Proyek Pembangunan SKB Hancur Milik Dinas Pendidikan Kota Batam. Rp 3,3.Miyar Th 2016

 

Sungguh tragis proyek SKB Milik Dinas Pendidikan Kota Batam Hancur dalam masa pemeliharaan kondisi bangunan batu miring, masyarakat berasumsi pembangun SKB tersebut kuat indikasi sarat penyimpangan sangupkah penegak hukum mengusutnya.

Batam.ovumnews.com..Lihat saja nasib proyek baru siap dikerjakan berapa hari,ditengarai hancur diduga kuat dalam pelaksanaan tidak sesuai Spesifikasi tehnis diduga kuat lemahnya pengawan dari pihak Dinas Pendidikan Kota Batam.

Pembangunan Sekolah Baru (SKB) baru 2 hari kontrak habis dalam masa pelaksanaan proyek dengan nilai Rp. 3,075.000.000,Pembangunan Sekolah Baru (SKB) SMPN 56 Batam Tiban Lama Tanggal kontrak.04.Agustus 2016 s/d 27 Desember 2016,Waktu pelaksana 150 hari kalender Pelaksana PT.Cimedang Sakti Kotrakindo Pengawas PT.Dhafa Putra Arsitek

Anehnya,yang tengah dilaksanakan diduga tidak ada pengawasan baik itu dari konsultan pengawas mau pun dari dinas terkait.hal hasil kontraktor seenak perutnya saja mengerjakan pekerjaan tidak sesuai Spesifikasi tehnis dan dokumen bestek.

Bukan itu saja kejanggalan yang terjadi,untuk pasangan batu sendiri dididuga pasir bercampur lumpur semen kurang.Disini terlihat sekali pekerjaan yang dikerjakan oleh PT.Cimedang Sakti Kotrakindo, terindikasi tidak profisional ,karena dengan sengaja mengurangi / menyimpangan dari Spesifikasi tehnis dan dokumen bestek untuk meraut keuntungan yang lebih besar .

Pekerja mengatakan dilokasi hancurnya batu miring tersebut akibat disengol beko.kontraktor nya Renhar,kita makan gaji saja pak.

Pembangunan gedung SKB baru berada di pinggir bukit, awalnya pekerjaan untuk lokasi lahan sekolah pelaksana memotong bukit, menimbun kembali setinggi 2 meter.

Pelaksana membangun batu miring untuk lahan tersebut agar tanah potongan yang telah ditimbun tidak lonsor.

Pemasangan batu miring diduga kuat ,tidak sesuai Spesifikasi tehnis melihat dari hasil pekerjaan untuk pemakain material semen kuran dan pasir bercampur lumpur ,dan pasangan material batu kecil untuk pondasi bagian bawah.

Proyek yang retak-retak diperbaiki didompol dengan semen murni pasangan batu miring lurus bukan miring diduga tidak sesuai spek.

Dari hasil bagian yang hancur tersebut terlihat pasangan batu tidak menyatu dengan tiang cor,juga bagian dinding retek-retak sepanjang yang dibangun batu miring menunggu kehancuran untuk berikutnya.

Proyek batu miring setinggi 4 meter tampa ada kolom praktis untuk pasangan slop 2 meter x 2/dua meter yang telah dipasang batu miring.

Masyarakat juga menambahkan, kalau ini disengol Beko mengapa sampai keujung proyek ini retak-retak ,padahal proyek ini lebih lima ratus meter. Dulunya pemotongan setengah dari batu miring ini yang dipotong , ditimbun lagi tanah potongan tersebut ada 2 meter.

Tanah potongan yang dibangun batu miring, karena tanah timbunan baru setengah ,digenangi air, tambah lagi dengan pasangan batu, diduga tidak sesuai spek ya hancur, ya maklumlah pak ini kan proyek pemerintah.

Arezon ,Andre SH Selaku Aktipis (LSM AMPERA INDONESIA),menangapi Selasa 2/01/2017 dengan tegas mengatakan,Kita minta kepada pihak penegak hukum untuk turun kelapangan melihat memeriksa proyek tersebut proyek hancur waktu dalam emeliharaan .

Kita melihat material yang dipasang untuk proyek jelas tidak sesuai Spek pasir bercampur lumpur dan kurangnya pemakaian semen batu yang dipasang asal jadi
Dugaan buramnya pelaksanaan tenggarai proses pekerjaan dalam pelaksanaan barang dan dan jasa Tahun Anggaran 2016 ini diduga sarat penyimpangan dan dapat dikategorikan pelanggaran UU Korupsi,

Seyogyanya hal tersebut pinta LSM AMPERA Indonesia, mendapat perhatian dari aparat penegak hukum sebagai pintu masuk lakukan penyelidikan dugaan penyimpangan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *