Sepak Terjang PT. CBS di IKK SPAM Gunung Omeh ,Pekerjaan Diduga Terindikasi Tak Sesuai Spesifikasi

 

Ovumnews.Com–Limapuluh Kota–Tak dapat dipungkiri, selain lemahnya pengawasan,pekerjaannya juga terindikasi asal- asalan. Alhasil, sejumlah item material yang digunakan oleh kontraktor pelaksana terindikasi tak sesuai spesifikasi teknis-pun tetap dipakai. Kok bisa ?

Agaknya pengamatan Ovumnews.com–pekerjaan Paket pengembangan kinerja pengelolaan air minum Sumatera Barat di kawasan perkotaan IKK Gunung Omeh Kabupaten 50 Kota (PSPAM-11) yang dikerjakan PT. Cahaya Baru Sikoember luput dari penggawasan. Pasalnya,beberapa item material yang digunakan terindikasi tidak sesuai spesifikasi teknis yang tertuang dalam dokumen kontrak kerja.

Hebatnya, pengawas yang dipercaya untuk mengawasi proyek bernilai Rp. 2.929.347.000,- ini terkesan jarang berada dilokasi proyek. Sehingga, dugaan permainan sangat kental sekali pada proyek PSPAM -11 ini.
Menurut keterangan Mus, yang diduga merupakan orang kepercayaan Joy (kontraktor pelaksana) yang membawa perusahaan milik Yon Sikoember ini mengatakan bahwa pekerjaan tersebut telah habis masa kontraknya dan sudah diperpanjang selama 45 hari kalender.

Ironisnya, Mus mengaku tidak tahu kapan kontrak kerja habis begitu juga dengan habisnya waktu perpanjangan. “ saya kurang tahu kapan proyek ini habis kontrak, yang jelas sekarang dalam perpanjangnan waktu, dan kapan selesainya perpanjangan waktu ini kita juga kurang tahu, mungkin bulan ini,” sebut Mus.

Mus juga tidak menampik kalau plang proyek tidak terpasang lagi dilokasi pekerjaan, bahkan Mus juga mengakui kalau persoalan gaji di bayar oleh Joy. “ saya bekerja disini bulan empat kemarin, saya di bawa oleh pak Joy, dan urusan gaji langsung sama beliau.

Mengenai plang proyek memang tidak ada lagi terpasang karena udah lama,”akunya. Selain itu, Mus juga menjabarkan beberapa item pekerjaan yang dikerjakan pada paket SPAM – 11 ini diantaranya pembangunan gedung dua unit beserta mesin, jalan masuk serta pembangunan pagar.”sekarang hanya tinggal pekerjaan finishing, pengecetan dan pengecoran lantai, dalam waktu dekat ini sudah selesai semuanya,” tukuk Mus.

Ditanya soal material besi yang digunakan, dengan tegas Mus menjelaskan bahwa besi yang digunakan untuk gedung berdiamter 12 mm dan 8 mm, kalau untuk pagar menggunakan besi 10 mm dan besi 8 mm. bahkan, ketika disebutkan besi yang digunakan adalah besi banci, Mus terkesan tak mau menjawab pertanyaan media ini.

Ironisnya, ketika media ini bersama tim melakukan pengukuran pembesian pada pagar untuk tulangan terlihat pembesian yang dipakai untuk tulangan adalah besi berdiameter 8 mm, sementara pada gambar kerja terlihat pembesian yang dipakai adalah besi berdiameter 10 mm.

Artinya, diduga kuat kontraktor pelaksana sengaja menggunakan besi banci yang ukurannya jauh berbeda dengan ukuran yang diminta dalam spek yakni hampir 2 mm kurangnya dari permintaan dalam spesifikasi teknis dan gambar kerja. Ini baru merupakan pembesian untuk tulangan saja, lantas bagaimana dengan besi untuk begol? Serta pembesian pada dua unit bangunan, apakah bernasib sama? Bukan itu saja, selain kuat indikasi pengurangan mutu, pekerjaan dua unit bangunan baru yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana juga terkesan kurang rapi, karena banyak terdapat butiran kecil-kecil menempel pada dinding bangunan yang langsung di cat saja oleh pelaksana. Sehingga, pekerjaan tersebut ditenggarai asal cepat siap saja, tanpa memperhatinkan kualitas.

Disisi pekerjaan pengecoran jalan, kontraktor pelaksana juga tidak menggunakan takaran yang jelas, sehingga mutu pekerjaan jalan-pun diragukan bakal sesuai dengan spesifikasi teknis.
Bahkan, Mus juga tak menampik kalau pengawas jarang berada dilokasi proyek,” hampir dua minggu ini, pengawas tak ada lagi ke lokasi proyek,”imbuhnya. Lantas, bagaimana tanggapan Kasatker PSPAM Sumbar, Edi Rahmat terkait persoalan ini? (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *