Waspada…Pelayanan BTPN Payakumbuh “Brengsek”

 

Payakumbuh.Ovumnews.com–Pelayanan manajemen BTPN Cabang Payakumbuh brengsek dalam perekrutan dana tabungan pensiunan dari ribuan purna bhakti PNS di kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, dituduh melanggar aturan serta ketentuan dari Taspen (Lembaga pengelola dana pensiunan purna bhakti-red). BTPN Payakumbuh, akhirnya mendapat sangsi berat tidak diizin dari Taspen Cabang Bukittinggi.

Apakah mungkin disebabkan brengseknya pelayanan BTPN Payakumbuh itu, wartawan yang mendapatkan informasi dari beberapa purna bhakti pensiunan di kota Payakumbuh dan kab. Limapuluh kota, diantaranya Jasri, pensiunan Peternakan Pemkab. Limapuluh Kota, Gimin, pensiunan Lurah Pemko Payakumbuh serta Hasrati, pensiunan janda, dari alm suaminya, Arius, guru yang mendatangi bank tersebut yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta Payakumbuh, sebutkan dipersulit ketika hendak pelunasan hutang piutang mereka, demikian papar tiga pensiunan terpisah kepada wartawan.

Masing- masing, baik Jasri, Gimin dan Hasrati, berbeda alasan serta asumsi dari petugas BPTN kota Payakumbuh, diantaranya diketahui miliki nama Gita, kentara alasannya kepada tiga nasabah tersebut, agar mereka tidak melakukan pelunasan hutang piutangnya, sehingga tiga purna bhakti merasa kesal atas ulah Gita dan rekannya di BTPN itu, ujar Jasri, Gimin dan Hasrati tempat yang berbeda.

Penuturan polos tersebut diperoleh wartawan, dari tiga pensiunan kini berdomisili di luar kota Payakumbuh, kecewa atas pelayanan “Brengsek” serta menyebalkan petugas pada Bank Tabungan Pensiunan Negeri kota Payakumbuh. Padahal, awalnya para petugas Bank tersebut, mengemis- ngemis merayu agar para pensiunan dengan iming- iming mudahnya pencairan serta pelunasan dengan bunga kecil dari pemberian kredit di BTPN tersebut, kesal mereka.

Anehnya, para pekerja BPTN itu, agar para nasabahnya jangan melunasi piutangnya, tidak segan mengancam menjual nama PT. Taspen menyuruh minta membuat surat Pernyataan kepada nasabannya yang berniat melunasi piutangnya, dana pelunasannya tidak memakai uang pihak lain. Juga dalam surat pernyataan tersebut, nasabah tersebut tidak akan minjam ke pihak lain atau Bank berbeda. “Kenapa kita kok dicurigai dari mana kita dapati uang pelunasan hutang, serta kita dicurigai pindah ke Bank lain”, demikian kesal Jasri, Gimin dan Hasrati.

Menyikapi kejadian atas sikapi petugas BTPN kota Payakumbuh, Gita dan temannya, media ini yang mencoba konfirmasikan kebijakan blunder itu kepada Pimpinan, Ferry Doni, Gita berkilah pimpinan lagi tidak di ruangannya, sembari katakan sedang di Bukittinggi menghadiri undangan rapat di PT. Taspen, elaknya.

Meskipun, berdasarkan informasi ketika itu, bahwa pimpinan BTPN kota Payakumbuh ini ada kok diruangannya lantai dua, demikian celetuk sumber. Namun Gita tawarkan wartawan, besok pagi, Rabu, 26 Oktober 2016 Bapak bisa temui pimpinannya.

Tapi apa lacur, sesuai tawaran Gita kepada media ini ditagih, ternyata Gita terkesan berpura-pura menelpon pimpinannya ternyata juga tidak berhasil dimintakan tanggapan pimpinan BTPN tersebut. Ketika wartawan berusahan mengontak atau mengirim pesan singkat via ponselnya 081363210744, meskipun ada nada sambungnya hingga berita ini bungkam dari kejaran wartawan. Setidaknya ada apa dibalik bungkamnya manajemen Bank BTPN kota Payakumbuh…? (Edwar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *