Diduga Pekerjaan  CV. Metronas Terkesan Tak Mengacu Spesifikasi Proyek Milik PSDA Sumbar Ta 2019

Dugaan pekerjaan proyek Milik Dinas PSDA Sumbar, adanya dugaan penyimpangan. Baik pekerjaan yang jauh dari keramaian dan sulit ditempuh, maupun pekerjaan yang dekat dikeramaian. Seperti proyek Batang Lurus-Maransi tak berapa jauh dari Kantor Walikota Padang.

Sumbar.Padang.OvumNews,com–Wajar saja, proyek Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, tersebut menuai tanggapan beragam dari berbagai kalangan. Termasuk juga, dugaan penyimpangan kegiatan pembangunan prasarana sungai Batang Lurus – Maransi, berlokasi di Kota Padang.

Pasalnya, proyek bernomor kontrak, 03.03/PBPP.WS-APBD/PSDA-VII/2019, tanggal 5 Juli 2019, sumber dana APBD provinsi tahun 2019, nilai Kontrak Rp. 3.944.701.192, waktu pelaksanaan 180 hari kalender, masa pemeliharaan 180 hari kalender, kontraktor CV. Metronas, konsultan supervisi CV Karahoshitam Engineering, diakhir tahun terkesan dipacu dan mengabaikan mutu.

Telusuran media ini beberapa hari lalu kelokasi pekerjaan di jembatan by pass tak jauh dari Kantor Balaikota Padang, proyek yang didominasi file beton tersebut, terlihat bermasalah pada pekerjaan pasangan batu untuk saluran air. Bahkan, pekerja terkesan cuek melanjutkan pekerjaan yang tak mengacu spesifikasi teknis dengan alasan dikejar waktu.

Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya, tanpa beban mengatakan, volume air yang tinggi, menyulitkan mengeringkan air untuk pekerjaan pasangan batu. Dengan kondisi tersebut dan waktu pekerjaan tak berapa lama lagi akan berakhir, terpaksa diburu, pekerja terpaksa mensiasatinya, bekerja dalam kondisi berair.

Dengan kondisi yang ada, terpaksa kami berpandai pandai mengerjakan pasangan batu ini. Sembari air disedot, kami langsung mengerjakan pasangan batu meski air yang disedot tersebut tak sampai kering. Terpenting pekerjaan selesai,” kata pekerja tersebut, seraya mengatakan, susah untuk dikeringkan, disebabkan tingginya debit air.

Parahnya lagi, pasangan batu dalam kondisi berair, juga terkesan asal asalan. Batu besar terkesan disusun saja, baru disirami adukan semen. Bahkan, batu yang digunakan batu gunung berselimut tanah dan dipasang tanpa dicuci terlebih. Sehingga diragukan melekatnya adukan semen dengan batu bertanah tersebut.

Lagi pekerja mengaku tak sempat mencuci batu tersebut, sehingga langsung dipasang saja.”Tak ada perintah batu ini dicuci dulu sebelum dipasang. Kami pekerja tentu bekerja sesuai material yang ada,,” tukuk pekerja tersebut, seraya mengaku memang batu berselimut tanah ini tak dicuci.

Dugaan penyimpangan lain, adukan semen dilakukan diatas tanah lembek, tanpa kotak takaran. Sehingga adukan terindikasi bercampur tanah. Diperparah lagi, air yang digunakan untuk adukan semen berwarna kuning dan diambil dilokasi pekerjaan pasangan batu yang tergenang air. Kondisi ini, semakin parah tanpa adanya pengawasan dan terkesan membiarkan penyimpangan ini terjadi.

Menariknya, Fakri, PPTK, saat ditemui di kantornya Dinas PSDA Sumbar, tak membantah sedikitpun. Genangan air dilokasi pasangan batu, bisa jadi pekerja sedang istirahat. Sementara, ia mengakui batu tersebut harus dicuci sebelum dipasang. Sembari menelepon pekerja dilapangan, ia memerintahkan agar batu tersebut dicuci sebelum dipasang. Namun, bagaimana dengan batu yang sudah terpasang. Apakah dilakukan pembongkaran atau dilanjutkan.

  1. Nas saat dikonfirmasikan via WA nya tak ada jawaban sama sekali. Balasan WA nya, hanya mengatakan, sori, sedang banyak di Tambilahan monitor kerja. Maklum.akhir tahun. Tim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *