BatamBeritaFokusHukumNasional

Pejabat Pemko Batam Terjerat Kasus Vidio Durasi 24 Detik di Non Aktifkan

Batam.Ovumnews.com-Terkait Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau akhirnya dinonaktifkan sementara usai video tidak senonoh berdurasi 24 detik tersebar di dunia maya.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menegaskan penonaktifan tersebut bukan pemberhentian, melainkan langkah administratif agar proses pemeriksaan dapat berjalan objektif dan tanpa hambatan.

Untuk proses pemeriksaan, Wali Kota Batam membebastugaskan yang bersangkutan terlebih dahulu.

Selama masa pembebastugasan, Gustian Riau dipastikan tetap menerima hak kepegawaiannya secara penuh, termasuk gaji dan tunjangan. kata Firmansyah.

Untuk memastikan roda pelayanan publik tidak terganggu, Wali Kota Batam menunjuk Suhar, yang juga menjabat sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag.

Firmansyah menepis anggapan rangkap jabatan tersebut akan mengganggu kinerja pemerintahan.

Tidak mengganggu. Posisi Asisten Ekonomi dan Pembangunan secara struktural berada di atas Disperindag dan lebih bersifat manajerial, bukan operasional,” jelasnya.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam berkoordinasi dengan Polda Kepri untuk menangani persoalan video tersebut.

Kami masih mengumpulkan informasi awal. Yang bersangkutan belum kami panggil.

Sebelumnya, Gustian Riau melaporkan ke Polda Kepri atas dugaan kasus pemerasan terkait beredarnya video dia.

“Yang bersangkutan mengadukan bahwa dirinya merasa diperas oleh seseorang,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin beberapa waktu lalu.

Namun, hingga saat ini, identitas pihak yang diduga melakukan pemerasan masih belum diketahui secara pasti.

Diperas oleh siapa, yang bersangkutan juga menyatakan tidak tahu. Itu yang sedang kami dalami,” tambahnya.

Laporan tersebut kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri.

Polisi tidak hanya mendalami dugaan pemerasan, tetapi juga melakukan pengecekan keaslian video yang beredar luas di media sosial.(hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OvumNews