Ratusan Petani Nagari Koto Tangah Batu Hampar Bakal Merana ?

 

Ovumnews.Com. Limapuluh Kota– Setidaknya ratusan petani nagari Koto Tangah Batu Hampar, Kec. Akabiluru Kab. Limapuluh Kota, sejak April 2017 sawahnya bakal didera kekeringan berkepanjangan , karena selain pekerjaan  rehabilitasi Jaringan Irigasinya D.I Ampera dituduh tidak sesuai speck dokumen. Sepertinya penunjukan pemenang lelang paket tersebut sarat KKN.

Pasalnya, mencermati hasil lelang yang dilaksanakan ULP Kab. Limapuluh Kota, atas paket Rehabilitasi Jaringan Iringasi D.I Titi Ampera yang berlokasi di jorong Batang Tanyua Nagari Koto Tangah Batu Hampar itu, selama ini adalah berfungsi mengairi ratusan hektar sawah masyarakat diatas, akhirnya menimbulkan pertanyaan public luas karena ditunjuknya rekanan PT. Sarana Menara Ventura,  yang beralamat di Jalan Rambutan No. 6 Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, meskipun penawaran dalam lelang senilai Rp. 3.058.888.000,00 ( meskipun penawaran tidak wajar, yakni dari HPS Rp 3.800.000.000,00- red). Artinya turun sekitar 21% dari HPS.

Setidaknya, kondisi miris atas penunjukan PT. Sarana Menara Ventura, perusahan Kota Solok itu, disebut- sebut dipakai orang lain, pelaksana pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Ampera itu, oleh empat tokoh masyarakat setempat yakni, Dasrizal Dt. Mangguang, Andes Dt. Malakewi, Afdal Kamal dan Sony Afdi kepada wartawan, minta kepada institusi penegak hukum negeri ini, bisa menyikapi “kongkalikong” ditenggarai dilakoni Pokja dan rekanan, demikian pintanya.

Soalnya, papar empat sumber tersebut, katakan dari pekerjaan PT. Sarana Menara Ventura atas Rehabilitasi Jaringan D.I Ampera tersebut, diketahui selain memakai material batu dari Batang Ampera, juga memanfaatkan limbah rodemix PT. Statika Mitra Sarana, yang berjarak 500 meter dari lokasi pekerjaan. “ Apakah pemakaian limbah rodemix tersebut ada dalam dokumen kontrak, juga dibenarkan oleh pengawas proyek tersebut, demikian tanya empat sumber itu heran.

Dilain pihak, wartawan yang berhasil mintakan tanggapan pelaksana PT. Sarana Menara Ventura, Fidel ketika dikonfirmasikan seputar pemakaian limbah rodemix PT. Statika Mitra Sarana, hal itu diakuinya. Namun, pihaknya berkilah hal tersebut dilakukan pengecoran awal lantai saluran Irigasi D.I Ampera tersebut.

Ditambahkan Fidel, “Hal tersebut dilakukannya telah disetujui oleh pengawas PU. Jika hal tersebut tidak dibenarkan, pihaknya berjanji akan membokarnya, karena pemakaian limbah rodemix PT. Statika tersebut hanya disuplai sebanyak 6 truk tiver, ujarnya.

Sementara Pengawas PU, akrab dipanggil Ajo, juga Ka. UPT PU Kec. Akabiluru itu, hingga berita ini,belum berhasil dimintakan tanggapannya seputar pemakaian limbah rodemix pada pekerjaan Jaringan Irigasi D.I Ampera, menurut empat sumber masyarakat setempat diketahui lebih dari 20 truk Tiver milik warga setempat.

Sedangakan, Walinagari Koto Tangah Batu Hampar, Kec. Akabiluru, Syamsul Akmal, yang berhasil ditemui di kantornya, terkait adanya tuduhan kongkalikong pekerjaan rekanan PT. Sarana Menara Ventura atas Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Ampera, meskipun banyak mendapat protes warganya karena terhentinya pasukan air untuk pengairan sawah, terkesan membela rekanan. “ Seharusnya masyarakat berterima kasih, adanya perhatian pemerintah terhadap nagari ini. Juga pertanyakan kenapa persoalan nagari ini, dibeberkan ke luar”, demikian kesalnya.

Meskipun demikian, lanjut Syamsul Akmal, aturkan terima kasih atas masukan wartawan dan hal ini pihaknya akan tindaklanjut, demikian pungkasnya. ( AP/ EB )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *