Tersangka Kasus Korupsi Laboratorium BP Batam Ditangkap Di Bandung

 

Batam.Ovumnews.com–Satuan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri menangkap Rn, Direktur PT Cakrayuda yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan alat laboratorium uji BP Batam dengan kerugian negara sekitar Rp600 juta.

Kami tangkap Rn Sabtu (28/5) di Bandung. Saat ini tengah menjalani pemeriksaan selaku tersangka,” kata Kasubdit Tipikor Polda Kepri AKBP Arif Budiman di Batam.

Sebelumnya, Polda menetapkan pejabat BP Batam, HP selaku tersangka dalam kasus tersebut. Kasus HP sudah dinyatakan P-21 oleh Kejati Kepri.

“Sebelum dibawa ke Batam sempat kami titipkan satu malam pada pihak kepolisian di Bandung. Saat ini tersangka sudah berada di Batam,” kata dia.

Rn sudah lama ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Namun saat mengetahui sudah menjadi tersangka, Rn melarikan diri sebelum akhirnya bisa ditangkap.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan guna pendalaman atas kasus itu. Rn selaku penyedia peralatan uji di Laboratorium BP Batam,” kata dia.

Arif mengatakan, Rn bersekongkol dengan pejabat BP Batam sehingga bisa memenangkan tender dengan pagu anggaran Rp3,4 miliar tersebut pada 2012.

“Karena sekongkol makanya Rn menang lelang. Setelah menang barang-barang yang diadakan oleh Rn tidak sesuai dengan klasifikasi pada kontrak,” kata Arif.

BP Batam mengadakan alat uji tersebut setelah Kementerian Perindustrian melarang produk mainan impor masuk ke Batam tanpa label SNI yang diberlakukan mulai pertengahan 2014.
Alat tersebut bisa digunakan untuk uji sampel yang selanjutnya diajukan ke Lembaga Sertifikasi Produk (LSpro) untuk diberikan SPPT SNI.

Setelah memiliki laboratorium, BP Batam terus melakukan sosialisasi pada perusahaan-perusahaan yang ada di kota industri itu agar melakukan pengujian material ataupun produk di laboratorium BP Batam.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto mengingatkan pejabat di Kepri tidak main-main dengan menggunakan dana negara untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu.

Kami tidak akan segan-segan terhadap perilaku korup pejabat. Jadi jangan coba-coba untuk menggunakan uang negara tidak sesuai ketentuan. Kami akan usut tuntas,”ungkapnya.ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *