Proyek Milik Dinas PSDA Sumbar Diduga Bermasalah

Proyek perkuatan tebing Batang Agam yang dikerjakan CV. Ghazzy. awal pekerjaan sudah ada masalah dan dapat SCM 2 atau teguran 2 kali.

Payakumbuh.OvumNews.com--sudah berapa kali disorot media, LSM, namun tak membuat rekanan di Dinas PSDA Sumbar jera. Bahkan, makin nekat rekanan mengerjakan proyek di dinas basah tersebut. Salah satunya CV. Ghazzy yang mengerjakan pembangunan sungai perkuatan tebing Batang Agam.

Proyek dengan nomor kontrak  04.01/PBPP-WIL.UTR/APBD-PSDA/VII-2019 dengan waktu pelaksanaan 161 hari kalender, kontraktor pelaksana CV Ghazzy, , kontrak Rp. 2.367.627,625,50, dari awal sudah terlihat permasalahan. Pada awal pekerjaan sudah ada masalah dan kena SCM 2.

Telusuran media ini, jumat (7/12) kelokasi pekerjaan, ditemukan beberapa penyimpangan. Diantaranya, pasangan batu dinding tebing terlihat tipis dan asal jadi dan rentan ambruk. Bukan diperbaiki malah, pekerja di lapangan mengaku, proyek ini sudah tekor.

Penyebabnya, dua bulan pekerjaan temannya yang mensub dan bermasalah. Bahkan sudah kena SCM dan diambil alih pemilik perusahaan. “Setelah diambil alih pemilik perusahaan, saya yang melanjutkan pekerjaan yang kena tegur dua kali ini,

Sembari membela juga mengatakan, proyek ini, sebenarnya sudah tekor, tapi demi menyelamatkan perusahaan tetap dilanjutkan. “Buktinya, pasangan batunya dengan tebal 40cm dan 50cm, dalam keadaan tanah tidak padat, kita sloping, apalagi tanah tersebut tidak ada pemadatan menggunakan vibro.tentu merugikan kita sebagai rekanan,

Adukan semen tanpa lantai kotak adukan dan hanya diatas permukaan tanah, sehingga adukan semen bercampur tanah. Bahkan adukan dari atas hanya diluncurkan melalui dinding tebing, tanpa kotak luncuran, tanpa beban ,itu tidak terkontaminasi sekali dengan tanah. Namun, ia sangat berharap kalau ada temuan jangan dipublikasikan dulu dan beritahu kepada kami. “Untuk papan luncuran, sekarang sudah disediakan,

Adukan manual tak menggunakan molen disebabkan pekerja memasukkan pasir menggunakan skop. pekerja merasa terganggu dan lamban kalau pakai gerobak atau kotak takaran.”Jadi kita maklum saja,” katanya sembari berharap kualitas jangan diabaikan.

Proyek dibawah target baru 70 persen pengakuan diduga material batu yang digunakan. Batu untuk dinding tebing dalam kondisi diselimuti bertanah yang diambil dilokasi pekerjaan.batu bercampur lumpur digunakan pekerja untuk dinding tersebut.

Adukan tanpa memakai molen dan takaran sebagaiman mestinya, dugaan Potret buram proyek milik PSDA Sumbar yang dikerjakan CV. Ghazzy tersebut, menuai tanggapan Syafrigon Datuk Cinto Kayo menangapi dari Lembaga BAPAN RI ,Sumbar, dugaan persoalan yang terjadi pada pekerjaan proyek tersebut, diantaranya sudah banyak pindah tangan dan kena SCM 2 diawal pekerjaan.

Pasangan batu tipis dan batu digunakan berasal dari lokasi setempat, itupun berselimut tanah.Adukan semen secara manual dan diatas tanah tanpa kotak, sehingga bercampur tanah. Diperparah lagi, air yang digunakan juga berwarna kuning dan bercampur tanah.

Saat diturunkan dari atas, juga tanpa papan luncuran dan hanya didinding tebing.” Ini terkesan pekerjaan asal asalan atau asal selesai, tanpa memikirkan mutu dan kualitas proyek tersebut unkapnya,

Syafrigon Datuk Cinto Kayo Dugaan kita juga lemahnya pengawasan pemilik proyek kita akan menyurati Kadis PSDA ke pihak aparat penegak hukum, HS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *