Rp 14 Miliyar Rupiah Dana Desa Tahun Anggaran 2017 Tunda Salur

 

Kepri.Natuna .ovumnews.com—Tahun Anggaran 2017 beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri mengalami tunda salur (anggaran belum direalisasikan). Akibat dari tunda salur dampaknya sangat luar biasa, sebagian Kepala Desa belum terima gaji dan tunjangan, begitu juga dengan para rekanan kontraktor yang menangkan tender tahun anggaran 2017, rona wajahnya hampir mirip jeruk purut.

Kepada awak media ini Kepala Desa Gunung Putri Syarifudin mengatakan, Dampak dari tunda salur sangat luar biasa, kegiatan di Desa seperti pengadaan barang jasa tahun anggaran 2017 masih terhutang. Bukan itu saja dari bulan September sampai sekarang belum terima gaji.

“Sudah kami tanyakan ke pihak BPKAD Kabupaten Natuna, kata Kepala BPKAD penggunaan dana Desa triwulan empat tahun 2017 di evaluasi terlebih dahulu, setelah evaluasi selesai anggaran direalisasikan. Evaluasi selesainya bulan Mei tahun 2018 ini” ungkap Kades Syarifudin kepada media ini via seluler Minggu, 11/2.

Terkait tunda salur sudah dibicarakan dengan Pak Bupati Abdul Hamid Rizal, namun belum menemukan solusi atau jalan keluar,” pak Bupati juga pusing”.

“Kami sudah coba meminjam dana ke Pak Bupati, kata Bupati kalau mau pinjam dana ke bank bukan kepada saya. Anjuran Pak Bupati sudah kami lakukan, kata pihak bank bisa pinjam dana,tapi harus ada rekomendasi dari Kepala Daerah. Akan tetapi Pak Bupati tidak mau merekomendasi” kata Syarifudin.

Di Kabupaten Natuna ada 70 Desa, masing-masing Desa mengalami tunda salur lebih kurang Rp 200,000,000 juta. Total keseluruhan lebih kurang Rp 14 miliyar rupiah, Kades menambahkan.

Berita ini tayang Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rizal belum terkonfirmasi. Sementara itu Sekda Natuna Wan Siswandi dikonfirmasi via seluler belum memberikan keterangan.(rihan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *