Tersangka Kasus Korupsi Proyek Kapal di DKP Bintan Akan Bertambah

 

Tanjung Pinang.Ovumnews.Com–Dugaan kasus korupsi dilingkunan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mengatakan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan lima unit kapal berkapasitas 5 GT tersebut.
Hasil penyidikan yang kita lakukan, bakal ada tersangka baru dalam kasus ini,” ujar Kasipidsus Kejari Tanjungpinang Lukas Alexander Sinuraya kepada sidaknews.com di ruang kerjanya, Kamis (23/4).
Meski demikian, Lukas masih enggan membeberkan lebih rinci siapa dan apa peran bakal tersangka dalam proyek senilai Rp 1,1 miliar yang anggarannya dari APBD Bintan 2011 tersebut.
Dalam kasus ini pihak Kejari Tanjungpinang telah menetapkan dua tersangka yakni Hendri Suhendri sebagai PPK sekaligus PPTK proyek tersebut dan AM sebagai kontraktor pelaksana.
Saat ini telah dijebloskan ke Rutan Tanjungpinang, sementara tersangka AM, pemilik PT AP hingga saat ini belum diketahui keberadaanya, meski demikian ia terus diburu dan masuk sebagai salah satu buronan alias masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kejaksaan.
Bahkan, saat ini yang bersangkutan telah dicekal pihak Imigrasi karena dikhawatirkan kabur ke luar negari,” ujar Lukas.
Lukas juga berharap bantuan dari masyarakat yang kemungkinan mengetahui keberadaan AM saat ini agar segera menghubungi pihak kejaksaan.”Kita minta juga bantuan kawan-kawan lah, baik itu rekan-rekan wartawan, LSM atau kalangan masyarakat lainnya,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Kejari Tanjungpinang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan lima unit kapal berkapasitas 5 Gross Ton (GT) di DKP Bintan senilai Rp 1,1 miliar yang anggarannya berasal dari APBD Bintan tahun 2011.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti unsur melawan hukum dalam penyidikan kasus tersebut. Perkiraan kerugian negara yang timbul dalam kasus dugaan korupsi ini sekitar Rp 400 juta. ”Jumlah tersebut masih perkiraan sementara, tidak menutup kemungkinan bisa bertambah,” ujar Lukas kemarin.
Modus yang dilakukan tersangka yakni diduga dengan cara melakukan pengurangan volume dan spesifikasi (spek) beberapa item pembuatan kapal sehingga tidak sesuai dengan spek dalam perjanjian kontrak kerja.
Kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Korupsi jo pasal 55 KUHP.028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *