Menyorot Pekerjaan PT. Cahaya Tunggal Abadi Saker Tidak Dengarkan Proyek se Nilai Kontrak Rp55.760.039.000 Hancur

Sudah beberapa kali menuai sorotan, pekerjaan preservasi jalan Muaro Kalaban – Batas Jambi, Kiliran Jao – Batas Riau, masih menyimpan persoalan. Bahkan, Ka Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2, mengaku rekanan sudah sering diberi peringatan dan SCM.

Dmasraya.Sumbar.Ovumnews.com—Persoalan pekerjaan proyek jalan nasional, terus berlanjut di Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2, Provinsi Sumatera Barat.

Terkuak pada pekerjaan preservasi jalan Muara Kalaban – Batas Jambi, Kiliran Jao Batas Riau, nomor kontrak :KU 08.08/KTR.01.PPK 2.2-PJN II/IV/2020, tanggal kontrak 29 April 2020, nilai kontrak Rp55.760.039.000, pelaksana, PT. Cahaya Tunggal Abadi, konsultan pengawas PT. Akbar Jaya Konsultan KSO CV. Dekade Consultan, waktu pelaksanaan 247 hari kalender, waktu pemeliharaan 365 hari kalender.

Pasalnya, sampai tanggal 24 Oktober 2020, masih terlihat beberapa item pekerjaan yang bermasalah. Baik pekerjaan mayor maupun pekerjaan minor, seperti pekerjaan pasangan batu. Dibeberapa titik jalan di Sijunjung – Dharmasraya masih berlubang dan kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, beresiko tinggi terhadap kendaraan yang melewati jalan tersebut.

Telusuran media ini, Sabtu (24/10) disepanjang jalan Sijunjung – Dharmasraya, terlihat masih parah. Meski, ada rambu rambu tapi tak sebanding dengan banyak lubang disepanjang jalan. Apalagi, saat hujan lebat, lubang itu tertutup air, sehingga terlihat rata dengan jalan. Lubang tertutup air hujan itu, sering terjadi kecelakaan, sebab lubang tertutup air itu, rata dengan aspal, sehingga pengendara terperosok dalam lubang itu.

Inipun diakui Ardi warga setempat saat menemani media ini di lokasi pekerjaan. Katanya, sebelumnya sudah banyak mobil yang terbalik dan patah as saat masuk lubang yang menyangga di jalan nasional. Meski, sudah dilakukan tambal sulam, namun masih terlihat banyak lubang.” Ini beresiko terhadap kecelakaan, apalagi saat hujan lebar mengguyur daerah ini,” katanya.

Untuk pekerjaan minor, seperti pasangan batu bahu jalan, juga menimbulkan persoalan. Tumpukan material batu dan pasir di bibir jalan, tanpa police line dan rambu. Ini beresiko tinggi terhadap kecelakaan, apalagi di malam hari. Begitu juga pekerjaan pasangan batu, dikerjakan dilokasi berair, tanpa dilakukan penyedotan. Sehingga pasangan batu diragukan mutu dan kualitasnya.

“Pekerjaan mega proyek ini, terkesan tak profesional dan kurangnya pengawasan. Disamping rambu, pekerjaan pasangan batu juga diragukan. Bahkan, pekerja juga tanpa Alat Pengaman Diri (APD) dan mengabaikan protokol kesehatan. Mungkin, jaraknya jauh, sehingga pengawasan tak dilakukan sebagaimana mestinya,” ujar Ardi.

Sementara, Kepala Satuan Kerja (Ka Satker), Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Sumbar, Elsa Putra Priandi, dikonfirmasikan via WA nya, Minggu (25/10) mengaku, kondisi perkerasan sudah tua, sehingga cepat timbul lubang. Beban lalu lintas yang lewat sering overload.” Progres pekerjaan terlambat, kontraktor sudah sering diberi surat peringatan dan SCM,” katanya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III, Bambang Pardede, dikonfirmasikan bersamaan, mengaku tak tahu ruasnya. Ia menyerahkan persoalan ini kepada PPK untuk dikonfirmasikan. Menariknya, PPK 2.2 Hamdani yang arogan dan alergi dihubungi wartawan masih memblokir WA media ini. Hingga saat ini, Hamdani tak bisa dihubungi. Aker

Syafrigon dt Cinto Kayo Selaku Ketua Umum Lembaga , (MT-AB) Masyarakata Transpransi Anak Bangsa berkedudukan di Sumatra Barat ,menangapi terkait pelaksana berapa kali ditegur oleh Saker nampaknya TIDAK dihiraukan teguran itu walaupun melalui surat ,pada hal jalan yang dikerjakan tersebut kondisinya hancur . tentu jelas membuat penguna jalan terganggu akibat pekerjaan tidak propisional dan diduga bermasah.

Hancur jalan ini tidak lepas dari awal pengawasan pemilik proyek waktu pelaksana melakukan pekerjaan apa sudah betul dalam pekerjaan tersebut, pengawasan pemilik proyek ,kenapa teguran saker tidak didengar PT. Cahaya Tunggal Abadi selaku pelaksana , Hs.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *