Gapeksindo Kota Padang , Penawar Terendah Rusak Kualitas Proyek

Sumbar.Padang.Ovumnews.com–Lelang yang terjadi selama ini, sangat berpengaruh pada mutu dan kualitas pekerjaan sebuah proyek apa lagi .sebagian besar pemenang adalah penawar terendah.

Alhasil, mutu dan kualitas pekerjaan diragukan .

Banyaknya pekerjaan bermasalah, juga disebabkan penawar terendah menjadi acuan Pokja dan Panitia dalam memenangkan proses lelang.

Bahkan, ada yang terjun bebas sampai 30 persen.

Ini menjadi awal petaka pekerjaan dilapangan bermasalah

Sebab, penawaran terendah dimenangkan, berujung terjadinya pengurangan volume.

Apalagi, prinsip penawaran terendah hanya demi mendapatkan pekerjaan. Tanpa memikirkan mutu dan kualitas, sehingga terjadi pekerjaan tak mengacu spesifikasi teknis

Ini menjadi perhatian bagi DPC Gapeksindo Kota Padang.

Melalui jumpa pers, Jumat (29/10) di kantor DPC Gapeksindo, menyorot masalah penawaran terendah. Dan, berharap tahun 2022 nanti tak ada terulang lagi.

Sehingga mutu dan kualitas pekerjaan tetap terjamin

Ir. Reinier MM, Dewan Penasehat DPC Gapeksindo, pada kesempatan tersebut, sangat prihatin dengan fenomena yang terjadi.

Bahkan, penawar terendah harga mati bagi pokja dan panitia dalam memenangkan lelang.” Selama ini, setiap pekerjaan, kontraktor sering jadi tudingan.

Padahal, kesalahan juga disebabkan oleh Pokja dan Panitia dalam melakukan proses lelang,” katanya didampingi beberapa pengurus teras DPC Gapeksindo Kota Padang.

Ia juga mengatakan, Pokja dan panitia terkesan main aman.

Terbukti, penawar terendah yang dimenangkan. Akibatnya, saat proyek dikerjakan mutu dan kualitas terabaikan.

”Diharapkan kepada Pokja dan panitia jangan asal menangkan penawar terendah,

” katanya, seraya menyebutkan, lakukan evaluasi dan menangkan rekanan yang penawarannya bisa dipertanggungjawabkan

Ia mencontohkan, dalam perencanaan nilai pekerjaan Rp1 miliyar.Lalu, oleh rekanan ditawar Rp600 juta.

Kira kira apa yang dilakukan dengan penawaran terjun payung itu.

Ujung ujunganya mutu dan kualitas, spesifikasi teknis dilabrak.

”Diminta juga peranan kepala daerah mengatasi persoalan ini.

Sebab, pekerjaan proyek menggunakan uang rakyat dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,”jelasnya.

Senada Ketua Dewan Pimpinan Harian, Ir Erwin Isril, IPP juga menyorot persoalan ini.

Dalam kesempatan itu, ia minta penawar turun sampai 20 dan 30 persen jangan terulang lagi.

Dan, kedepan penawaran terendah ada batasnya. Ini sudah diterapkan beberapa daerah.

” Intinya, jangan menangkan penawaran terendah, jika ingin mutu dan kualitas terjaga,” katanya

Juga disebutkan, begitu juga rekanan, menawarlah sesuai harga dan kewajaran.

Termasuk juga masalah rekanan titipan panitia.

Ini akan menjadi masalah nanti. “Dan, ini terang terangan telah melakukan intimidasi dan diskriminasi terhadap rekanan lain.

Bahkan, ada juga indikasi fee dibalik dimenangkannya rekanan tersebut.Hs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *