Upacara Hari Peringatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pemkab Bolmong 2015.

 

Bolmong,Ovumnews.com–Upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (K3) tahun 2015 yang dilaksanakan di lapangan upacara kantor Bupati, Lolak ,Senin (19/01) Pemkab Bolmong.Dalam Upacara ini sekaligus merupakan pernyataan awal dimulainya bulan K3 Nasional tahun 2015 secara serentak di tanah air. Peringatan Hari K3 pada bulan Januari tahun 2015 ini, merupakan tahun pertama bagi bangsa Indonesia, untuk berjuang,berperan aktif dan bekerja secar kolektif dan terus menerus,dalam mewujudkan Indonesia berbudaya K3 tahun 2015, menuju tercapainya visi K3 yaitu ” Kemandirian masyarakat Indonesia berbudaya K3 tahun 2020″.
Demikian yang disampaikan Bupati Bolaang Mongondow ,Hi Salihi Mokodongan, selaku inspektur upacara membacakan sambutan Menaker RI. Bupati mengatakan bahwa sesuai UU Nomor 1 tahun 1970, pelaksanaan K3 tidak hanya menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja serta orang lain yang berada ditempat kerja,tetapi juga mengendalikan resiko peralatan, aset dan sumber produksi, sehingga dapat digunakan secara efisien dan aman, agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Ditambahkankan oleh Bupati, kondisi tersebut harus dijadikan sebagai tantangan sekaligus peluang di era perdagangan bebas AFTA tahun 2015 yang dicirikan bebasnya arus barang dan tenaga kerja tampil antarnegara Asean. Bupati juga menghimbau, mengajak dan mendorong seluruh stakholder melakukan upaya nyata terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing masing sehingga budaya K 3 benar benar terwujud di setiap tempat.
Upacara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Drs Farid Asimin MAP, para Assisten, Staf ahli, Pimpinan SKPD, Camat, Sangadi, Pegawai dan karyawan di lingkungan Pemkab Bolmong, serta pimpinan dan Karyawan Perusahaan swasta.
Hari keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam perlindungan ketenagakerjaan dan hak dasar dari setiap tenaga kerja. Upaya yang paling tepat dalam menerapkan K3 yaitu dengan sistem manajemen K3. Hal ini sebagaimana amanat Pasal 87 Undang-Undang No.13 Tahun 2003 dan diatur dalam Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012. Lebih lanjut dikatakan, K3 merupakan tanggungjawab semua pihak, pemerintah,pemerintah daerah,lembaga,masyarakat industri dan masyarakat umumnya.
Tahun 2015 merupakan tonggak sejarah menuju terwujudnya pencapaian visi K3 nasional “Indonesia Berbudaya K3”. Ia juga menghimbau kepada Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota, pemimpin perusahaan dan lainnya melakukan upaya kongkrit, sehingga budaya K3 benar-benar terwujud di setiap tempat. Budaya K3 merupakan bagian integral dan revolusi mental dalam pembangunan nasional guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Ovn.03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *