Satuan Sat Res Narkoba Polresta Barelang Tangkap Kurir Narkoba

 

Batam.Ovumnews.Com– Satuan Sat Res Narkoba Polresta Barelang tangkap karyawan salah satu maskapai penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam, sebagai pelaku kurir dan pengedar narkoba, Jumat (21/10), lalu.

Diketahui mereka sepasang suami istri (Pasutri), FR (23) dan YD (34), berhasil diamankan polisi saat hendak memberangkatkan narkoba jenis sabu ke Surabaya, melalui jalur Bandara Hang Nadim, Batam.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika didampingi Kasat Resserse Narkoba, Kompol Suhardi Hery, mengatakan, penangkapan Pasutri tersebut, dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat. Kemudian, ditindalanjuti dengan melakukan pengintaian dirumah tersangka di perumahan Garden Raya Batam Centre.

Penangkapan itu kita temukan seberat 1,9 kilogram sabu dan sebanyak 450 butir pil ekstasi berbagai warna dan satu timbangan digital,” sebut Helmy Santika, Senin (24/10) siang, saat gelar ekspos di Mapolresta Barelang.

FR, diketahui bekerja sebagai devisi pengiriman barang di sebuah maskapai
penerbangan tersebut, rupanya diam-diam tlah beraksi sebagai kurir narkoba sejak enam bulan silam. Sehingga ia berhasil mengirimkan sabu ke Surabaya sebanyak dua (2) kali pengiriman, sebanyak lima (5) kilogram sabu.

Modusnya YD (istri) masuk duluan ke ruang tunggu. Lalu, FR (suami), masuk menyusul ke ruang tunggu itu dan menyerahkan sabu ke YD, sebelum masuk ke pesawat udara, untuk berangkat ke tempat tujuan,” terang Helmy Santika.

Dua tersangka lainnya berinisial RF (30) dan Am (22) sebagai pasangan kerabat, ditangkap keesokan harinya, di kawasan Batam Centre.

Setelah dikembangkan lalu kita tangkap dua tersangka lain berinisial RF (30) dan Am (22). Di tangan dua orang yang diketahui masih bersaudara ini, juga ditemukan narkotika jenis sabu seberat 500 gram. Jadi, total keseluruhan itu seberat 2,4 kilogram,” ungkap Helmy.

Ke empat tersangka ini mengaku pernah mengirimkan dan meloloskan narkoba jenis sabu ke Surabaya sebanyak dua kali, selama enam bulan belakangan.

Untuk mengungkap tersangka kita terus kembangkang hingga ke tujuan lainnya. Berdasarkan pengakuan RF dan AM pasangan bersaudara tapi masih satu jaringan FR (23) dan YD (34). Dari pengakuan mereka barang haram ini didapatkan dari Malaysia yang dikirimkan melalui jalur laut oleh seseorang,” imbuhnya.

Keempat tersangka harus mempertangung jawabkan perbuatanya.keempat tersangka, akan dijerat dengan pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2, UU RI Nomor 35 tahun 2009, tentang penyalahan narkotika. “Untuk ancaman hukumannya kurungan penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara,Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *