MT-AB Sorot Proyek TPA Tapan Pessel Sumbar Tak Siap 100% Diduga Ada Laporan fiktif Siap 100% Kepusat Proyek TA.2021

Pessel.Sumbar.Ovumnews.com–Lembaga Masyarakat¬† Transparan Anak Bangsa (MT-AB. Ada dugaan laporan fiktif dibuat seolah – olah pekerjaan pembangunan TPA Tapan telah selesai dikerjakan seratus persen, namun dilapangan masih ada kekurangan pekerjaan.

Sementara, Indri Kurnia ST. MT. M.Sc PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Pengembangan PLP Satker (Satuan Kerja) Pengembangan PLP, Balai PPW (Prasarana Permukiman Wilayah) Sumatera Barat, Dirjen (Direktorat Jenderal) Cipta Karya Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Republik Indonesia, yang dihubungi wartawan via kontak telepon pada Jumat 13 Mei 2022, lalu mengakui pekerjaan pembangunan TPA Tapan, di bukit Buai Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Propinsi Sumatera Barat, oleh kontraktor Pelaksana PT. Naviculla Indah Persada telah selesai seratus persen.

“Seperti yang terlihat pekerjaan sudah seratus persen”kata Indri menjawab pertanyaan wartawan soal pembangunan TPA Tapan yang terkesan terbengkalai.

Lebih lanjut ditanya apakah selesai seratus persen pekerjaan pembangunan TPA Tapan sudah sesuai dengan kondisi saat ini (13 Mei 2022-red), dijawab Indri iya, seperti kini kan lagi ada perubahan dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan”jelas Indri terkesan berdalih.

Sementara dari informasi yang dirangkum media ini  dari masyarakat disekitar lokasi TPA Tapan, menyampaikan pembangunan TPA Tapan di Bukit Buai oleh kontraktor terlihat masih terbengkalai.

Terlihat pekerjaan pembuatan bak pengolahan limbah seperti tidak rampung belum selesai ?.

Jalan menuju lokasi TPA Tapan masih jalan tanah, sulit dilalui kendaraan bermotor, kata Sirwan masyarakat Tapan kepada Tim Media ini menanggapi pembangunan TPA Tapan oleh BPP Wilayah Sumbar tersebut.

Kondisi tanah dilokasi TPA Tapan saat ini telah banyak terjadi longsor. Tanah bukit sekitar lokasi mulai terkuras oleh air, sehingga dibeberapa titik terjadi longsor yang menyebabkan drainase yang telah dibangun sudah mengalami retak dan terancam ambruk .

Diduga pihak PPK Balai PPW Sumbar kurang peduli terhadap pembangunan yang dikelola nya, buktinya sampai saat ini belum ada pihak terkait yang turun membenahi kondisi ini”ungkap Sirwan.

Kurangnya rasa peduli dari pihak PPK Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar, begitu dirasakan masyarakat melihat tidak adanya petugas yang ditunjuk menjaga aset  Negara yang telah dibangun.

Pekerjaan  masih terbengkalai, dibiarkan tinggal tanpa ada petugas penjagaan.

Gedung sudah mulai rusak, kaca jendela terlihat hancur”timpal Dafri masyarakat lainnya.

Pembangunan TPA Tapan di Bukit Buai Tapan menggunakan angaran APBN tahun 2021. Rp. 20.065.362.319,68.yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Naviculla Indah Persada.

Ramli masyarakat,pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor PT. Naviculla Indah Persada tidak berjalan normal alias mengalami keterlambatan.

Mestinya, pekerjaan selesai bulan Desember 2021, namun kenyataan tidak selesai dikerjakan hingga pekerjaan dilanjutkan dalam masa perpanjang waktu dengan memberlakukan denda hingga bulan Februari 2022.”Dari mulai pengerjaan sudah banyak yang ganjil.

Tukang dan pekerja sering berganti, yang menyebabkan beberapa hari pekerjaan terlihat terhenti”ujar Ramli.

Pembangunan TPA Tapan telah membuat masyarakat, pertanyakan apa yang  dikatakan telah selesai seratus persen, namun faktanya masih terdapat kekurangan Рkurangan pekerjaan.

Menurut Sutarman  Lembaga MT-AB mendugaan adanya membuat rekayasa laporan pekerjaan selesai seratus persen, sebab fakta dilapangan pembangunan yang dilaksanakan masih terbengkalai.

Saat ini infrastruktur TPA Tapan yang dibangun belum bisa dimanfaatkan, kita minta PPK selaku pengguna anggaran menjelaskan kondisi pekerjaan seratus persen itu seperti apa kepada masyarakat supaya tidak menimbulkan prasangka, sebab proyek yang diselenggarakan nya telah menimbulkan pertanyaan ditengah masyarakat”geram Sutarman.

Sutarman  berharap pihak penegak hukum melakukan peninjauan kembali terhadap penggunaan anggaran negara pada pembangunan TPA Tapan.

Hal ini sangat diperlukan supaya nanti tidak menimbulkan kerugian terlalu besar terhadap keuangan negara.

“Sebab kalau seperti ini bentuk pembangunan infrastruktur didaerah yang katanya selesai seratus persen tapi tidak bisa dimanfaatkan masyarakat juga yang rugi.

Kita Pihak Penegak hukum untuk  mengusut proyek TPA Tapan sebab pembangunan TPA tersebut bukan uang sedikit yang dihabiskan, pada hal terlaksananya pembangun tersebut berasal dari pajak yang dikumpul dari Masyarakat.

Kita minta juga KPK mengusut proyek yang terbenkalai di Da erah Sumbar ini.Tim/03,09.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *