Sidang Korupsi Pembangunan Tanggul Urung Merugikan Negara Rp5.410.358.984, Purwanta, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mengaku Kilaf

 

Tanjungpinang.Ovumnews-com-Lanjutan siding korupsi pembangunan Tanggul Urung di Teluk Radang, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Karimun yang merugikan negara sekitar Rp5.410.358.984, dengan terdakwa Purwanta, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Senin (7/3).

Purwanta menyatakan penyesalan atas kekhilafannya dalam pelaksanaan proyek tersebut, terutama dalam mengikuti semua keinginan pihak kontraktor pelaksana kegiatan, sehingga timbulah persoalan kasus ini.

Saya mengaku salah. Seharusnya saya tidak mengikuti semua keinganan pihak kontraktor tersebut, terutama dalam progres pekerjaan dan pencairan dana anggaran yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ucap Purwanta.

Hal lain, Purwanta juga merasa selalu diintimidasi dan merasa terdesak oleh pihak kontraktor pelaksana kegiatan proyek tersebut, sehingga mengikuti kemauannya.

Saya pernah diancam akan dipindahkan ke tempat tugas lain oleh pihak kontraktor tersebut, jika tidak mengikuti kemauannya dalam pencairan dana anggaran kegiatan proyek yang tidak sesuai dengan apa yang saya lihat sebenarnya,” kata Purwanta.

Menurut Purwanta, ia telah bekerja secara maksimal untuk mengikuti semua ketentuan hukum yang berlaku, terutama dalam pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan Tanggul Urung saat itu.

Seharusnya, sejak awal saya sudah melakukan putus kontrak dengan pihak kontraktor pelaksana kegiatan proyek tersebut. Inilah kekhilafan saya saat itu,” ucap Purwanta menjawan pertanyaan majelis hakim.

Dalam proyek pembangunan Tanggul Urung yang berada di Teluk Radang, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Karimun ini telah merugikan
negara sekitar Rp5.410.358.984.

Proyek Tanggul Urung tahap pertama ini dilaksanakan oleh Dinas PU Pemprov Kepri pada 2014 lalu. Pagu anggarannya sekitar Rp18.066.000.000.

Pengerjaan proyek ini, banyak item-item yang tidak sesuai spesifikasi alias volumenya dikurangi. Bahkan, kegiatan ini tak selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Jika dalam suatu proyek belum tuntas dikerjakan, seharusnya uang jaminan pihak kontraktor tidak dicairkan, melaikan harus membayar denda.

Pihak kontraktor malah dibayar lunas, bukannya di blacklist. Bahkan, kontraktor dibayar melebihi kontrak yang sudah ditetapkan, sekitar Rp16,7 miliar.

Pemenang tender proyek Tanggul Urung adalah PT Karimun Utama. Tanggul penahan ombak ini dibangun di Teluk Radang, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Karimun.

Tanggul dibangun untuk mencegah abrasi di kawasan tersebut. Ternyata, pihak kontraktor membangun tanggul asal jadi, hanya berupa tanah yang dipadatkan.

Saat ini Direktur Utama PT Beringin Bangun Utama Christopher Dewabrata kontraktor pelaksana proyek masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Christopher menjadi buronan atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tanggul dan pintu air tahap pertama di Desa Urung, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun .Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *