Proyek Gedung Sekolah Rp 14 Milyar Milik Dinas Pendidikan Propinsi Sumbar Dalam Masa Pemeliharaan Terancam Roboh

 

Pembangunan Gedung Sekolah Keberkatan Milik Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat,Sungguh tragis, gedung sekolah keberkatan milik Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat baru dalam masa pemeliharaan terancam roboh. Pasalnya, kondisi fisik bangunan terlihat sangat memperhatikan. Kini, banyak masyarakat berasumsi pembangunan gedung tersebut kuat indikasi penyimpangan.Sanggupkan penegak hukum mengusutnya?

Padang, ovumnews.com.Baru siap lima bulan selesai dibangun dengan biaya Rp. 14 miliar, gedung sekolah keberbakatan Propinsi Sumatera Barat sudah mengalami penurunan dimana sekeliling gedung sudah rengkah, bahkan tangganya sudah patah, melihat kondisi ini bangunan tersebut terancam ambruk.yang dirilis dari BKNews.com

Bahkan karyawan UPTD Dinas Pemuda Olahraga Propinsi Sumbar yang berkantor dilingkungan tersebut juga heran melihat gedung seperti dalam kondisi habis digoyang gempa besar, sehingga membuat lantai bangunan turun dan tangganya patah dan rengkah.”Lihat saja kondisinya sekeliling gedung sudah rengkah, inikan aneh, gedungnya baru saja selesai dibangun beberapa bulan lalu tapi sudah rusak separah ini,”kata salah seorang karyawan UPTD Dinas Pemuda Olahraga Propinsi Sumbar yang namanya minta dirahasiakan.

Ironisnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat sampai saat ini terindikasi belum memerintahkan kontraktor pelaksana untuk segera memperbaiki, meski diduga pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum media ini, pembangunan gedung yang menelan biaya Rp. 14 Miliar itu berbau KKN, karena berdasarkan bukti fisik yang ada, kini kondisi gedung rusak parah, dan terancam roboh, sehingga belum maksimal dimanfaatkan.
”Kita minta aparat penegak hukum tidak tinggal diam melihat asset Negara seperti ini, sebab tidak sedikit nilai rupiah yang dihabiskan buat pembangunannya, tapi kenyataannya baru lima bulan selesai dilaksanakan, sudah mengalami rusak separah ini, karenanya kita berharap sekali pembangunannya ditinjau kembali supaya diketahui akar masalahnya,”kata Ketua Dewan LSM Bersatu (DLB) Sumatera Barat, Mayor Purn TNI-AD Samsir Burhan kepada media menanggapi persoalan tersebut.

Sejak diketahui gedung sekolah keberbakatan Propinsi Sumbar terjadi kerusakan yang cukup parah, Rusli Ardion, SE. MM, selaku Pejabat Pembuat Komitmen disinyalir sering tidak berada diruang kerjanya. menurut informasi yang diperoleh dikantornya, yang bersangkutan sering berada dilapangan, namun kenyataannya informasi tersebut diduga bertolak belakang dengan yang sebenarnya, dimana menurut informasi dari karyawan UPTD setempat yang bersangkutan dalam beberapa pekan ini sudah jarang kesini.

Masih dari informasi dilingkungan Diknas Sumbar, Rusli Ardion memang jarang berada diruang kerjanya, hal ini dilakukan untuk menghindari wartawan yang mencari informasi terkait pembangunan gedung sekolah keberbakatan yang mengalami rusak parah.”Kalau masalah kerusakan itu sudah kita minta kepada kontraktornya untuk segera diperbaiki, sekarang sedang dilakukan perbaikan. Sebab, masih dalam masa pemeliharaan,”kata Johni Nurdin, MM, Kepala Bidang PK-LK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat kepada media ini saat berada diruang kerja Rusli Ardion dimana Rusli Ardion tidak berada ditempat.

Namun saat ditanya kembali apakah Ia sudah melihat kondisi gedung tersebut telah diperbaiki, dengan bahasa penuh keraguan Johni Nurdin mengatakan, sudah, tetapi beberapa pekan lalu.

Bagaimana kondisi sekarang saya tidak tahu, tapi yang jelasnya itu tanggung jawab PPK karena untuk jabatan itu Rusli Ardion di SK-kan, jadi tidak main – main,”sebut Johni sedikit mengalihkan jawaban.

Untuk lebih jelas menyangkut pembangunan tersebut silahkan dengan PPK, karena Ia yang lebih mengetahui dan bisa menjelaskannya teknis pekerjaan.”Setahu saya pekerjaan sekarang merupakan pembangunan lanjutan dari pembangunan tahun sebelumnya, pastinya sama Ardion lah nanti, tunggulah Ardion nanti datang,”ujarnya.

Ketika diminta untuk menghubungi bawahannya tersebut, Johni Nurdin sedikit berkilah dengan mengatakan,”Tunggu saja diruangan ini, nanti Ardion nya datang, kalau tidak bisa hari ini (Jumat 22/1-red) hari Senin saja kesini,”kata Johni menyarankan. Karena waktu sudah menunjukan pukul setengah empat sore kru media ini memutuskan untuk mengkonfirmasi ulang pada hari Seninnya.

Pada hari Senin (25/1) pukul 11, 30 siang kru media ini mendatangi ruang kerja Rusli Ardion PPK Pembangunan Gedung Sekolah Keberbakatan Propinsi Sumatera Barat, yang saat itu tengah berada diruang kerjanya bersama salah seorang staf dan Sultani, SH Anggota tim teknis proyek tersebut, saat dikonfirmasi menyangkut kerusakan gedung tersebut, Rusli Ardion mengatakan pihaknya sudah meminta kontraktor untuk memperbaikinya. Sebab, sesuai aturan masih dalam masa pemeliharaan dan masih menjadi tanggung jawab kontraktor.

Ini akibat terjadi penurunan tanah, sehingga beberapa bagian bangunan ikut turun yang membuat terjadinya rengkahan seperti terlihat ini. Dan hal ini sudah kita bicarakan dengan rekanan untuk diperbaiki. Namun, sampai sekarang memang belum dikerjakan, sedangkan waktu masa pemeliharaan sudah hampir berakhir pada bulan Februari ini,”kata Andi demikian panggilan singkat Sultani menimpali perkataan Rusli Ardion.

Adanya dugaan penyimpangan pada pembangunan gedung sekolah keberbakatan Propinsi Sumatera Barat tersebut, menurut berbagai pihak pengiat anti korupsi didaerah ini perlu dilakukan peninjauan ulang terkait proses pembangunan proyek yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp. 14 miliar tersebut, seperti apakah tanggapannya, tunggu investigasi selanjutnya bin 034/Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *