Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Atensi Suap Imigrasi

 

Batam.Ovumnews.com—Terkait kasus dugaan suap (gratifikasi) yang melibatkan ZR pegawai Imigrasi Kelas I Batam mendapat atensi khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi.Lembaga anti rasuah itu meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
“KPK meminta Kapolres Barelang usut kasus ini. Biar tidak terulang,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Jumat (11/3).

Penyidik harus jeli dalam mengungkap kasus ini. Termasuk mendalami adanya keterlibatan pihak lain di Imigrasi.Kasus tahanan kabur ini bisa lebih dari dua orang itu saja,” ujar mantan Direktur Kriminal Umum Polda Kepri itu.

Menurut Basaria, Kapolres Barelang Kombes Pol Helmy Santika harus mendalami kasus tersebut dengan teliti.

Kepolisian Resort Kota Barelang menetapkan ZR, oknum pegawai kantor Imigrasi Batam sebagai tersangka kaburnya Damar Bahadur Chettri, tahanan Imigrasi kelas 1 Khusus Batam, Minggu (24/1). Damar Bahadur Chettri alias Sam Chettri (45) merupakan WNA berkewarganegaraan Singapura yang memalsukan Dokumen Paspor Indonesia.

Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang juga menetapkan seorang biro jasa pengurusan paspor, Manasar Siagian (45) sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia ditangkap di Kota Medan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi menerangkan ,penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan dan penyidikan kembali terhadap oknum biro jasa itu.

Sebelumnya, ZR hanya menjadi saksi. Namun, setelah dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari Manasar Siagian, maka ZR, ditetapkan menjadi tersangka,” kata Kompol Yoga, Jumat (11/3) siang, di Mapolreta Barelang.Berdasarkan hasil pemeriksaan, ZR mengakui perbuatannya. Ia menerima imbalan uang jasa sebesar 5.250 Dollar Singapura.

Untuk sementara ini imbuh Kasat, baru dua orang tersangka yang terlibat dalam melepaskan tahanan Imigrasi. Sedangkan Sam Chettri sendiri buron. Ia kabur ke Johor, Malaysia, melalui pelabuhan tikus, dengan speedboat secara ilegal. Selanjutnya masuk ke Singapura melalui Johor.

Dari hasil penyelidikan, Manasar Siagian ini mendapat upah sebesar 40.000 Dollar Singapura membebaskan Damar Bahadur Chettri alias Sam Chettri. Uang itu dibayar tunai melalui seorang pria yang berdomisili di Batam.

Untuk memuluskan upayanya itu, Manasar Siagian membayar Zul sebesar 5.250 Dollar Singapura. Kemudian, Manasar mengatur keberangkatan tahanan Imigrasi (Sam Chettri) tersebut untuk masuk ke Malaysia melalui pelabuhan tikus. Yaitu dengan membayar orang sebesar Rp70 juta,” jelasnya lagi.

Setelah Manasar Siagian berhasil melakukan aksinya ia pun melakukan pesta di Windsor Foodcourt. Keesokan harinya dia berangkat ke Medan, Sumatera Utara untuk menghilangkan jejak.

Kita mendapatkan laporan dari pihak Kantor Imigrasi Batam, lalu kita lakukan pengejaran. Akhirnya, tersangka Manasar berhasil kita ditangkap di Medan Baru, Kota Medan,” tukasnya.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Batam (Wasdakim) Kelas I Khusus Batam, Rafli mengatakan Damar Bahadur Chettri, merupakan pelaku pemalsuan paspor RI yang digunakan untuk masuk ke Singapura dari Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

Dia ditangkap oleh petugas Imigrasi Batam karena ketahuan memalsukan dokumen paspor RI di loket pemeriksaan paspor WNI di pintu keberangkatan 3, Selasa, 22 Desember 2015, lalu.

Damar ini tahanan kami. Namun setelah ditangkap dan ditahan, dia berhasil kabur. yang terlibat dalam kasus lepasnya tahanan tersebut, Rafli menyerahkan sepenuhnya kepada polisi Polresta Barelang.Ovn 03
.Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *