TNI AL Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI ke Malaysia

 

Batam.Ovumnews.com.. Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Unit-1/Jatanrasla (Kejahatan dan Kekerasan di laut) Lantamal IV Tanjungpinag berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 37 orang ke Malaysia,, Selasa (7/12) sekitar pukul 23.35 WIB. Pelaku ditangkap di perairan Batam.

Lima orang yang diduga sebagai pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Ahmad Jurari alias Kulup yang merekrut para TKI di Batam, kemudian Musliadi, Hendra, Fadli dan Edi berperan sebagai tekong.

Tim WFQR 4 menyita 4 speed boad pancung mesin 150 PK dengan jumlah penumpang 40 orang, Sedangkan dua pancung lagi berhasil melarikan diri ke perairan out port limit (OPL).
Sebelumnya mereka berangkat dari pelabuhan tikus Tanjung Uma, Batam.

Mereka (pelaku,red) merupakan sindikat internasional. Rencananya, para TKI tersebut akan dipekerjakan di kapal yang sedang sandar di OPL sebagai tank cleaning, ” kata Danlantamal IV Laksma S Irawan di pelabuhan Lanal Batam, Rabu (6/12).

Irawan menambahkan, modus operandinya pelaku mengantar para TKI ke perbatasan dua negara, lalu disambut sindikat asal Malaysia. Para TKI itu langsung dipekerjakan di kapal yang sudah dipesan. ” Mereka hanya dibayar Rp200 per hari dengan resiko pekerjaan sangat tinggi,” jelasnya.

Adapun kronologis dan data ke-40 orang tersebut, berawal pemberangkatan 32 orang menggunakan boat pancung ke perairan OPL Timur Malaysia, tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Pertama, Selasa 6 Desember 2016, sekira pukul 20.00 WIB, 32 orang penumpang boat pancung berkumpul di rumah Zulkifli, dengan alamat RT 02 RW 08 Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja Batam.

Ke-32 orang tersebut dikoordinir oleh Nadi dan Kulup, warga Tanjung Balai Karimun (TBK). Selanjutnya, Nadi dan Kulup menyiapkan 5 boat pancung mesin 75 PK Yamaha untuk mengangkut 50 orang. Dengan motoris atau tekong, Fadli.

Motoris boat pancung mesin 75 PK merk Yamaha tanpa ABK membawa penumpang 10 Orang. Kemudian, Edi Hariyanto, selaku tekong boat pancung bersama 1 orang ABK atas nama Natar, membawa 11 orang.

Setelah itu, Mas Mulyadi, selaku tekong boat pancung lain membawa 1 orang ABK atas nama Heri Putra yang membawa 10 orang. Yanto, motoris boat pancung yang membawa 1 ABK atas nama Putra membawa 10 orang penumpang. Hendra, motoris Boat Pancung Mesin 40 PK Merk Yamaha ABK 1 Orang atas nama Fendi membawa 8 orang.

Pada pukul 23.00 WIB, sebanyak 5 boat pancung membawa 50 orang penumpang berangkat dari Dermaga Beton Tanjung Uma Batam. Kemudian pukul 23.15 WIB, 3 Boat Pancung dengan penumpang 32 Orang, 3 Motoris, dan 2 ABK diamankan oleh Patroli Tim WFQR IV/ Unit 1 Jatanrasla.

Pengejaran dan pengehentian 3 boat pancung tersebut. Sedangkan 2 boat pancung lainnya melarikan diri ke arah perairan OPL Timur Malaysia. Pukul 00.50 WIB, sebanyak 3 Boat Pancung beserta 32 orang penumpang. 3 Motoris, dan 2 ABK tersebut diamankan di Dermaga Lanal Batam.

Dari keterangan dari Motoris, ABK, dan 32 pekerja mengakui bahwa keseluruhannya berangkat ke Perairan OPL Timur Malaysia untuk bekerja pada Kapal Tanker yang melaksanakan Clearing Tank (Pembersihan Tangki) tanpa memiliki/dilengkapi Dokumen Paspor.

Modus Operandi kegiatan tersebut tenaga kerja illegal dengan pengiriman ke Perairan perbatasan Indonesia – Malaysia (cangi) kemudian dijemput dengan Crewboat dari Singapura. Rencana kerja di Kapal Tanker dengan waktu yang tidak ditentukan.

Koordinator lapangan dalam perekrutan pekerja 32 orang tersebut yang dari Batam yaitu, Nadi dan Kulup sebagai orang kepercayaan WN Singapura.

Pengakuan 32 Orang pekerja Illegal di Kapal Tanker, perairan Malaysia akan dijanjikan Rp 150.000 per hari. Kemudian, Rabu 7 Desember 2016, sekitar pukul 03.00 WIB pengurus dari ke 32 orang pekerja tank cleaning di perairan OPL Timur, atas nama Ahmad Jurari asal Jambi datang ke dermaga Lanal Batam, karena dipanggil temannya yang diantara penumpang boat pancung atas nama Budi.

Yang bersangkutan menerangkan bahwa ke 32 org asal Batam tersebut akan dipekerjakan pada kapal tanker dgn MT IMPROS MONROVIA, untuk kegiatan tank cleaning atas order dari Mr Haru WNA Singapura.

Pengakuan Ahmad Jurari alias Kulup sudah menjalani pekerjaan perekrutan tenaga kerja secara ilegal sejak 3 tahun lalu dengan memberangkatan warga Batam dan sekitarnya sebagai tenaga pembersih tanki kapal tanker yg akan naik dock di negara Singapura.

Terkait keterangan Ahmad Jurari alias Kulup, yang bersangkutan sementara diamankan utk mengungkap jaringan pelaku perekrutan tenaga kerja diperairan Malaysia secara ilegal dan modus operandinya.

Ahmad Jurari membawa tekong/juru mudi boat pancung atas nama Indra dan abk atas nama Pendi merupakan salah satu dari boat pancung yg melarikan diri pada saat patroli sea rider tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla melaksanakan pengejaran dan penghentian terhadap boat pancung berpenumpang tenaga kerja ilegal ke perairan OPL Timur Malaysia.

Data tekong (Jurumudi) dan ABK termasuk penumpang boat pancung serta pengurus pekerja ilegal dari Batam ke perairan OPL timur Malaysia yang diamankan tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla sejumlah 40 orang tersebut

Boat pancung 1:

Musliyadi (38), alamat Tanjung Uma Batam (Tekong) bersama Heri Putra (18), alamat Tanjung Uma Batam (ABK boat pancung) dengan masing-masing penumpang Izwan Pazena (30), alamat Tanjung Balai Karimun, Ragel (25), alamat Batu Aji, Ucok (27), alamat Jodoh, Mikael (18), alamat Batu Aji, Safrizal (25) alamat Tanjung Balai Karimun, Ilham (16), alamat Winsor Nagoya, Tobi (22), alamat Penuin, Isman Pazena (30), alamat Karimun, Kevin (31), Alamat Batu Aji, Robert Panjatkan (30), alamat Batu Aji, Budi Laksana (21), Alamat Jodoh.

Boat pancung 2 :

Edi Harianto (27), alamat Tanjung Uma Batam (Tekong), Natar (28), alamat Tanjung Uma Batam (ABK), dengan penumpang, Sabarudin (24), alamat Belawan Medan, Roha (30), alamat Jodoh, Doni (24), alamat Jodoh, Arif (23) alamat Batu Aji, Wahyu (26), alamat Jodoh Abu (23), alamat Jodoh, Samsul (20) alamat Karimun, Dwi Kristianto (22), alamat Jodoh, Tahat (22) alamat Jodoh, Ahmad (24), alamat Jodoh, Syaiful (23), alamat Winsor Nagoya,

Boat pancung 3 :

Fadli (30) alamat Tanjung Uma Batam (Tekong) dengan penumpang Martua (26), alamat Jodoh, Supendi (52) Karimun, Ryan (18), alamat Karimun, Yogi (25) alamat Jodoh, Adoy (26), alamat Karimun, Rio (28), alamat Karimun, Jimy (25) alamat Jodoh, Rizki (19), alamat Jodoh, Tando (20), alamat Jodoh, Arifin (21) Alamat Batam Center,

Pengurus dan tekong serta ABK yang menyerahkan diri ke Dermaga Lanal Batam : yakni Ahmad Jurari (pengurus), Indra sebagai tekong (jurumudi), Pendi sebagai ABK boat pancung. OVn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *