Proyek Halte Milik Dinas Perhubungan Batam Tahun 2014 Jadi Pertanyaan,Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

 

Batam Ovumnews.com–Nampaknya permainan proyek mulai dari pelelangan umum sampai pada tahapan pelaksanaan pekerjaan dilapangan,mulai dibidik mafia permainan proyek yang ber oriantasi pada pencapaian mencari keuntungan yang mengabaikan mutu serta kualitas.
Kini di Batam Pelaksanaan pekerjaan pisik pembangunan, terutama dibawah dinas perhubungan kota Batam tahun 2014.Mulai digerogoti pelaku pemain proyek dengan mengunakan berbagai modus operandi.buktinya berapa proyek pemerintah Kota Batam dengan Pekerjaan pelaksanaan pembangunan Halte diberapa titik diruas jalan raya Tiban Kampung menuju Sungai harapan Sikupang memiriskan, bentuknya membuat tanda tanya ,pekerjaan diduga asal jadi tidak sesuai spek.
Buktinya baru saja diselesaikan dua bulan oleh pelaksana pilihan dinas terkait .keadaan nyata hasil pelaksanaan pekerjaan yang diangarkan Negara dengan nilai ratusan juta tersebut, diberapa titik sudah mulai hancur.Pasalnya saat bakinews melakukan investigasi dilapangan 24/02/15 terlihat bagian lantai tempat parkir pemberhentian di halte tersebut telah hancur berantakan diduga pekerjaan lantai asal jadi.
Proyek tersebut sudah hancur akibat parkir hanya mobil yang parkir milik dinas terkait.Diihat dari hasil pekerjaan dilapangan pembangunan halte tersebut diberapa titik yang dibangun tampa tendanya sebagai mana mestinya halte yang telah dibangun sebelumnya. Juga dilokasi bangunan halte tersebut tidak semuanya dibangun tempat parkir pemberhentian lantainya dikerjakan .yang berada di pingir jalan aspal serta didepan halte yang dibangun.
Seorang pemasang rambu-rambu ditemuai disetiap halte tersebut ,mengatakan di lokasi halte batu aji mengatakan halte tersebut dibangun dana tidak mencukupi itu namanya halte untuk tempat pemberhentian saja.
Buktinya,lepasnya berapa metrial utama kontruksi tempat parker pemberhentian didepan halte tersebut mengisaratkan adanya dugaan mengurangi metrial untuk bangunan lantai parkir serta metrial pengunci hamparan cor . tak hanya itu, sesaat melihat keadaan halte yang dibangun jadi pertanyaan kita bahkan diduga kuat halte ini tak luput dari permainan volume ,pemaian dilapangan oleh pihak pelaksana proyek dengan nilai ratusan juta rupiah. Kondisi proyek halte yang mengherankan lagi,dari berapa titik halte yang dibangun di sepanjang jalan Tiban kampung Sungai haran Batuaji dikerjakan oleh pelaksana bakalan tak mencapai umur konstruksi lihat saja sudah ada yang hancur .
Seperti yang lilontarkan masyarakat kepada Ovumnews.com , baru-baru ini dimana mereka sangat kecewa degan hasil proyek pembangunan halte lantai tempat pakir hancur bentuknya dipertanyakan.Mau bilang apa. kita sebagai masyarakat hanya dapat melihat serta menerima keadaan pekerjaan yang katanya telah selesai sesuai dengan umurnya baru akan hancur.himbaunya mengaharap walikota Batam maupun DPRD turun melihat kelokasi pekerjaan guna meninjau hasil proyek tersebut terutama proyek Dinas pehubungan kota Batam .
Lebih memiriskan lagi bagian dinas teknis Perhubungan kota batam untuk bangunan halte ini terkesan merestui pekerjaan yang diduga mengrangi volume dan tak dapat berbuat banyak.Alhasil ,tak mengherankan lagi ratusan juta rupiah dana masyarakat untuk pembiayaan proyek yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran arus traportasi terkesan sia-sia dan sangan menguntungkan bagi pemain proyek yang meraut untung tanpa mendahulukan mutu serta kualitas sebuah proyek.
Cukup banyak derita masyarakat penguna jalan melihat hasil proyek yang dikerjakan kontraktor selaku pelaksana dengan dinas Perhubungan Kota Batam Hancurar-hancuran,setelah Bakinews menyilisir proyek yang bearada di Tiban kampung sungai harapan Batuaji Bescem Batam.Proyek tak memiliki jaminan kontruksi, kini ruashalte jadi pertanyaan masyarakat penguna jalan yang lewat jalan tersebut.
Arezon Adre SH, mengatakan sudah jelas halte yang dibangun dipingir jalan raya tersebut dipertanyakan setiap penguna jalan yang melihat halte tersebut, tidak ada tempat belindungya bagi pengunggu penumpang dikala hari hujan panas , tapi kita belum jelas apa ini proyek sudah sesuai perencanaan awal sebagai mana yang diharapkan masyarakat atau sebegini bentuknya, bagian yang hancur untuk parkir kendaraan datang sudah hancur tentu kita pertanyakan juga bagai mana baru dua bulan siap dikerjakan sudah ada hancur diberapa titik.
Kita menilai kalau proyek tidak cukup dananya ,dibangun begini rupa tentu jelas jadi pertanyaan masyarakat.karena tidak ada tendanya.
Untuk lebihnya jelasya proyek tersebut, pihak hukum sudah yang bisa melihat salah, betulnya proyek ini, yang bentunya asal jadi, dengan alasan proyek halte untuk tempat berhenti saja, juga dengan alasan proyek kurang dana diakhir tahun, dari pada dikembalikan tentu untuk tahun berikutnya dana yang akan dikucurkan dipertanyakan kepada dinas terkait.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *