Proyek PKPAM Kepri Belum Dimamfaatkan Sudah Bocor Masyarakat Pertanyakan Kinerja CV Tanjung Mas Indah

 

Akibat lemahnya pengawasan, proyek penyediaan air minum Kelurahan Setokok Kecamatan Galang Batam terkesan asal Jadi. Parahnya, bangunan Intake baru siap dikerjakan sudah bocor. Kok bisa!

Batam, OvumNews.Com–Pekerjaan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Kawasan PP Swasta di Pulau Setokok Kecamatan Galang terindikasi sarat penyimpangan. Buktinya, pakerjaan baru siap di PHO kondisinya sekarang sangat memprihatinkan.
Proyek yang di laksaksanakan oleh CV. Tanjung Mas Indah dengan nilai kontrak Rp. 1.278.888.000 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender kini mulai dibicarakan oleh masyarakat. Kenapa tidak, proyek yang baru selesai dilaksanakan kini sudah mulai retak.
Proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum Ditjen Cipta Karya Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PKPAM) Kepri yang langsung diawasi oleh CV Vistatama Multi Engeenering Consultant tidak berjalan dengan maksimal. Buktinya, kalau pekerjaan diawasi sesuai dengan tupoksi dan perjanjian kontrak kerja pengawas, tentunya pekerjaan tidak akan mengalami keretakan. Sebab, pengawas juga punya peranan penting dalam menentukan mutu dan kualitas pekerjaan yang tengah dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana.
Bahkan pengawas berkewajiban mengecek semua material yang didatangkan oleh kontraktor pelaksana, dan apabila ada material yang didatangkan tidak sesuai spesifikasi teknis tentunya pengawas juga berkewajiban memerintahkan kontraktor pelaksana untuk segera menukar material dan menyesuaikan dengan spesifikasi teknis yang diminta dalam kontrak kerja. Nah, apakah pengawas sudah berbuat demikian?entahlah.
Berdasarkan investigasi OvumNews.com Sabtu (27/9) dilapangan, pembangunan Bak Intake sudah selesai dibangun, namun belum dialiri oleh air. Parahnya, bak yang baru siap dibangun tersebut sudah mengali keretakan dan bocor. Bahkan ketika wartawan Koran ini menelusuri ke lokasi pengambilan/sumber air terlihat bak yang berlokasi dibawah bukit tersebut juga tidak dialiri air. Ironisnya, bangunan untuk sumber arus listrik dari PLN pada bagian dinding juga mengalami keretakan.
Kuat dugaan, sewaktu melakukan pembangunan, kontraktor pelaksana tidak mengacu kepada Spesifikasi teknis dan dokumen bestek, sehingga berakibat kepada mutu dan kualitas pekerjaan. anehnya, pengawas hanya terkesan bungkam ketika kontraktor pelaksana melaksanakan pekerjaan.
Salah seorang masyarakat Setokok yang enggan menyebutkan namanya Sabtu (27/09) mengatakan, pipa yang dipasang untuk air minum hanya dipasang oleh pelaksana pipa induk didepan rumah saja,untuk kerumah masyarakat belum ada. Mengenai tidak mengalirnya air, kita mendapat info bak intake yang baru dibuat tersebut bocor, ujarnya.
“Menurut saya bak itu berdekatan dengan bahu jalan bisa juga bocor dikemudian hari karena goncangan kendaraan yang lewat setiap saat, membuat bak tidak akan bertahan lama,” sebutnya sembari mengatakana pada tahun2006 untuk lokasi yang tidak berapa jauh jaraknya pernah juga dibangun Bak Intake, namun tidak dapat dimamfaatkan oleh masyarakat, karena air tidak naik, proyek tersebut dibangun oleh PU Kimprawil Kota Batam. Yang ampai sekarang tinggal kerangkanya saja.
Arezon Andre Selaku Aktivis LSM Ampera Indonesia,Menangapi tidak mengalirnya air dari Bak Intake yang dibuat oleh CV.Tanjung Mas Indah. Dikatakannya, itu diakibatkan karena kurangnya pengawasan dari pihak pemilik proyek, sebab tak bisa kita pungkiri lokasi proyek jauh dari lingkungan masyarakat serta pemilik proyek. Lihat saja proyek berada diatas bukit dipinggir jalan Setokok tersebut rawan dimainkan karena jauh. Dan pelaksana diduga telah memainkan volume pekerjaan dan main mata dengan konsultan pengawas.
“PPK dan PPTK serta Kontrator harus dipertanyakan kinerjanya, mengapa proyek baru siap sudah bocor. Untuk itu, kita minta kepada penegak hukum untuk segera menyelidiki proyek tersebut.Jangan lagi terulang seperti proyek tahun 2006 Kimraswil PU Batam,” tegas Arezon. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *