Pesawat Tercepat di Dunia SR-71 Blackbird Tetap Andalkan Bintang untuk Navigasi

Pesawat mata-mata Blackbird SR-71 yang tetap menggunakan navigasi bintang 

Jogja.Ovumnews.com– Selama berabad-abad, para pelaut kita memiliki masalah besar: pedoman navigasi. Saat pelayaran laut jarak dekat, tentu masih dapat mengikuti garis pantai, namun bagaimana dengan jarak jauh?

Dalam memecahkan masalah ini, orang zaman dahulu memiliki jawabannya masing-masing yang berbeda. Orang-orang Nordik mengamati pola terbang burung untuk menentukan rute mereka.

Orang-orang Polinesia mengamati burung-burung, tetapi juga menggunakan ombak, dan menyaksikan sinar samar di cakrawala.

Orang Mesir menggambar grafik yang menandai garis bujur dan garis lintang. Sementara itu, para warga Fenisia kuno menemukan cara menavigasi menggunakan matahari dan pada malam hari mereka menggunakan bintang.

Selama berabad-abad, perangkat yang lebih canggih diciptakan untuk mengukur ketinggian matahari dan bintang di cakrawala.

Pada Abad Pertengahan, para pelaut menggunakan astrolabe, yang merupakan lempengan logam yang disangga oleh cincin kecil.

Sementara navigasi perlahan tergerus oleh teknologi, tidak dengan teknologi ini yang terus mengandalkan perbintangan.

Yakni pesawat mata-mata “Blackbird” SR-71, yang digunakan Angkatan Udara AS dari pertengahan 1960-an hingga 1990, mengandalkannya.

Menurut Smithsonian, sistem navigasi menentukan posisi pesawat dengan menggunakan bintang yang terlihat melalui lensa di bagian atas setiap unit.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *