Singkarut Manajemen PDAM Payakumbuh, Nasibmu Kini.

 

Payakumbuh,ovumnews.com.. Agaknya nasib Perusahaan Daerah Air Minum Kota Payakumbuh era kepemimpinan Herri Iswahyudi. ST, yang dilantik, 9/3- 2015 lalu oleh Walikota, Riza Falepi, terpantau sangat menyedihkan dan sarat masalah.

Pasalnya, selain tidak terlihat prestasi sosok mantan Dirut PDAM Kab.Agam itu yang dituduh tidak bersahabat dengan kurang lebih 60 orang karyawannya di PDAM itu, juga diduga banyak lakukan kebijakan blunder.

Setidaknya, dibalik tuduhan blunder manajemen perusahaan air minum kota gelamai itu, dikaitkan mencuatnya indikasi KKN dua pekerjaan Pembangunan Sumber Air Baku di pinggir Bt.Agam yakni di Kelurahan Balai Panjang Limbukan, senilai Rp.1,2 Miliar dan Pembangunan Bak Reservoar di Kel.Kapalo Koto Aur Kuning Kec. Payakumbuh Selatan, senilai Rp.500 juta lebih oleh CV.Febri Kencana terkesan misterius itu, konon dirancang oleh rekanan Boy Sandi.

Tiba- tiba warga Kota itu dikejutkan oleh Ikatan Pemuda Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, ancam akan memutus pasokan air bersih ke PDAM Kota Payakumbuh pada pukul 13.00 WIB, Selasa 20 Februari 2018 mendatang, jika pihak Pemko Payakumbuh tidak menepati janjinya, tersimpan keperihan 60 orang karyawannya.

Selain itu, dari catatan media ini dugaan blundernya kinerja PDAM di era kepemimpinan Herri Iswahyudi tersebut, agaknya bertolak belakang dengan era kepemimpinan Faisal Mustafa ( era 2006-2010- red) sarat prestasi itu.

Seperti halnya, banyaknya rumor tak sedap publik yang mempertanyakan kinerja PDAM Payakumbuh itu, terkait tidak beroperasinya alokasi APBN 2016 senilai Rp.8.7 Miliar, yakni Pembangunan Kapasitas Sumber Air Baku dan Pipa Transmisi yang telah dikerjakan oleh PT.Sentra Chintya Indonesia (Paket I) dan PT.Aneka Punditirta Jakarta ( Kontrak, 18 Agustus 2016) oleh Satker Disprasjaltarkim Sumbar itu.

Juga, berdasarkan sumber di PDAM, akui bobroknya kinerja manajemen PDAM Payakumbuh, tak lain disebabkan tidak harmonisnya komunikasi 60 karyawan dengan kepemimpinan Herri Iswahyudi yang dituduh arogan dan semena- mena ciptakan proyek mubazur serta lakukan pemotongan upah kerja karyawan.

Menurut sumber, telah terjadi proyek mubazir pengadaan Booster Pump, perbaikan Gingset, Pembersihan Bak Penampung Air serta Pemasangan Falt (aksesoris), alokasi dana PDAM TA.2016 setidaknya nilai Rp.500 juta lebih dana PDAM telah sia- sia, demikian ujarnya.

Dipaparkan, terkait proyek yang diduga tidak memiliki perencanaan tersebut, hingga detik ini pekerjaan itu tidak pernah difungsikan, tegasnya.

Juga dibeberkan, adanya 3 paket Pengadaan Pipa Transmisi sampai Distribusi Pipa Tersier dan Aksesoris TA.2017, yakni di Jl. Sukarno Hatta Ngalau Sampik senilai Rp.199.915.000, dan di Jl. Gajah Mada Koto Panjang dekat SMP Payobasung senilai Rp.45 Juta, serta di Pasar Padang Kaduduk Kec.Payakumbuh Utara senilai Rp.87.313.000, dimana sebesar Rp.50 juta ( 40%) dari upah pekerjaan secara swakelola Rp.138.334.428 langsung disunat Dirut, kesal sumber.

Dilain pihak, baik Dirut, Herri Iswahyudi.ST, yang berusaha dimintakan konfirmasi seputar tuduhan blundernya manajemen di perusahaan yang dipimpin via WhatshApp, hingga berita ini masih terkesan bungkam.
Sementara Dewan Pengawas PDAM Kota Payakumbuh, Yoherman. S.Sos, kepada media ini hanya menjawab sebaiknya kita ketemu, ujar Asisten I Setdako Payakumbuh itu. EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *