Satuan Lalu Lintas Polres Tanjungpinang Razia Pengendara Memakai Pelat Nomor Modifikasi,

 

Kepri .Ovumnews.com– Bahkan, seorang pecinta otomotif rela merogoh kocek hanya untuk mendapatkan pelat nomor polisi (nopol) yang unik dan menarik. Meski nomor pelat modifikasi atau biasa disebut modif itu sama dengan aslinya, tetap saja menggunakan pelat kendaraan yang bukan dicetak Kantor Samsat dan itu melanggar hukum.
Beberapa pengusaha maupun aparatur pemerintah, terkadang rela mengeluarkan uang yang cukup besar, hanya untuk mendapatkan nomor pelat yang unik. Nomor yang dipesan secara khusus itu biasanya bisa dibaca atau berupa ungkapan satu suku kata. Seperti contoh BP 6390 LO, jika dibaca bisa diartikan ‘BP begolo’. Banyak contoh modifikasi lain yang membuat sebuah pelat nopol kendaraan terlihat unik dan dinikmati bagi pemilik kendaraan tersebut.
Nopol kendaraan yang unik itu belum terlihat indah, jika pelat yang digunakan berasal dari Kantor Samsat atau pihak Satuan Lantas kepolisian. Karena, pelat asli yang dikeluarkan pihak terkait berupa cetakan dari mesin standar. Bagi pemilik kendaraan, jenis tulisan pelat kendaraan akan lebih menarik jika dicetak dari huruf tertentu. Baik dalam bentuk cetakan huruf digital atau jenis huruf timbul. Begitu juga dengan ukuran pelat kendaraan yang dipesan, bisa menyesuaikan dengan ukuran bodi kendaraan. Pemilik kendaraan merasa puas ketika menggunakan pelat modifikasi yang unik itu.
Nomor polisi unik itu bisa dikatakan resmi sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Pelat nomor unik tidak akan ditangkap saat razia jika pemasangan di kendaraan sesuai dengan aturan. Selama ini, Satuan Lalu Lintas Polres Tanjungpinang hanya menangkap para pengendara yang memakai pelat nomor modifikasi, bukan pelat nomor unik.
Pelat nomor modifikasi jelas dilarang karena tidak sesuai dengan aturan. Sedangkan pelat nomor unik diperbolehkan karena pelat nomor itu terdaftar dan membayar pajak. Awalnya masyarakat menduga pelat nomor unik dapat membawa hoki. Ada pula yang hanya mengejar estetika ataupun menunjukan identitasnya.
Hasil pemantauan wartawan Rabu (1/4) lalu, mencari pemilik beragam pelat nomor polisi unik cukup sulit. Sebab, tak semua pemilik nomor polisi unik itu berkenan menjadi narasumber. Seperti pemilik nomor polisi BP 1 MR, enggan mengungkapkan berapa biaya dan nilai yang terkandung di dalam satu angka di pelat nomor mobilnya itu. Mobil putih yang terparkir di depan tokonya kerap menjadi pajangan yang penuh nilai prestise.
Pemilik rumah toko di Jalan Wiratno itu malah mengharapkan persoalan jual beli plat nomor polisinya tidak dipublik. Ia pun enggan menyebutkan maksud rahasia di balik angka pelat nomor unik miliknya. Narasumber lain pemilik pelat nomor unik juga tidak bersedia diwawancarai. Kenapa apa?
Dari beberapa narasumber yang diajak berdialog, lebih cenderung enggan namanya dikorankan. Kalangan pemilik pelat nomor polisi unik itu justru lebih banyak dari kalangan pejabat, pengusaha dan profesional mandiri yang memiliki hubungan dengan aparat kepolisian.
Mengenai biaya, ternyata harganya pun sangat beragam.
Harga negosiasi kepada biro jasa, kepada Samsat hingga kepada Satuan Lalu Lintas Polisi sangat berbeda. Jumlah angka yang tertera juga menjadi penilaian mahal atau tidaknya suatu pelat nomor. Menurut sumber terpercaya, biasanya ada nego-nego harga di antara pemilik kendaraan dan biro jasa yang memiliki koneksi ke Samsat atau Satuan Lalu Lintas Polisi.
Harganya tak akan ada yang sama. Pemilik nomor unik itu biasanya pengusuha dan petinggi. Mereka jarang dan malas mengurus itu. Biasanya pemesanan itu selalu lewat calo atau biro jasa. Semua tergantung negosiasi, nilai nomor tersebut, serta daftar tunggunya,” ujar sumber.
Untuk pelat nomor 2 angka, biasanya dibanderol dengan harga jual diatas Rp 5 juta. Namun, bila nomor tersebut bekas milik orang yang ngetop atau dalam kategori daftar tunggu, peminatnya sangat banyak dan bisa juga karena sangat mahal.
Yeffi Zalmana SH, seorang advokat yang berkantor hukum di Komplek Dendang Ria Jalan Ir Sutami menyatakan, nilai istimewa dari plat nomor miliknya dengan sebuah identitas nama. Ia pun mengaku hanya memiliki mobil yang biasa-biasa saja. Akan tetapi, karena sayang dengan kendaraan itu, Yeffi menghargainya dengan pelat bernomor nama sendiri.
Mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi BP 73 FI miliknya menjadi kepuasan pribadi yang tak tergantikan dengan mobil yang mahal. Malah Yeffi pun berniat akan terus memakai nomor polisi tersebut ke depannya. Pelat nomor unik miliknya kerap menjadi buah bibir dari masyarakat. Terutama para pengunjung dan pegawai di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungpinang.
”Kepuasan dan nikmatnya, ya karena saya sayang dengan kendaraan ini. Jangan dilihat dari mobilnya yang biasa. Tapi dengan pelat nomor nama sendiri bisa menunjukan identitas saya,” terang Yeffi yang enggan membicarakan berapa biaya untuk memesan nomor pelat unik itu.
Di Kabupaten Bintan, Tanjungpinang Pos mencoba mengamati beberapa kendaraan yang berada di Tanjunguban dan sekitarnya. Ditemukan beberapa pelat nomor unik, seperti angka 1111, 777, 1818, 1313, 1133, 1001, 33, 44, 333 dan beberapa nomor unik di kendaraan lainnya.
Indra Setiawan, seorang pemilik kendaraan dengan nomor plat unik BP 33 N mengatakan angka tersebut Ia gunakan karena identik dengan nama panggilan akrabnya yakni Een. Indra menyatakan tidak memburu nomor tersebut. Justru mendapat nomor tersebut dari temannya yang berdinas di Kepolisian Daerah (Polda) Kepri, beberapa tahun lalu.
”Saat itu saya sedang ulang tahun, tanpa diduga teman itu menawarkan nomor tersebut, karena saya baru membeli mobil. Tanpa pikir panjang, angka yang identik dengan nama saya yakni 33 N itu diambil,” sebutnya.
Modifikasi plat tersebut, sambungnya, hanya iseng-iseng saja, tanpa ada keyakinan tertentu atau primbon lainnya. Untuk mendapatkan plat nomor tersebut, ia tidak merogoh kocek untuk membayar lebih dari Rp 500 ribu.Pelat nomor unik lainnya seperti angka 777 milik Sandy, seorang warga Tanjunguban. Pria berkulit putih ini mengaku memilih angka 777 karena sangat tertarik dengan tersebut, dianggap hoki.
”Saya beli mobil ini sudah menggunakan pelat 777. Karena saya tertarik jadi langsung dibeli,” ujar Sandy.
Pemilik mobil dengan pelat BP 777 NS lainnya, mengaku sengaja memesan nomor tersebut sejak diambil dari diler. Ia mengaku sangat tertarik dengan angka tersebut dan huruf di belakang menunjukkan identitas namanya.
Saya pilih karena nomor tersebut unik, sehingga saya gunakan. Tidak ada kepercayaan khusus atau hoki terhadap nomor tersebut,” katanya.
Sementara itu, Bripka Zulkafila, Kepala Unit STNK Satlantas Polres Bintan yang diwawancarai secara terpisah mengenai permintaan pelat nomor cantik atau unik, justru mengatakan, tidak mengetahui prosedur permohonan pelat tersebut. Ini karena wewenang pemberian nomor tersebut merupakaan langsung dari Dirlantas Polda Kepri.
Mereka pemohon langsung ke Polda, karena itu prosedurnya. Sedangkan kami di sini hanya menangani pelat nomor kendaraan normal saja, 4 digit,” terangnya.
Tertibkan Pelat Modifikasi
Ratusan pelat nomor polisi modifikasi dari kendaraan roda dua maupun mobil disita tim Satuan Lalu Lintas Polres Tanjungpinang bersama Kantor Samsat Tanjungpinang, dalam sepekan terakhir. Tidak hanya disita, beberapa kendaraan yang menggunakan pelat modifikasi itu harus ditilang. Karena, pelat yang digunakan pemilik kendaraan itu hanya untuk mengelabui aparat kepolisian. Ternyata, beberapa pemilik pelat asli tapi palsu itu belum membayar pajak.
Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Tanjungpinang, AKP Heri Sujati SH menjelaskan, pihaknya bekerja sesuai Undang Undang (UU) tentang Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009. Di undang undang itu sudah diatur mengenai penggunaan pelat nopol standar yang dikeluarkan oleh kepolisian. Sehingga tidak dibenarkan jika ditemukan kendaraan yang menggunakan pelat Nopol hasil modifikasi. Artinya tidak sesuai standar, spekulasi dan ukuran yang sebenarnya.
Pelat Nopol yang di keluarkan dari kepolisian itu sudah sesuai spekulasi dan terukur. Tidak boleh diubah. Apalagi dibentuk dengan nama-nama pemiliknya,” tegas Heri saat di temui di Halaman Kantor Satlantas Polres Tanjungpinang, baru-baru ini.
Lebih lanjut lagi, pihaknya sudah memerintahkan agar anggotanya menertibkan dan mengganti pelat modifikasi itu, di tempat. Apabila masih terdapat pelat kendaraan roda empat maupun roda dua yang menggunakan pelat hasil modifikasi. Polisi tidak akan membiarkan kebiasaan masyarakat yang masih menggunakan pelat nopol tidak standar itu.
Mereka yang melawan, akan kita amankan kendaraannya di kantor. Sampai kendaraan itu keluar dengan keadaan standar,” tambahnya.
Di lain hal, mengenai pungutan hingga ratusan ribu terhadap pembuatan angka cantik, untuk sebuah pelat nopol yang biasa digunakan kendaraan roda empat, Heri menjawab pihaknya selaku pimpinan Satlantas Polres Tanjungpinang, belum bisa menjawab begitu rinci terkait hal itu. Sejauh ini, menurutnya pihak Lantas Tanjungpinang tidak pernah merekomendasi terkait pembuatan nomor cantik terhadap pelat nopol yang di gunakan kebanyakan masyarakat saat ini.
”Tidak ada kita merekom pelat BP pakai nama-nama. Tidak ada ketentuannya itu,” tambahnya
Bahkan sejauh ini, menurutnya, pihak Satlantas bersama instansi terkait jarang merekomendasi pembuatan pelat nopol di bawah tiga angka. Melainkan lebih banyak empat angka.
”Kita sering rekomendasi nopol empat angka, bukan di bawah tiga angka,” ujarnya lagi.
Kanit Patroli Satlantas Polres Tanjungpinang, Ipda Zubaidah berjanji akan langsung menindak tegas terkait pengendara roda dua maupun roda empat yang menggunakan pelat nomor polisi (Nopol) modifikasi. Setiap pengendara yang terjaring, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) karena menggunakan pelat nopol modifikasi akan diberikan peringatan tegas. Tidak hanya itu, mereka juga diminta langsung mengganti pelat nopol modifikasi dengan aslinya, di tempat.
”Tidak ada toleransi. Kita tidak menilang, akan tetapi mereka yang menggunakan nopol modifikasi langsung diminta mengganti di tempat,” tegas Zubaidah, baru-baru ini.
Saat menggelar operasi bersama Samsat Tanjungpinang, pihak kepolisian berhasil mengamankan pelat nopol satu oknum PNS dan TNI, serta beberapa pengguna kendaraan roda dua.
Tindakan penertiban pelat nopol modifikasi kendaraan itu juga ditindaklanjuti dengan penertiban perajin pembuatan nopol modifikasi, yang sudah menjamur di Tanjungpinang. Pihak kepolisian menertibkan tempat pembuatan nopol modifikasi itu melibatkan petugas Satuan Reskrim (Satrekrim) Polres Tanjungpinang.
”Kita sudah berikan surat peringatan kepada pemilik bengkel itu. Agar ke depan, mereka tidak membuat pelat BP modifikasi tersebut,”tegasnya.
Belum Terima Surat
Sementara, seorang pemilik kios yang membuat pelat nomor polisi (nopol) modifikasi di kawasan Jalan Adi Sucipto Batu 10 Tanjungpinang, mengatakan, para perajin belum menerima surat larangan atau teguran dari petugas kepolisian, mengenai membuat pelat nopol modifikasi.
Buyung (35) saat di temui Tanjungpinang Pos, menyatakan, masih menampung pemesanan pembuatan pelat nopol modifikasi dari pelanggannya. Baik pelanggan yang berada di Tanjungpinang maupun dari luar pulau. Sampai saat ini Buyung tidak mengetahui tentang larangan terhadap usaha membuat pelat nopol modifikasi itu. Bahkan Buyung belum mengetahui apakah usaha yang dijalankan selama ini, di larang UU tentang Lalu Lintas.
Karena selama ini, belum pernah diberikan teguran. Sampai saat ini, pelat nopol yang dibuatnya masih mengikut aturan yang dikeluarkan kepolisian. Hanya angka nopol kendaraan saja yang dimodifikasi dengan tulisan yang tidak standar.
”Kalau ukurannya, sesuai ukuran pelat yang dikeluarkan Kantor Samsat atau dari kepolisian. Namun, untuk tulisan angka-angkanya memang modifikasi, itu juga atas permintaan pelanggan,” terangnya.
Ditanya soal omzet yang diterima selama ini, Ia mengaku mampu melebihi Rp 1 juta per bulan. Rata-rata pendapatan tersebut belum termasuk untuk modal bahan, membuat pelat nopol modifikasi.
”Omset itu harus dikeluarkan untuk beli cat serta bahan dasar lainnya,” timpalnya
Di tempat terpisah, bengkel motor sekaligus pembuat pelat modifikasi di kawasan Jalan Pramuka Batu 4 Tanjungpinang mengatakan, sudah mendengar informasi akan ditertibkan bagi perajin pembuatan pelat nopol modifikasi. Namun, imbauan dari anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanjungpinang itu belum dipatuhi para perajin.
Menurut pedagang tersebut, seandainya petugas kepolisian ingin menertibkan pembuatan nopol modifikasi, harus ditertibkan secara menyeluruh. Pedagang ini tidak hanya menyinggung soal pembuatan pelat nopol modifikasi. Ia juga menyinggung mengenai maraknya pengguna pelat nomor cantik hasil modifikasi yang digunakan oknum TNI dan kepolisian.
Kalau mau ditertibkan jangan hanya pedagang bengkel kecil seperti kami. Tertibkan dulu anggota maupun oknum TNI yang masih menggunakan pelat nomor cantik itu,” tegasnya. Tjp/Ovn 03

One Response to Satuan Lalu Lintas Polres Tanjungpinang Razia Pengendara Memakai Pelat Nomor Modifikasi,

  1. tanjungpinang berkata:

    [* Shield plugin marked this comment as “trash”. Reason: Failed GASP Bot Filter Test (checkbox) *]
    Good info. Lucky me I ran across your blog by chance (stumbleupon).
    I have saved as a favorite for later!

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *