Proyek Semenesasi Kecamatan Kualuh Leidong Sumut, Diduga Asal Jadi APBD Tahun 2014

 

Sumut. Pekerjaan proyek Semenesasi yang dikerjakan asal jadi akibat kurangnya pengawasan dilapangan yang berada di Desa Siamnadulang, Kecamatan Kualuh Leidong, CV.AS selaku pemenang dengan nilai Rp.1.494.637.000 bersumber APBD TA 2014 ,yang disubkan kembali oleh rekanan yang memenangkan tender pada pihak ketiga yakni Kocik warga Tanjung Leidong sebesar Rp.600 juta.

Seorang warga yang namanya minta dirahasiakan jati dirinya pada media ini menuturkan bahwa proyek Pembangunan Jalan di Desa Simandulang di Subkan kepada Rekanan warga Tanjung Leidong yang biasa disapa Kocik dengan jumlah dana Rp.600.000.000,makanya jalan tersebut dibangun seperti itu bang,ya sudah pasti la Kocik juga ingin mencari keuntungan.”

Hal senada juga dikatakan salah seorang masyarakat Desa Simandulang berinisial S, merupakan orang yang pertama ditawari Sub dari CV. AS, dengan mengatakan bahwa sebelumnya saya pernah ditawari untuk mengerjakan Jalan di Desa Simandulang dan saya menyanggupinya dengan nilaian sub proyek Rp.600.000.000,-
Akan tetapi belakangan Kocik yang mengerjakan, saya jadi heran entah apa sebabnya malah di subkan kepada Kocik.terangnya .

Kocik yang merupakan rekanan atau penerima sub proyek yang dikonfirmasi media ini melalui Hp nya 0823 6361 XXXX pesan SMS” Knp rupanya,Apa penting bpk,itu tk urusan sy,Jdi knp rpy klau sy sub 600 jt, namun ketika dicecar lebih dalam pada Kocik terkait proyek yang disubkan padanya , lalu kocik berdalih aku tk ada mesub tpi aku hanya memasukkan matrial,katanya Kocik via SMS (7/11) pkl 22.02.25 Ir Jhon R Hutajulu ketua NGO TOPAN AD

Kabupaten Labura, mengatakan, itu jelas-jelas sudah melanggar Keppres No.54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah atau perubahannya Perpres No.70 Tahun 2012, tentang perubahan kedua atas Perpres No.54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah,pasal 87 ayat 3 terdapat larang mensub kontrakkan seluruh pekerjaan utama kepada pihak lain.Perpres tersebut disebutkan, penyedia usaha kecil dilarang mensubkonrakkan kepada penyedia lain.

Dan bila pemenang tender proyek mensub kontrakkan kembali proyek itu pada pihak ketiga, maka mutu dan kwalitas jalan semen Simandulang akan sangat rendah. Sebab, pagu yang telah ditetapkan sesuai dengan konsultan perencanaan pembangunan sudah menghitung volume dan mutu kwalitasnya sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Pantauan dilokasi proyek pengecoran jalan semenisasi tersebut terlihat pemasangan jarak kolom praktis berfariasi .besi yang digunakan tidak dipotong sebagaimana mestinya, Simandulang, terlihat pembesian yang digunakan untuk cor beton jalan semen, terlihat tidak menggunakan pembesian standart yang ada dalam RAB, Dalam RAB telah ditetapkan pekerjaan konstruksi bangunan bawah yakni cetakan tiang K.710 ,pembesian tiang .K.715,beton cor tiang K.722,memancangkan tiang E .15,beton cor pondasi K.722.Dan untuk pekerjaan konstruksi bangunan atas yakni,cetakan K.710,pembesian balok/lantai K.715,beton coor balok/lantai K.722 dan juga jarak pembesiannya .
Serta Agregat, semen dan air harus memenuhi ketentuan minimal mutu beton K 125 dalam spesifikasi ini. Ukuran maksimum agregat harus dipilih oleh kontraktor dan disesuaikan dengan kebutuhan pemakaian wet lean concrete, dan harus disetujui oleh direksi pekerjaan.

Perbandingan jumlah semen dan agregat dalam kondisi kering jenuh (satured surface dry condition) harus memadai untuk memenuhi ketentuan kuat pecah beton menutu Seksi ini, dan untuk menjaga konsistensi campuran perbandingan itu tidak boleh kurang dari 1:2:4.

Tetapi, semuanya itu yang terjadi dilapangan luput dari “ingatan” pengawas,PPK,PPTK serta konsultan pengawas ,sebab, ketentuan yang ada dalam RAB yang telah ditetapkan hanyalah diatas kertas saja, namun kenyataan dilapangan berbeda dengan yang ada dalam RAB.Karena, konsultan pengawas,PPK,PPTK, pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum(DPU) dituding telah menerima”Pago-pago” dari rekanan.

Sehingga mutu dan kwalitas jalan semen Simandulang, akan mengalami nasib yang sama dengan hasil dan mutu proyek cor beton jalan semen TA 2011 yang bersumber dari dana DPID. Dimana pembesian yang ada dalam cor semen jalan tersebut, sudah keluar kepermukaan badan jalan Global/Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *