Proyek Hancur Milik PSDA Sumbar Pantai Sasak Pasaman Barat Diduga Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi

 

LSM Ampera Indonesia Awalludin Ayub.Beranikah Penegak Hukum Mengusutnya.Proyek Hancur Milik PSDA Sumbar Diduga Pekerjan Tak Sesuai Spesifikasi

Pasaman Barat.Ovumnews.com —Proyek Paket Pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Sasak” pengaman Pantai Sasak, baik yang dikerjakan milik PSDA Sumbar tahun anggaran 2015 yang dikerjakan PT. Mafri Jaya Abadi urutan pemenang kedua dari pemenang pertama SURYA PRATAMA NATURAL, PT.

Dengan tanggal 06 Maret 2015,Nilai Kotrak Rp. 3,629,742,000 dengan nomor Kontrak. HK.02.03/15/BWS.SV-PJSA/SP-I/III/2015.waktu pelaksana 300 Hari.Milik Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, PPK SUNGAI DAN PANTAI I.
SNVT PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR SUMATERA V PROVINSI SUMATERA BARAT dilansir dari LPSE SDA Sumbar

Tak bertahan lama. Pasalnya, dari awal proyek berasal dari dana APBN dan APBD tersebut, pekerjaannya diduga tak sesuai spesifikasi, apalagi kurangnya pengawasan namun permainan dalam pekerjaan proyek tersebut beranikah penehak hukum mengusutnya.saat sekarang proyek hancur

Proyek Pantai Sasak, terlihat patah melihat langsung hancurnya pasangan batu penahan pantai tersebut. yang diduga tak sesuai dengan spesifikasi.

Pasalnya, tanah timbunan tersebut saat terkikis air, menimbulkan rongga dan lubang besar Melihat kondisi pekerjaan Patah Pingang diduga waktu pekerjaan awal untuk pondasi bawah kurang padat ada permainan tidak sehat dalam pekerjaan awal terbut membuat proyek hanya berumur satu tahun sudah hancur.

Aktipis (LSM AMPERA ) Indonesia Awalluddin Ayub Mengatakan, proyek tersebut ambruk, indikasi yang muncul kontraktor tidak penuhi standar sesuai perencanaan kontrak. Bisa juga ujarnya, adanya unsur kelalaian dari pihak konsultan pengawas dalam mengawasi pekerjaan dilapangan sewaktu proyek dikerjakan ,Sehingga bangunan terkesan asal jadi tak jarang seperti yang terjadi di sasak ini

Diduga pekerjaan proyek ini bermasalah. Pasalnya, tanah timbunan tersebut saat terkikis air, menimbulkan rongga dan lubang besar diantara dibelakang dan dibah bangunan susunan batu krib tersebut. Ini juga menjadi penyebabnya hancurnya pasangan yang dicor diatas.

Terlepas dari hancurnya Pasangan batu penahan Pantai Sasak ini, Awalludin menuding disebabkan lemahnya pengawasan. Dan, kesalahan yang terjadi pada pekerjaan proyek merupakan kesalahan dari pengawas. Jika pengawasnya ketat, maka setiap pekerjaan yang dilakukan haruslah melalui persetujuan.

” Pengawas haruslah mencatat setiap pekerjaan yang dilakukan. Kalau ini dilakukan, tak akan mungkin ada kesalahan, sebab semua pekerjaan diketahui pengawas,”akan bertahan dengan umur yang telah ditentukan dalam kontraknya terutama dalam jasa kontruksi katanya.

Kita minta kepada penegak hukum untuk mengusutnya,terkait proyek baru belum cukup umur setelah di terima pemilik sudah hancur begini rupa.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *