Proyek Drainase Sekuler Hancur Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

 

Batam.Ovumnews.com–Semenjak pemerintah Jokowi memimpin bangsa ini bukan sedikit anggaran untuk proyek didaerah demi kelancaran pembangunan di daerah-dareah, tapi dilain pihak dalam pelaksanaan proyek yang dimenagkan oleh kontraktor pelaksana mengerjakan pekerjaan berbuat sesuka hati.

Ironisnya proyek yang berjumlah milyaran tersebut tidak didukung dengan papan pengenal proyek yang seharusnya, dilihatkan oleh pelaksana agar mudah masyarakat mengontrol proyek berasal dari uang rakyat.

Proyek drainase sekuler tersebut yang dikerjakan oleh ,CV. SENENDAN selaku pemenang yang beralamat Gg. Awang Nur RT 05 / 06 Kel. Baran Kec Meral – Karimun (Kab.) – Kepulauan Riau Dengan harga penawaran Rp 1.510.910.332,00

Hasil investigasi 26/10 dilapangan terlihat bangun untuk penahan tebing saluran sekuler setinggi 4 meter tersebut hancur diduga akibat pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai spek.

Terlihat bagian marerial batu yang hancur tersebut, yang telah dipasang sangat keci-kecil pemakaian semen seadanya pasir bercampur tanah.proyek patah pingang.

Pembangun proyek batu miring tanpa ada kemiringan, tegak berdiri lurus setinggi 4 meter tanpa memakai tulangan kolom praktis untuk lebar dan tinggi 2 meter.supaya proyek tidak roboh.

Dimana pekerjaan tersebut terindikasi tidak sesuai spesifikasi teknis dan dokumen bestek. Bahkan, kuat dugaan base (pondasi/dasar) tidak sudah jelas proyek akan hancur karena tidak kuat menahan beban dari atas.

Pemasangan saluran siap jadi U ditch precast.asal jadi berkelok-kelok tidak sama juga semen coran tidak dikasih bagian lantai U ditch precast untuk sambungan .

Proyek yang dibangun mengunakan anggaran APBD 2016 tersebut kini hancur dalam masa pelaksanaan pekerjaan dibeberapa titik,pasangan batu miring untuk saluran Sekuler hancur berantakan.

Proyek yang berada disepanjang jalan tersebut diduga tidak bisa bertahan lama ,lihat saja nasib proyek baru siap dikerjakan berapa hari, hancur diduga kuat dalam pelaksanaan tidak sesuai Spesifikasi tehnis diduga kuat lemahnya pengawasan dari pihak PU Kota Batam PPK Wiratmoko.

Awang mengaku selaku pelaksana dilapangan,hancurnya proyek ini akibat paktor alam.bangunan ini lurus dibangun akibat batu bagian dinding susah dipecah,Awang dengan memohon jangan diberitakan
Wiratmoko selaku PPK dikomfirmsi lewat sambungan HP dengan tegas kita akan awasi benar proyek tersebut proyek tersebut dalam masa pekerjaan pelaksana,masih tangung jawab pelaksana.

Edwar Hafri Ketua (LSM AMPERA INDONESIA),menangapi Selasa 15/11 dengan tegas mengatakan,proyek yang hancur diperbaiki bagian yang hancur bagai mana bagian yang titik yang telah dipasang diduga tidak sesuai spek.

Kita minta kepada pihak penegak hukum untuk turun kelapangan melihat memeriksa proyek tersebut proyek hancur waktu dalam pelaksanaan.

Kita melihat material yang dipasang untuk proyek jelas tidak sesuai Spek batu bercampur lumpur dan kurangnya pemakaian semen batu yang dipasang asal jadi.Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *