Sistim Pengelolaan Air Minum (SPAM) Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Tidak Berpungsi

 

Kepri OvumNews.Com–Proyek Milik Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja (Satker) Pemgembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PK PAM) Kepulauan Riau tahun 2012 Proyek Senilai Anggaran Rp3 Milyar
Kepri OvumNews.Com— Sistim Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang berlokasi di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan hingga saat ini belum difungsikan.
Proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja (Satker) Pemgembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PK PAM) Kepulauan Riau tahun 2012, menelan biaya dari APBN sekitar Rp3 miliar lebih ini seperti terbengkalai.

Meskipun pembangunan fisik SPAM ini sudah mencapai sekitar hampir 90 persen, namun masih ada yang kurang, seperti alat pompa air tidak ada. Kemudian, pagar pengaman kolam sumber air tidak dibangun, pipa jaringan SPAM dan mesin penyedot air tidak ada, serta pendukung alat lainnya.

Dalam bangunan tersebut hanya ada sejumlah kaporit yang disimpan di dalam karung. Begitu juga dengan kondisi areal dekat bangunan sepertinya tidak terawat, karena rumput yang berada di sekitar gedung tumbuh mencapai 1/2 meter lebih.

Menurut salah seorang warga yang tinggal di dekat pembangunan SPAM menuturkan, sekjak tahun 2012 lalu, bangunan tersebut belum diserahterimakan kepada pengelolanya. Sehingga sampai dengan sekarang belum pernah difungsikan dan masyarakat tidak bisa memanfaatkannya.

Bangunan SPAM ini tidak terawat karena terkesan dibiarkan saja tanpa difungsikan. Kami warga disini tidak bisa menikmati air bersih ini, karena sepertinya terbengkalai dan tidak ada yang mengelola,” ujar warga tersebut.

Mulkansyah Ketua National Corruption Watch (NCW) Kepri yang ikut turun ke lokasi dan melihat dari dekat proyek tersebut merasa prihatin, karena sampai dengan sekarang SPAM tersebut tidak difungsikan.

Pembangunan SPAM ini yang sepertinya tidak terawat. Setelah lengkap kita akan melaporkannya ke pihak Kejaksaan,” ujar Mulkan.

Hampir setiap daerah di Kepri ditemukan proyek SPAM yang diduga bermasalah, seperti di Natuna yang telah menyeret Kepala Satker-nya dan kontraktor ke meja hijau yang sudah divonis bersalah oleh hakim.

Mulkan berharap kepada pihak Kejaksaan agar jeli dan turun kelapangan menyikapi permasalahn pembangunan yang ada di Kepri seperti proyek SPAM dan lainnya.Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *