pekerjaan rehabilitasi Anai I tersebut juga terkesan merestui hasil pekerjaan yang dikoordinatori oleh Menker Arryo, ST,

Kendati, harga kontrak konsultan pengawas cukup fantastis yakni Rp. 1.062.870.000,-, ternyata tidak menjamin pekerjaan tersebut diawasi oleh konsultan sesuai kontrak kerja. Seyogyanya, konsultan pengawas juga harus mengetahui fungsi dan tujuan pengawasan yang dilakukan, sehingga kontraktor pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan mengacu kepada perencanaan.

Menurut keterangan masyarakat sekitar, Anton yang ditemui dilokasi proyek membenarkan kalau pekerjaan tersebut perbandingan adukan semen-nya diragukan. Kalau adukan semen dilaksanakan sesuai kontrak kerja, tentunya tidak akan ditemui retak atau rengkah. Ini, rengkahnya pas air besar kemaren, sebutnya.

“kini, pasangan batu itu banyak yang retak, namun belum ada perbaikan. Namun, kita harapkan secepatnya dilakukan perbaikan agar tidak bertambah rengkah,”ucapnya seraya mengatakan, sekarang khan masih masa pemeliharaan.

Menurut informasi dan data yang dimiliki media ini, Menker Arryo, ST selaku Koordinator PT. Wijaya Karya Semesta – PT Indobangun Grup (JO) sengaja memberikan harga yang dinilai tidak wajar kepada beberapa kepala tukang untuk melaksanakan pekerjaan. Namun, karena kebutuhan atau tuntutan ekonomi, beberapa kepala tukang (sub) tetap menyanggupi, kendati mutu dan kualitas pekerjaan yang jadi korban.

Ketika wartawan media ini mengkonfirmasikan hal tersebut dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Danwismai, ST Jum’at (13/1) melalui WhatsAppnya terkesan enggan menjawab pertanyaan media ini, meski semua temuan berupa foto dan kontrak kerja pasangan batu antara kontraktor pelaksana dengan tukang dikirimkan dan dibacanya. Namun, hingga berita ini naik cetak belum ada tanggapan dari PPK. (Ovn03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *