Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Kepri Sebagai Percontohan Tingkat Nasional Tahun 2016.

 

Tanjungpinang.Ovumnews.Com–Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) kembali menetapkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Kepri sebagai percontohan tingkat nasional tahun 2016. Penetapan dilakukan pada kegiatan Peluncuran dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Program Modernisasi Pengadaan Fase II yang dibuka secara resmi oleh Kepala LKPP RI, Agus Prabowo di Jakarta, 13-14 April 2016.
Penetapan pada fase II ini tak terlepas prestasi ULP Provinsi Kepri pada fase I dan sudah semestinya membuat Pemerintah Provinsi Kepri berbesar hati.

ULP Provinsi Kepri dinilai mampu menjadi pionir dan contoh bagi 28 ULP lainnya dalam menyusun perencanaan organisasi PBJ yang lebih baik serta berpikiran strategis. Juga menerapkan tata kelola proses PBJ berbasiskan kinerja serta pengelolaan risiko PBJ yang mampu mendukung pencapaian obyektif pemerintah daerah,” demikian ungkap Kepala Biro
Pembangunan Kepri,.

Berdasarkan hasil penilaian dan overview selama fase I, maka ULP Provinsi Kepri termasuk peringkat 8 (delapan) besar ULP percontohan dengan kategori penilaian tingkat kematangan organisasi, SDM pengadaan penuh waktu, dan pelaporan manajemen kinerja.

Pada fase II program modernisasi pengadaan ini dimulai April 2016 sampai dengan bulan April 2018. ULP Provinsi Kepri diharapkan dapat melanjutkan hal-hal yang telah direncanakan di fase I sekaligus menularkan praktek-praktek terbaik ke ULP sekitar, dimana telah ditetapkan kesepakatan yang dibuat antar ULP Provinsi Kepri (ULP percontohan fase I) sebagai sister ULP dan ULP Provinsi Kalimantan Selatan serta ULP Provinsi Bangka Belitung (ULP percontohan baru) sebagai paired sister. Hal ini bertujuan untuk membina hubungan lebih erat dan memperlancar transfer pengetahuan dan saling memotivasi.

Pada Peluncuran dan Penandatangan Nota Kesepahaman Program Modernisasi Pengadaan Fase II yang diselenggarakan oleh LKPP dan Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia) tersebut, Pemprov Kepri seharusnya dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepri (kini Plt Gubernur Kepri, red), Nurdin Basirun. Namun karena padatnya kegiatan, penandatanganan dilakukan oleh Sardison yang juga Pembina ULP Provinsi Kepri.

Kegiatan fase II, jelas Sardison, merupakan keberlanjutan program modernisasi pengadaan fase I yang bergulir sejak November 2013. Sebanyak 29 ULP percontohan fase 1 dan 16 ULP percontohan baru yang dipilih berdasarkan komitmen pimpinan instansi/daerah, tingkat kematangan ULP, dan nilai strategis dan volume pengadaan diundang.

Program modernisasi pengadaan fase II difokuskan pada area kegiatan pengembangan kelembagaan, pembentukan ULP permanen, pembentukan tenaga kerja penuh waktu, dan pengembangan ULP sebagai pusat unggulan pengadaan barang/jasa sebagai pemimpin peningkatan manajemen kinerja pengadaan,” katanya.

Sebagai kilas balik dalam pelaksanaan program modernisasi pengadaan tersebut diturunkan dalam beberapa kegiatan. Salah satunya adalah melaksanakan kegiatan pendampingan pengembangan organisasi serta pelatihan keahlian manajemen. Pendampingan oleh mentor yang ditunjuk sejak Desember 2014 dengan pembekalan pelatihan (+30 modul) baik teknis dan manajerial.

Kegiatan Peluncuran dan Penandatangan Nota Kesepahaman Program Modernisasi Pengadaan Fase II ini dalam rangka mempercepat agenda reformasi pengadaan pemerintah dan mentransformasi operasi dari sistem pengadaan publik di Indonesia. Ini juga berkaitan dengan efisiensi belanja negara, khususnya pada peningkatan belanja modal, serta untuk memastikan agar barang dan jasa publik yang dibelanjakan pemerintah tepat mutu, tepat waktu dan tepat guna,” jelas Sardison.

Program Modernisasi Pengadaan adalah salah satu proyek kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat yang tertuang dalam Perjanjian Compact. Program ini didesain untuk mempercepat reformasi dan transformasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui peningkatan keadilan, transparansi, profesionalisme dan kualitas barang dan jasa yang diperoleh.(BK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *