Proyek Jalan Nasional Kubukerambil Hancur PPK Eldawati Sibuk Ke Luar Kota

 

Tak Bertangung jawab itulah tudingan yang mengarah kepada PPK.Eldawati Pasalnya Jalan Raya Kubu kerambil Batusangkar (P.035) dikerjakan oleh PT.Arpex Primadhamor dalam kondisi hancur,Bukan hanya sibuk memperbaiki .Malah sibuk keluar kota ,Wajar saja hancur jalan tersebut dan tak pedulikanya PPK,Menuai hujatan masyarakat.

Pariangan,Ovumnews.Com–Ironis, meski kontraktor pelaksana sekelas Arpex Primadhamor tidak asing lagi dikalangan para pelaku jasa konstruksi di Sumatera Barat, ternyata kinerja dari perusahaan tersebut juga terindikasi buruk. Bukti tersebut terlihat pada Proyek Peningkatan Jalan Kubu Kerambil-Batusangkar (P.035) yang baru siap dilaksanakan kini sudah mulai retak. Nah, kok bisa!

Hasil pekerjaan PT.ARPEX PRIMADHAMOR dalam pelaksanaan pelebaran jalan dan pengaspalan ruas jalan menuju Batusangakar tepatnya di Lipek Pageh Kelok Pauh Pariangan Biaro (sebelum Simabur dari Kota padang Panjang) milik Dinas Prasarana Jalan,Tata Ruang dan Permukiman Prov. Sumbar Paket Peningkatan Jalan Kubu Kerambil-Batusangkar (P.035) dengan nilai proyek Rp 9.034.250.000,00 tahun 2015 lalu, kini menjadi sorotan semua pihak.

Pasalnya, PT. Arpex Primadhamor terkesan tidak mengutamakan mutu dalam pekerjaan. Sehingga kualitas pengaspalan jalan yang sudah dikerjakan diragukan bakal bertahan lama. Bahkan, kini persoalan tersebut menjadi perbincangan hangat ditengah – tengah masyarakat yang melewati ruans jalan tersebut.

Berdasarkan pengamatan media ini, kontraktor pelaksana terindikasi kuat memainkan volume base (pondasi/dasar) struktur jalan tersebut, bahkan kuat dugaan pemadatan pada Base jalan tidak sempurna, sehingga menimbulkan penurunan jalan yang juga berakibat kepada keretakan jalan yang sudah diaspal.

Seperti yang dituturkan oleh Mak Aggah (20/02) yang hendak pergi keladang mengatakan, bahwa jalan ini baru diaspal bulan Desember kemaren tahun 2015 yang notabene adalah jalan nasional Lintas Kabupaten, baru sekitar dua bulan berjalan dilakukan pengaspalan dalam rangka pelebaran jalan.

Namun, dalam beberapa bulan ini, badan jalan tersebut sudah mengalami kerusakan
seperti, Aspalnya retak diduga dalam pelaksanaan pelebaran timbunan kurang padat, serta kuat dugaan telah mengurangi volume yang terindikasi direstui pegawas. Parahnya, juga terlihat batu miring yang dipasang untuk penahan badan jalan tersebut juga retak-retak dititik depan pohon.

Ketika di konfirmasikan kepada Kabid Jasa Konstruksi (Jakon) Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Sumbar, Indra Jaya Sabtu (24/02) lewat pesan singkat ke Hp-nya tidak ada jawaban.

Hancurnya jalan tersebut hujatan kepada PPK.Eldawati terkait Pasalnya Jalan Raya Kubu kerambil Batusangkar (P.035) dikerjakan oleh PT.Arpex Primadhamor dalam kondisi hancur,Bukan hanya sibuk memperbaiki .Malah sibuk keluar kota ,Wajar saja hancur jalan tersebut dan tak pedulikanya PPK,Menuai hujatan masyarakat.

Aktifis LSM Ampera Indonesia, Awalluddin telihat geram ketika dikonfirmasi Sabtu (22/2) lalu. Menurutnya, hancurnya jalan Nasional yang baru dua bulan siap dikerjakan sangat disesalkan. Sebab, pekerjaan tersebut mulai hancur dalam masa pemeliharaan.
“Wajarlah, proyek yang jauh dari jangkauan masyarakat ini terindikasi banyak terjadi permainan, sehingga menimbulkan polemik ketika pekerjaan tersebut telah usai dilaksanakan.

Bahkan, rekanan terindikasi bekerjasama dengan pengawas untuk mem-PHO pekerjaan tersebut meski dari awal pelaksanaan terindikasi ada dugaan kongkalingkong. Sebab, masa iya, pekerjaan baru siap dilaksanakan sudah hancur begini, ini jelas membuktikan kalau pemadatan yang dilakukan oleh PT. Arpex Primadhamor tidak sempurna,” katanya heran.

Untuk itu kata Awaluddin, Kita minta kepada penegak hukum untuk melakukan penyidikan terhadap proyek tersebut. Karena, proyek tersebut baru siap dilaksanakan sudah mengalami keretakan yang cukup panjang. (Hasmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *