Terkesan Habiskan Anggaran, Program Latihan Disnaker Belum Tepat Sasaran

 

Batam.Ovumnews.com— Ruslan Pasolle ,Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, menilai pelaksanaan program pelatihan tenaga kerja oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker Trans) Batam belum tepat sasaran, terkesan menghabiskan anggaran tanpa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Seharusnya Disnaker menjalankan program pelatihan tenaga kerja lebih tepat sasaran, sehingga bisa menekan angka pengangguran,” kata Politisi Dapil Bengkong-Batuampar ini ketika diwawancarai di kantor DPRD Kota Batam, Selasa (16/5).kemaren

Berkaca pada fenomena sekarang angka pengangguran di Kota Batam selalu meningkat setiap tahunnya, dimana berdasarkan informasi terakhir tercatat 80 ribu, seharusnya ini dijadikan fokus utama Disnaker dengan memaksimalkan program pelatihan.

Setelah para pencari kerja selesai mengikuti pelatihan yang digelar Disnaker, hendaknya tidak langsung dilepas melainkan dijembatani mereka untuk bekerja pada perusahaan,” ujarnya.

Sebab, mereka telah mempunyai keahlian tersendiri sesuai sertifikasi pelatihan, jadi tinggal bagaimana Disnaker mengkomunikasikannya kepada perusahaan, begitu juga dengan peningkatan kemampuan pekerja hendaknya juga terus diberdayakan.

Ini penting dilakukan, kalau hanya dilakukan pelatihan tanpa dikawal, hanya akan menghabiskan anggaran tanpa ada out come,” ucap Ruslan.

Tujuan utama dari program pelatihan tenaga kerja, yakni agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bisa meningkat, baik dari segi kualitas maupun kemampuan, sehingga bisa bersaing dengan tenaga kerja luar di tengah era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Kita berharap kedepan Disnaker lebih memaksimalkan program pelatihannya, dan paling inti setiap pelatihan harusnya disejalankan dengan kebutuhan tenaga kerja di Batam, agar keahlian yang dimiliki bisa bermanfaat..
Kabid Pelatihan dan Produktifitas Disnaker Batam, Maryulis berjanji akan segera menerapkan metode tersebut, agar kedepan program pelatihan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja lebih tepat sasaran.seperti dikutip dari hl.

Bagi Pencaker kedepan akan kita aktifkan lagi program pemagangan, dengan cara membentuk jaringan komunikasi untuk menjembatani mereka mulai dari pelatihan, sertifikasi sampai kepada penempatan,”katanya ketika diwawancarai di kantor Disnaker Kota Batam, Selasa (16/5).

Namun, sekarang ini lanjutnya program pelatihan tenaga kerja dari Disnaker sendiri baru sebatas sertifikasi, tercatat tahun anggaran 2017 saja ada sebanyak 4 ribu lebih kuota, dengan rincian 655 bagi sertifikasi Pencaker dan 3.355 sertifikasi kemampuan.Sekarang sedang berlangsung di Lembaga Pengujian Kompetensi (LPK).jelasnya. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *