Saluran Irigasi Baru Siap Hancur Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Kab Bireuen Aceh

 

Aceh. Ovumnews.Com—Begilah nasib proyek saluran irigasi yang baru siap di bangun bulan November 2015 di Gampong Tanjong Selamat, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen propinsi Aceh hancur di terjang arus banjir yang terjadi beberapa minggu kemaren hancur akibat di terjang arus banjir pada Minggu malam 17 Januari 2016 lalu.

Jamilah Warga Tanjong Selamat, menerangkan hancurnya proyek jembatan dan saluran irigasi untuk persawahan tersebut diakibatkan air banjir menggenangi sawah warga. Alhasil, ratusan hektar sawah warga terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa.ungkapnya.

Sebelah timur jembatan pinggiran saluran irigasi hancur belasan meter, begitu juga dengan lantainya di dalam saluran kini terlihat material proyek yang beserakan akibat terjangan air,Hasil pantauan Media, Saluran irigasi yang di bangun dengan menggunakan anggaran dana APBN tahun 2015 Panjang Empat Ratus Meter dengan lebar muka atas sekitar Empat Meter, serta bawah Dua Meter yang memiliki tinggi lebih kurang Satu Meter setengah.

Ismunandar, Kepala Dinas Pengairan Pertambangan dan Energi Kabupaten Bireuen,dikomfirmasi awakmedia membenarkan bahwa saluran irigasi yang ambruk tersebut disebabkan terjangan arus banjir beberapa hari lalu.

Saluran irigasi di Desa Tanjong Selamat merupakan saluran pembuangan yang menuju ke Waduk Paya Sikameh. Saluran ini dibangun agar air yang menggenangi sawah warga di kawasan ini akan mengalir ke Waduk Paya Sikameh dan ditampung di sana.

Dimana pekerjaan pekerjaan tersebut pemadatan tanah dan pemasangan pondasi tidak ada yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana terindikasi tidak sesuai spesifikasi teknis dan dokumen bestek. Bahkan, kuat dugaan base (pondasi/dasar) tidak sudah jelas proyek akan hancur karena tidak kuat menahan beban dari atas .

Sehingga menimbulkan penurunan jalan yang juga berakibat kepada keretakan dan hancurnya sepanjang Irigasi yang baru dibangun tersebut. tentunya akan mempengaruhi suhu tanah yang lembek tampa pondasi yang memadai dan menakibatkan proyek milik PU tersebut hancur Berantakan

Terlihat dari proyek yang hancur tersebut proyek tidak memakai. Tulangan esi serta slop tiang dan slop pondasi dari besi.proyek tersebut diduga asal jadi, proyek hancur baru seumur jagung dalammmasa baru satu bulan siap diPHO tersebut beranikah penegak hukum mengusutnya.terkait proyek yang baru siap di kerjakan bulan November 2015 tersebut telah hancur luluh lantak akibat proyek diduga tidak sesuai spek.PPK PPTK Pelaksana harus bertangung jawab tentang proyek ini penegak hokum harus mengusutnya serta pengawasnya.Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *