Walikota Padang Mahyeldi Segel PT Mitra Beton Indonesia Beroperasi

 

Padang.Ovumnews.Com–Walikota Padang Mahyeldi memasang segel larangan PT Mitra Beton Indonesia beroperasi, Selasa (29/3). Larangan dilakukan karena kegiatan perusahaan itu dinilai merusak lingkungan dan tak memiliki izin.

Tiga peru¬sahaan dengan usaha berbeda yang berada di Kota Padang akhirnya dilarang beroperasi. Walikota Padang memasang segel tanda dilarang beroperasinya peru¬sahaan tersebut, Selasa (29/3).

Ketiga perusahaan itu yakni dua perusahaan bergerak di bi¬dang batching plant, PT Mitra Beton Indonesia dan PT Satika. Sedangkan satu perusahaan lain bergerak di usaha cangkang sawit.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo, ketiga peru¬sahaan itu telah merugikan masya¬ra¬kat sekitar. Air yang mengalir dan menjadi kebutuhan warga telah ikut tercemar. Bahkan secara tinjauan Analisa Me¬ngenai Dampak Lingkungan (Amdal) tidak memenuhi dan harus ditutup.

Kita menutup dan melarang tiga perusahaan untuk beroperasi. Jika perusahaan ter¬sebut masih beroperasi, tentu sudah melanggar hukum,” ujar Walikota usai melakukan sidak ke tiga perusahaan tersebut.

Walikota Pa¬dang melakukan inspeksi men¬dadak ke simpang jalan DPR, Tunggul Hitam. Tak jauh dari jalan Padang Bypass. Di sini Walikota melihat langsung peru¬sahaan yang bergerak dalam usaha cangkang sawit.

Saat itu, Walikota menemukan tali ban¬dar di sepanjang tempat pengum-pulan cangkang sawit sudah tertimbun tanah, sehingga air di sekitar lokasi menjadi tergenang. “Ini menjadi pemicu banjir di sini,” ujar Walikota.

Ketika itu juga Walikota mencari pemilik perusahaan tersebut. Pekerja yang dipercaya mengelola perusahaan tersebut, Aceng, tidak bisa menunjukkan surat izin usahanya. Termasuk surat kelengkapan lainnya. Wali¬kota lantas memancang tanda larangan melakukan kegiatan usaha di lokasi perusahaan ter¬sebut karena telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2011 tentang izin gang¬guan. “Mulai saat ini usaha ini kami tutup karena tidak memiliki izin,” ujar Walikota kepada Aceng.

Walikota ber¬gerak ke arah Lubuk Kilangan. Di sini, Walikota mendapati PT Mitra Beton Indonesia yang juga tidak memiliki izin. Perusahaan yang berada persis di depan SPBU Indarung itu juga dilarang untuk beroperasi. Setelah me¬nemui pemilik perusahaan ter¬sebut, Walikota memasang tanda lara¬ngan usaha bagi perusahaan itu.

Tidak sampai di situ, Wali¬kota menuju PT Satika yang berada di dekat Lubuak Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan. Di sini, Walikota melihat langsung kondisi air yang mengalir dari perusahaan tersebut. Walikota menemukan air yang telah ber¬campur dengan semen dan batu.

Limapuluh meter sepanjang sungai tidak boleh ada aktivitas. Kebutuhan air bagi warga sangat diperlukan, saat ini air sudah tercemar semen dan ketika di¬minum tentu akan berpengaruh kepada kesehatan, ini sangat membahayakan. Perusahaan ini kami tutup karena memba¬haya¬kan masyarakat Kota Padang dan perusahaan ini harus segera pindah” kata Walikota.

Dalam inspeksi mendadak itu, Walikota didampingi Kepala Bapedalda Edi Hasymi, Kepala BPMPTSP Didi Aryadi, Kepala Satpol PP Firdaus Ilyas, Kabag Humas dan Protokol Mursalim serta lainnya. H.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *