Uji Kir Lama, Kabid Jarang masuk

 

Lubuk Sikaping Ovumnews.com– Pengurusan KIR Kendaraan bermotor di UPKB (Unit Pengujian Kendaraan Bermotor) Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman, mulai menuai keluh kesah dikalangan para pemilik kendaraan dan sopir. Selain merasa dipersulit, urusan di Kantor UPKB itu juga memakan waktu lama, tidak profesional dan menghabiskan biaya lebih besar.

Dari investigasi Koran ini di UPKB yang beralamat di Sungai Pandahan, di batas kota Lubuk Sikaping arah utara, proses uji keur kendaraan sangat tidak professional. Alat-alat uji KIR yang bernilai milyaran rupiah yang dibeli dengan APBD Pasaman tahun anggaran 2013, hanya terlihat sebagai pajangan. Pengujian hanya dilakukan secara manual oleh staf UPKB.

Namun keterangan yang disampaikan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Pasaman, Zul Bahar, bahwa uji KIR ditempat yang dipimpinya itu tidak manual. Beberapa bulan lalu memang sempat dilakukan secara manual, tapi hal itu terjadi akibat kekurangan staf. “Sekarang tidak manual lagi, anggota saya sudah memakai alat-alat canggih,” ujar Zul bahar.

Keterangan yang diperoleh dari staf UPKB, masalah kekurangan staf teknis sebenarnya tidak menjadi persoalan di UPKB Lubuk Sikaping, karena tenaga teknis sudah ada sejak lama.

“Pengopersiaan alat pengujian KIR sudah ada orangnya. Namun maklumlah, kami bekerja tentu sesuai perintah Kabid. Manual kata Kabid, yaa kami kerjakan saja manual,” terang staf tersebut sambil ngopi bareng di warung samping kantor UPKB.

Infromasi yang diperoleh saat itu, suasana kerja di lingkungan UPKB Lubuk Sikaping akhir-akhir ini tidak nyaman lagi. Para staf mengaku sekarang tdak ada lagi standar perasional prosedur dalam bekerja. Padahal hasil uji kelayakan kendaraan merupakan produk teknis yang amat sangat penting dalam menentukan layak atau tidaknya kendaraan dioperasionalkan.

“Resikonya besar lho, jika hasil uji teknis dimainkan secara manual, maka bisa menimbulkan kecelakaan di jalan raya, kalau memang kendaraan tersebut tidak layak jalan, ” terang staf itu.

Berkaitan dengan tidak diopersionalkanya alat uji kendaraan tersebut, sejumlah staf UPKB yang sempat ditemui hanya tersenyum dan sebagian lainnya langsung menghindar. Melihat gelagat agak ganjil ini, tentu memancing rasa penasaran.

Keterangan dari salah seorang staf berhasil diperoleh ditempat terpisah, terungkap bahwa jika alat-alat uji buatan luar negeri itu digunakan, maka hasil uji akan terlihat langsung di data print outnya.

“Hasil pengujian kendaraan akan keluar sesuai kondisi sebenarnya, begitu pula berapa biaya. Jadi kalau dengan alat uji, data kendaraan dan biayanya tertulis di kertas print out,” ungkap staf itu yang mohon dirinya tidak disebut—sebut dalam masalah yang tengah terjadi di UPKB saat ini.
Disinggung pula, jika pengujian dilakukan dengan manual atau lazim diplesetkan dengan menggunakan ‘tenaga dalam,’ maka biaya yang mesti dibayar pemilik kendaraan juga dituliskan secara manual. “Tentang maksud hal ini, silahkan artikan sendirilah,” ujar PNS berpakain biru terang itu mengkiaskan.

Sejumlah sopir yang sempat dikonfirmasi, mengaku agak kesulitan mengurus KIR di Pasaman. Mereka merasa dipersulit dan urusannya pun bertele-tele serta memakan waktu lama.

“Numpang KIR saja tidak bisa dan kendaraan kita banyak yang dipersalahkan. Padahal ditempat lain tidak demikian. Kendaraan plat nomor BA Pasaman saja bisa numpang KIR dan tidak dipersulit sama sekali. Belum lagi lamanya itu Pak, alasan orang UPKB itu Kabidnya tidak masuk,” tutur Marihot, sopir mobil pick up L300.

Pengakuan sejumlah staf UPKB Lubuk Sikaping, memang benar Kabid Zul Bahar jarang masuk. “Kadang sampai seminggu bahkan ada yang sampai sebulan tidak datang kemari,” ujar staf sambil mambana namanya tidak disebut, karena mereka sudah sering diancam Zul Bahar, kalau tidak loyal akan dimutasi ke daerah terpencil.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kabid Lalin Zul Bahar, pejabat ‘impor’ dari Kabupaten Pasaman Barat itu menyebutkan selama ini dirinya sangat sibuk karena harus rangkap jabatan. Selain mengurus tugas pokoknya di bidang uji kendaraan, dirinya juga mesti mengawal bupati Yusuf Lubis dan Wabup Atos Pratama saat kunker kelapangan.

“Maklum sajalah saya ini kan sangat sibuk. Dan tolong diingat posisi saya ini serba sulit, kalau diistilahkan sama dengan martabak, hangat diatas, panas dibawah,” katanya sambil memiringkan badan dikursi dengan sedikit senyum. Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *