Puskesri Koto Bangun Kapur IX Limapuh Kota Terlantar

 

Limapuluh Kota.Ovumnews.com– Kekecewaan serta pertanyaan besar masyarakat Nagari Koto Bangun Kecamatan Kapur IX Kab, Limapuluh Kota, pasca dibangunnya Pusat Kesehatan Nagari (Puskesri- red) di daerahnya tahun 2010 lalu, selain kondisi fisiknya memprihatinkan karena dipagari kawat duri, hingga kini belum difungsikan oleh instansi terkait.

Berdasarkan laporan beberapa masyarakat pada media katakan, tentang pembangunan Poskesri sudah lama. Namun sampai hari ini kami yang berdomisili dekat Poskesri tersebut belum bisa memanfaatkan sebagaimana mestinya. Lantaran lokasi bangunan tersebut dipagari oleh kawat berduri. Untuk apa poskesri yg dekat dengan rumah kami ini dbangun, sementara kalau kami ingin berobat dan memeriksakan diri harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai ke Puskesmas.

Sedangkan Wali Nagari Koto Bangun Yusarlis Sa’at, yang berhasil dihubungi media ini akui, adanya pembangunan Poskesri beberapa tahun yang lalu. Kalau saya tidak salah pembangunan itu tahun 2010 yang lalu. Sebab waktu itu saya belum menjadi Wali Nagari.

Mengenai pemagaran dengan kawat berduri itu memang benar. Itu adalah masalah pemborong dengan Dinas Kesehatan 50 kota. Saya selaku Wali Nagari pernah beberapa kali mencoba menengahi permasalahan tersebut, namun pihak-pihak tersebut tidak ada yang merespon. Kalau Pembangunan Poskesri tersebut sudah selesai, intinya tidak ada permasalahan.

Dipaparkan Yusarlis Sa`at, pihaknya menyayangkan bahwa sampai sekarang masih dipagari kawat berduri. Kalau bidan desanya sudah berada disini, karena ini masih bermasalah terpaksa bidan itu diperbantukan ke Puskesmas terdekat,” jawab Yusarlis menambahkan.

Dilain tempat, media dapatkan informasi seputar rumor tidak bisa dioperasionalkan serta adanya pemagaran dengan kawat berduri Puskeri tersebut, disebutkan sumber adanya campur tangan atau intervensi oknum DPRD Kab. Limapuluh Kota, dari Partai Golkar, juga berasal dari Dapil setempat, yakni Syamsul Mikar. “ Konon, disebut-sebut bahwa rekanan yang mengerjakan pembangunan Puskeri tersebut, dikatakan punya hubungan dekat. Namun sumber tidak tahu apa pokok persoalannya, demikian ujar sumber.
Anehnya ketika media ini mencoba konfirmasikan melalui hubunga seluler, Sabtu siang(1/4/2017) Samsul Mikar, oknum anggota DPRD tersebut, media kaget serta tidak menduga, oknum anggota DPRD tersebut langsung naik pitam, bahkan dia langsung membentak-bentak serta mengancam media ini.

“Baa nan taragak dek ang, kalau ingin ang mancubo-cubo lua dalam buliah( Dimana nan suka sama kamu, kalau ingin coba-coba luar dalam boleh),”Ujar Samsul Mikar dalam bahasa daerah pada awak media dengan nada tinggi.

Dilain tempat, media yang berhasil mintakan tanggapan Kadis Kesehatan Kab. Limapuluh Kota, dr.H. Tien Septino, seputar apa permasalahan seputar belum dioperasionalkannya Puskeri Nagari Koto Bangun, sejak selesainya dibangun tahun 2010, sementara warga setempat sangat kecewa itu, hanya mendapat jawaban enteng. “ Saya baru ditugaskan di sini, seraya sarankan hal tersebut sebaiknya tanyakan lansung dengan Sekretaris”, demikian ujar dr.H. Tien Septino lantas berlalu dari media.

Hal yang sama juga media peroleh dari Sekretaris Dinas Kesehatan tersebut, dr.Ihza, katakan pihaknya juga baru pula ditugaskan di Sekretaris. Ihza berkilah bahwa pada waktu itu, dirinya bertugas di Puskesmas, demikian pula ujarnya seraya sarankan sebaiknya tanyakan lansung ke Ali Amran, Kabid yang membidangi pembangunan Puskeri tersebut, ujar Sekretaris itu.

Media ini patut mencurigai, “Ada Patgulipat” dibalik pembangunan Puskeri Nagari Koto Bangun Kec. Kapur IX, tahun 2010, antara Instansi terkait dan rekanan pemborong ( notabene, orang dekat oknum anggota DPRD dari Dapil setempat, Syamsul Mikar- red), gilirannya telah merugikan masyarakat setempat yang sangat mendambahkan pelayanan kesehatan.

Soalnya, ketika media yang berhasil menghubungi Ali Amran, yang disebutkan salah seorang Kabid di Dinas Kesehatan tersebut,membidangi pembangunan Puskeri tersebut, ketika dimintakan tanggapannya, juga berkilah katakan sebaiknya datang saja ke kantor Dinkes agar dapat informasi yang akurat serta benar, ujar Ali Amran.

Ditambahkan Ali Amran, sebaiknya temui PPKnya, Dra. Yurmizar yang di yakinkannya bahwa seluruh dokumen terkait sudah saya serah terimakan dengan pejabat baru, seraya mematikan telepon selulernya.Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *