Proyek Pembuatan Kapal Tangkap Ikan Nelayan Se Kepri Milik Dinas DPK Kepri Thn 2015 Diduga Kapal Pompong Lama Direnopasi

 

Batam Kepri ,Ovumnews.Com –Masyarakat Nelayan kabupaten Kota di Kepri akan sangat senang, dan berterima kasih kepada pemerintah terutama kepada dinas perikan Propinsi Kepri .” Terkait akan diterimanya kapal penangkap ikan dengan ukuran 2GT dan 5Gt yang dilampisi Fiber beserta alat tangkapnya untuk tahun 2015 ini.

Proyek yang dilaksanakan oleh MURNI KARYA dengan nilai Pembangunan Kapal Tangkap Ikan Lapis Fiber Luar Dalam 5 GT kontrak,RP. Rp 7.727.683.040,00 ke dua dikerjakan oleh budi putra indonesia (bupindo) cv Rp 8.704.080.000,00 Pembangunan Kapal Tangkap Ikan Lapis Fiber Luar Dalam 2 GT Beserta Alat Tangkap dan Kelengkapannya.

Aneh jadi pertanyaan dilapangan tempat pembuatan kapal penangkap ikan tersebut tanpa ada plang indetitas dengan adanya proyek pemerintah dengan nilai belasan milyar milik dinas Perikanan Kepri tahun anggaran 2015, yang dibuat untuk pekerjaan pelampisan Fiber dan pemasangan mesin berada di kampung Tua Gundap Kota Batam.

Hasil Investigasi Aktual dilapangan 28/07 dan 02/07 telihat pekerja melakukan pembongkaran kapal penangkap ikan lama yang akan direnopasi ,juga terlihat kapal stok lama yang diperbaiki seharusnya tidak dilakukan sebagai mana mestinya oleh pekerja sebagai pompong lama yang diperbaiki terlihat lobang bekas paku ditutup dengan dompol agar tidak kelihatan akan dilampisi Fiber agar tidak kelihatan. gading kelihatan bekas dan lunas ada bekas pakai.

Edi mengaku selaku pengawas dilapangan mengatakan kepada Ovumnews.Com tidak semuanya kapal pompong ini kita terima dari yang membuatnya yang diberikan kepada kita.”Ada belasan buah kapal pompong stok lama tersebut yang rusak dan keropos dititik tertentu dipompong tersebut uangkapnya kepada Ovumnews.Com kita tidak terima ini pompong bapak lihat sendiri begini bentuknya.

Pengawas mengatakan,dua model kapal penangkap ikan ini telah dibawa ke Tanjung Pinang kepada Dinas tersebut 2 buah diperlihatkan dibawah kesana sekarang dibawah kesini lagi .Ia menambahkan masyarakat yang menerima bisa juga mengabil sendiri kapal penangkap ikan ini , yang telah ditentukan siapa pemiliknya boleh jeput sendiri, dia masyarakat menjeput tentu kita buat berita acaranya jangan terjadi yang tidak diingini.

Masyarakat setempat juga mengatakan kepada Ovumnews.Com kapal ini diperuntukan untuk Nelayan Se kabupaten Kepri yang menerima Lingga Batam Tanjung Pinang Karimun Natuna Bintan Kepulauan Anambas tentu tidak mengeluar uang sepersenpun juga serta alat tangkap ikannya serta kunci-kunci mesin jangan ada yang kurang dikemudian hari.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Raja Ariza,Dikomfirmasi lewat hpnya ,mengatakan dengan tegas kapal-kapal pompon tersebut harus mempegunakan material kayu baru bukan bekas.harus kapal baru semuanya.”Robeg selaku KPA dikomfirmasi sampai berita dinaikan tidak ada jawaban.

Arezon Andre SH Selaku Aktipis,LSM AMPERA INDONESIA menangapi dengan tegas, Pembuatan kapal pompon penangkap ikan yang diperuntukan untuk masyarakat Nelayan se kabupaten Kota Kepri ini ,tentu harus sesuai dengan kontrak .

Kayu yang dibuat untuk kapal tersebut tentu harus sesuai spek yang telah dintukan kontrak.bukan semabarangan kayu kapal lama yang diperbaiki serta stok kapal lama yang direnopasi tentu tentu menyalahi .

Cat untuk kapal tersebut harus sesuai spek dalam kontrak dilampisi dengan bagus bukan cat murah asal jadi. indetitas pelaksanaan pekerjaan pembangunan pembuatan kapal harus di pasang papan plang dimana di buat kapal dikerjakan agar masyarakat tidak bertanya menilai proyek siluman bagi masyarakat awam.

Jadi pertanyaan bagi kalangan masyarakat, diharapakan kepada dinas terkait bahwa kapal penangkap ikan yang akan diterimanya dengan kondisi baik ,harapan pemerintah kapal diberikan kepada Nelayan tentu harus bagus, sampai ketangan masyarakat nelayan yang menerima , sesuai dengan umur yang telah ditentukan dalam kontrak pelaksanaan pembuatan , mutu material yang dibuat untuk kapal tersebut sesuai spek diharapkan nelayan beserta dinas terkait.

Diduga tidak sesuai dengan kontrak untuk kapal penangkap ikan dibuat ini sudah saatnya pihak terkait menambah kerja exra ,melakukan pengawasan tentang pebuatan kapan untuk nelayan seKepri ini sebelum diserahkan kepada dinas terkait,dan kepada masyarakat penerima.dugaan pengawas dari dinas terkait bermain mata tentang pembuatan kapal tangkap ikan ini ,pengawas yang dikomfirmasi Ovumnews.Com tidak menjawab ada apa. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *