Festival Padang Melang 2019Akan digelar  Kepulauan Anambas

Anambas.Ovumnews.com– Pelaksanaan Festival Padang Melang (FPM) 2019Untuk keempat kalinya, Kabupaten Kepulauan Anambas kembali menggelar hajatan tahunan di bidang kepariwisataan dan kebudayaan, yaitu Festival Padang Melang (FPM) 2019. FPM ini digelar selama 4 hari, dari 17 Juli hingga 20 Juli 2019. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-4.

Kegiatan yang masuk dalam Calender of Event 2019 Provinsi Kepulauan Riau ini akan berlangsung di Pantai Padang Melang, Kecamatan Jemaja, yang merupakan salah satu dari Destinasi Pariwisata Unggulan Daerah (DPUD) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur mengatakan dengan bertajukkan “Helat Budaya Melayu Pesisir”, Festival Padang Melang Tahun ini mengangkat pesona keelokan pantainya dan mengangkat tradisi budaya masyarakat yang ada di pesisir pantai.

“Terdapat berbagai tradisi upacara, atraksi budaya, dan permainan rakyat dengan aktivitas pantai. Selain itu, ada pertunjukan musik dan arsitektur spot selfie. Serta tak lupa juga ada sajian berbagai kuliner tradisional. Ini akan menjadikan pengalaman yang berbeda untuk pengunjung, karena kentalnya khazanah budaya setempat, namun tidak meninggalkan sensasi masa kini,” ujar Masykur.

Masykur menjelaskan, rangkaian FPM tahun ini memberikan beberapa suguhan baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini penyelenggaraannya lebih awal dari festival tahun lalu, menimbang momentum bulan purnama yang akan menerangi sepanjang Pantai Padang Melang dan berbagai acara baru yang akan mengisi festival ini.

Pada hari pertama, acara dibuka pada sore hari. Dimulai dengan permainan gendang panjang, atraksi silat kampong, berbalas pantun, tabur beras kuning, dan pengalungan cual, serta petatah petitih junjong adat dalam rangka penyambutan tamu yang kemudian dilanjutkan dengan upacara Tolak Bale mulai menuju ke podium untuk melakukan Doa Tolak Bale,”  kata Masykur.

Acara Festival Padang Melang dilanjutkan dengan pelepasan penyu, yang diserahkan oleh masyarakat untuk dilepaskan ke laut. Malam harinya akan ada tampilan budaya yaitu “Coast Malay Culture Night”, pertunjukan seni budaya khas Melayu pesisir. Seperti pertunjukan Topeng Gubang, Syair Gurindam, Hadrah, Drama Komedi, beragam tarian, dan lantunan lagu Melayu Anambas.

“Hari kedua akan ada berbagai perlombaan, yaitu Lomba Selam Gonggong, Lomba Pacu Kano, dan lain-lain. Hari ketiga ada perlombaan kuliner dan menyuguhkan musik-musik dua zaman yang mengangkat tema “nostalgia memories” sambil berpesta durian,” ungkap Masykur.

Hari terakhir pada FPM 2019 ini akan diselenggarakan Fun Color Run, yaitu maraton penuh warna-warni dengan start dari Pulau Berhala dan finis di Pantai Padang Melang. Acara ini juga dimeriahkan oleh artis ibu kota dan berbagai doorprize yang menarik.

Dia berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisata di Provinsi Kepri dan menjadikan pintu gerbang investasi pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *