Pasar Kambang Diliputi Masalah Tak Dimanfaatkan

Nasib  Pasar Kambang yang telah di banggun, di Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar tahun Anggaran 2017 sampai sekarang, bagaikan  bara api yang siap membakar mereka yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan proyek tersebut. Khusus untuk tahun 2017, pasar tersebut tak bisa dimanfaatkan dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Pessel.Ovumnews.com—Nasib mu kini pasar tak bisa dimanfaatkan, beberapa item pekerjaan masih bermasalah, namun dipaksakan untuk PHO. Kondisi ini menyertai proyek  Pasar Kambang yang dikerjakan PT. Tasya Total Persada milik Dinas Koperindag Kabupaten Pesisir Selatan.

Pengakuan, Mon salah seorang pedagang, kepada media ini, Selasa (21/5) proyek senilai Rp5,M  miliyar tersebut, sudah di PHO, namun belum ada serah terima dengan pedagang yang akan menempatkan kios di Pasar Kambang.

Para pedagang tak mau pindah, disebabkan kondisi bangunan tak layak dipakai. Dan, dengan kondisi bangunan asal asalan ini, tak layak rasanya pedagang menempatinya. Sudah setahun selesai di PHO, tapi pedagang masih berjualan di luar.

Sembari mengajak media ini mengelilingi pasar, Mon menunjukkan beberapa item pekerjaan tak layak di PHO. Dinding bagian tiang utama, terlihat patah struktur dan tiang utama merengkah. “Patah strukturnya dinding dan tiang tersebut, mencemaskan pedagang, apalagi gempa sering terjadi Kambang,” katanya.

Masalah lain, katanya, untuk pekerjaan panopi tak rapi dan berliuk bagaikan ular, keramik banyak yang pecah, sambungan ruangan dengan ruangan lain, masih tak sempurna, flapon dan dinding tak menyatu, sebab ada rongga. Cat sudah mengelupas dan warna dinding  sudah memudar.

Parahnya lagi, jeruji pintu tak menyatu dengan dinding atas, bahkan terlihat kosong lebih kurang 10 Cm. Pintu tak bisa dibuka, terpaksa membukanya menggunakan gergaji,” kata Mon, seraya menyebutkan, memang tak selayaknya bangunan ini di PHO. Dan, wajar pedagang tak mau menempati.

Beredar isu dikalangan pedagang, kata Mon, proyek ini dikerjakan orang dekat Kadis, sehingga PHO terkesan dipaksakan. Padahal, proyek ini terlambat dari jadwal dan ditambah waktu dengan denda permil.”Meski sudah ada tambahan waktu 50 hari kerja, pekerjaanpun terkesan asal asalan,” tukuk Mon.
Kondisi bangunan Pasar Kambang yang memprihatinkan ini, juga menuai sorotan Darwin, Direktur LSM ACIA Sumbar. Kata laki laki pegiat korupsi ini, ada indikasi korupsi pada pekerjaan proyek ini, sebab sudah dibayarkan dan di PHO. Namun, Darwin berjanji, akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap pekerjaan proyek yang ditenggarai merugikan keuangan negara ini.

Kita akan kumpulkan data dan poto pendukung untuk bahan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi Sumbar,” janji Darwin yang telah banyak melaporkan kasus pekerjaan proyek, baik menggunakan dana APBD maupun APBN di Sumbar.

Kepala Koperindag, Kabupaten Pessel, Asral saat dikonfirmasikan via hp dan WA nya 082174331xxx, Jumat (25/5), malah memerintahkan media ini untuk mengkonfirmasikan kepada PPTKnya Hardi Darma yang akrab dipanggil Edi Anjang.

‘Tanya saja kepada PPTK Edi Anjang. Sebagai PPTK, ia yang mengetahui pekerjaan proyek tersebut. Sedangkan, ada tudingan saya dekat dengan IL, itu tidak benar. Saya tak satu kampung dengan IL,” kata Kadis sembari meyebutkan, ia terburu buru mau ke Mesjid.

Menariknya, Edi Anjang, PPTK yang dipercayakan Kadis untuk menanggapi terkesan bungkam dan lepas tangan. Dikirim pertanyaan via WA nya, 081218113xxx hanya dilihat tanpa menjawab sama sekali. Sampai berita ini diturunkan, tak ada tanggapan sama sekali dari Edi. Sc/Nov invesigasi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *