Proyek Kemenag Sumbar Rusak Dalam Masa Pemeliharaan.Serahkan ke Negak Hukum

Sumbar.Pariaman.Ovumnews.com—Proyek milik Kemenag Sumbar pembangunan asrama haji yang dikerjakan tahun 2018 di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman dikerjakan PT. Rimbo Paraduan, persoalannya. Bahkan, PHO yang dilakukan pada akhir Januari 2019, terindikasi ada permainan  dalam serah terimah PHO.

Proyek dengan nilai Milyar keadaannya sampai saat ini  memprihatinkan. Hebatnya, pekerjaan asal jadi dikerjakan PT.Rimbo Paraduan, terutama pekerjaan aksesoris keramik dinding bangunan yang pecah tetap dilakukan PHO dan dijadikan alasan diperbaiki pada masa pemeliharaan.

Ini terungkap, pengakuan Wira yang mengaku penanggungjawab dari Kemenag Sumbar, saat beberapa media online menyusuri kelokasi pekerjaan, Kamis (14/6).

Kata laki laki berbadan gempal tersebut, PHO dilakukan pada bulan Januari dan perbaikan yang rusak dalam masa pemeliharaan dilakukan pada Pebruari 2019. Artinya, dalam rentang waktu sebulan, pekerjaan sudah banyak yang rusak.

Wira tergagap saat ditanyakan, beda finishing dan pemeliharaan. Soalnya, dilihat dari fisik pekerjaan, masih tahap finishing, bukan masa pemeliharaan. Terbukti, masih ada beberapa item pekerjaan yang belum selesai, tapi dipaksakan PHO dan melanjutkan dengan alasan masa pemeliharaan.

“Proyek ini di PHO akhir bulan Januari 2019, sebab ada keterlambatan pekerjaan sebulan. Bulan Pebruari 2019 dilakukan perbaikan menggunakan masa pemeliharaan selama enam bulan,” katanya seraya mengatakan, ini bukan finishing tapi masa pemeliharaan.

Menariknya lagi, Wira juga mengatakan, pekerjaan lift yang masih terlihat kosong, mengaku lift sedang masa perawatan selama enam bulan.” Untuk pekerjaan lift yang belum terpasang, karena masa perawatan. Setelah masa pemeliharaan selama enam bulan habis, lift ini akan dipasang,” katanya.

Di PHO nya pekerjaan proyek yang masih belum selesai dan dijadikan penyelesaian menggunakan masa pemeliharaan selama enam bulan, perlu dipertanyakan. Sebab, telusuran beberapa media online, ada beberapa item pekerjaan yang masih terbengkalai. Seperti pekerjaan plasteran, terlihat kasar dan menggelembung saat dilakukan pengecatan.

Cat bagian dinding sudah memudar. Keramik bagian bawah dinding tangga, masih terlihat merengkah dan belum menyatu dengan keramik tangga.

Termasuk juga keramik dinding dan keramik dinding dan lantai tak menyatu, masih terlihat adanya rongga. Dengan kondisi pekerjaan seperti ini, wajar saja PHO proyek bernilai miliyaran ini diragukan berbagai kalangan.

LSM Apera Indonesia ,Edwar Hafri menangapi,Dugaan serah terima proyek agama tersebut ada permainan tidak sehat sangat disayang kan. Yang mana dalam pekerjaan proyek baru siap dikerjakan sudah ada kerusakan di berapa titik dan di perbaiki oleh pelaksana wajar.

Namun yang jadi pertanyaan kita dalam pekerjaan proyek yang begitu besar nilainya ada juga dugaan permainan dalam dalam proyek tersebut.

Pada intinya terkait proyek ini keta serah kan kepada penegak hokum untuk mengusutnya ini Proyek Agama.Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *