Tiga Bulan Siap Dikerjakan,Proyek Irigasi Payabilisa Hancur TA 2014 Milik PU Kabupaten Aceh Timur

 

Aceh Timur.Ovumnews.com—Hancurnya proyek irigasi didesa Payabilisa diduga dikerjakan asal jadi, tanpa memperhatikan mutu dan kuaitas proyek yang dikerjakan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Akibatnya saluran irigasi baru berapa bulan selesai dikerjakan sudah hancur.Saluran yang dikerjakan banyak yang retak-retak bahkan sudah roboh.juga akan menambah kehancuran dikemudian hari.
Zul masyarakat setempat mengatakan hancurnya proyek ini diduga pekerjaan asal jadi kita minta kepada pihak pelaksana ,kalau proyek ini masih dalam pemeliharaan kalau proyek ini telah diserah terimakan kepada PU setempat mohon untuk memperbaiki kembali.Juga ditambahkan masyarakat lainya yang tidak mau disebutkan namanya ,menyesalkan rusaknya saluran irigasi yang baru dibangun itu. Menurutnya saluran irigasi mencapai lebih dari 30 meter. Proyek ini terkesan dikerjakan asal-asalan. proyek irigasi sepanjang ± 30 meter karena kurangnya campuran semen dan juga minimnya pengawasan dari dinas PU Aceh Timur.
Ia meminta keseriusan pihak terkait untuk memeriksa proyek yang terancam tidak dapat dinikmati masyarakat. Kita butuh keseriusan para pihak terkait dalam memeriksa proyek itu, karena saluran irigasi itu sangat dibutuhkan masyarakat banyak,” harapnya.Sebelumnya, Harum 50Th mengaku, apabila dinas terkait tidak segera memperbaiki saluran irigasi, diperkirakan bangunan akan bertambah runtuh. Padahal saluran irigasi tersebut sangat dibutuhkan ratusan petani di desa ini.
Hanya beberapa bulan saja bangunan ini dapat kami nikmati, untuk apa pemerintah membuat proyek ke desa ini. Baru tiga bulan saja sudah rusak, bangamana nanti kalau sudah berumur satu tahun, pasti bangunan ini sudah runtuh.Bagaimana tidak roboh, kalau dikerjakan asal jadi dan pada pinggiran juga tidak dilakukan penimbunan, serta nominal anggaran proyek. Sebahagian pada dasar yang akan dicor untuk dinding saluran juga tidak dibersihkan sehingga pada saat pengecoran dinding tidak langsung ketanah tetapi terdapat batang rumbia yang hampir membusuk.
Sementara pihak dinas PU Kabupaten Aceh Timur, Pak Talfi baru-baru ini saat dihubungi melalui selularnya mengatakan pihaknya telah menerima laporan bahwa pekerjaan itu telah selesai dan mengenai yang roboh itu dikarenakan bencana atau banjir.Sedangkan.
Arzon Andre SH Aktivis LSM AMPERA Indonesia menangapi terkait hancurnya proyek tersebut.. Dugaan telah menguraggi volume pekerjaan untuk fisik, Ini sebagai pembuktian, disarankan kepada para pihak terkait agar segera dapat menindaklanjuti hal tersebut, guna mengusut secara tuntas proyek asal jadi yang telah rusak rugikan rakyat.Proyek jelas selalu berurusan dengan air jadi kalau dikatakan karena banjir lalu roboh memang masuk akal dan sudah bisa diprediksi. Tapi sesuai ungkapan tokoh dan masyarakat, selain rusak kerjaan, dinding-dinding proyek itu juga sudah banyak yang retak-retak tentu menunggu kehancuran dan roboh Ovm 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *